{"id":112296,"date":"2021-03-10T10:10:28","date_gmt":"2021-03-10T03:10:28","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=112296"},"modified":"2022-01-20T16:04:38","modified_gmt":"2022-01-20T09:04:38","slug":"upin-ipin-itu-kembar-dua-saya-nggak-termasuk-kembaran-mereka-lho","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/upin-ipin-itu-kembar-dua-saya-nggak-termasuk-kembaran-mereka-lho\/","title":{"rendered":"Upin &#038; Ipin Itu Kembar Dua, Saya Nggak Termasuk Kembaran Mereka, lho!"},"content":{"rendered":"<p>Sebagai seseorang yang lahir di sebuah pulau kecil, saya memiliki bahasa daerah yang sangat kental. Nama kampung saya adalah Tanjungbatu Kundur, salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.<\/p>\n<p>Saya lahir dari keluarga sederhana, bungsu dari dua bersaudara. Ayah saya bersuku Jawa, ibu saya bersuku Melayu. Apabila ditanya, saya akan menjawab saya asli suku Melayu, karena ayah saya juga hanya Jawa turunan dan tidak pernah menggunakan bahasa Jawa untuk berkomunikasi di rumah.<\/p>\n<p>Dari lahir hingga selesai menamatkan sekolah menengah atas, saya menghabiskan waktu di Tanjungbatu, saya kemudian ditakdirkan merantau ke Riau, khususnya Pekanbaru, untuk melanjutkan perkuliahan. Sebagai anak rantau, tentu saya banyak menemui teman-teman dari daerah lain yang juga kuliah di kampus tercinta.<\/p>\n<p>Saya sendiri paham betul Provinsi Kepulauan Riau dulunya menyatu dengan Provinsi Riau. Pada tanggal 24 September 2002, Kepulauan Riau akhirnya memutuskan untuk memisahkan diri dari Riau dengan membentuk Badan Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR). Perjuangan BP3KR akhirnya membuahkan hasil dengan pemekaran Provinsi Kepulauan Riau.<\/p>\n<p>Jadi, bukan sesuatu yang wow di kampung saya jika para pemuda pergi menuntut ilmu ke Pekanbaru. Sebagai orang Melayu Kepri, saya sadar Riau juga merupakan tanah Melayu yang memiliki budaya begitu kental. Namun, bahasa yang digunakan di Pekanbaru, khususnya di perkotaan, sebagian besar saat ini adalah bahasa Minang.<\/p>\n<p>Banyak orang menganggap bahasa Melayu sama saja, tapi kenyataannya tidak demikian. Setelah saya pelajari dan mengalami sendiri, akhirnya saya mengerti dan timbul keinginan untuk berbagi dengan kalian. Dalam perkembangannya, bahasa Melayu muncul dalam berbagai variasi dan dialek, di sini saya hanya akan membahas sedikit mengenai bahasa Melayu Riau vs bahasa Melayu Kepri.<\/p>\n<p>Bahasa Melayu Riau biasanya akan kalian temukan di daerah pedalaman seperti Kampar, Rokan Hulu, dan Kuantan Singingi. Bahasa Melayu pedalaman ini merupakan bahasa Melayu asli Sumatra yang sangat mirip dengan dialek Minangkabau. Contohnya: &#8220;Kamu mau ke mana?&#8221; menjadi &#8220;Kau nak ka mano?&#8221;<\/p>\n<p>Bahasa Melayu Kepri merupakan bahasa yang dipakai masyarakat Kepri setiap hari. Berbeda dengan bahasa Melayu Riau yang mungkin hanya kalian temui di daerah pedalaman, bahasa Melayu Kepri dapat kalian temui di daerah mana saja di Kepulauan Riau. Contoh: &#8220;Kamu mau ke mana?&#8221; menjadi &#8220;Ko nak ke mane?&#8221;<\/p>\n<p>Bahasa Melayu Kepri sangat mirip dengan bahasa penduduk Johor (Malaysia). Nah, mungkin dari tadi kalian bingung dengan judul di atas, kan? Baiklah, di sini kalian akan paham. Karena kemiripan inilah saya sering dikatakan Upin &amp; Ipin oleh orang-orang yang baru saya kenal. Nggak percaya? Simak curahan hati seorang Melayu Kepri di bawah ini, ya. Hehehe, baperan~<\/p>\n<p>Pernah suatu waktu ibu saya menelepon. Saat itu kebetulan saya sedang makan dengan pacar yang sekarang sudah jadi mantan. Lah, kok jadi bawa bawa mantan? Nggak gitu, ini saya cuma mau cerita, loh. Kebetulan doi orang Sunda asli yang juga berkuliah di kampus yang sama dengan saya.<\/p>\n<p>Saya berbincang dengan Ibu cukup lama, tentunya menggunakan bahasa Melayu Kepri yang sangat kental. Selesai menelepon Ibu, si mantan senyam-senyum lalu ngomong gini, &#8220;Lucu banget kamu kok kayak Upin Ipin, sih?&#8221; Dalam hati saya menggerutu dengan bahasa Melayu Kepri, &#8220;Hah, ko cakap aku macam Upin Ipin?&#8221;<\/p>\n<p>Keresahan demi keresahan terus saya rasakan, tapi lucu juga, sih. Bahkan sering kali bahasa saya dijadikan hiburan oleh teman-teman saya yang gabut. Mereka sering meminta saya menggunakan bahasa Melayu Kepri untuk ngobrol dengan mereka, dan tak jarang mereka meminta saya mengajari walau hanya sedikit. Setelah itu mereka tertawa karena merasa berbicara seperti Upin &amp; Ipin.<\/p>\n<p>Padahal apabila disimak secara jelas, bahasa Melayu Kepri dengan bahasa Melayu Malaysia yang digunakan Upin &amp; Ipin itu berbeda, walaupun cenderung sama. Ibarat kata \u201cserupa tapi tak sama\u201d. Tapi saya mengerti, orang awam tidak akan paham di mana letak perbedaan bahasanya, jadi mereka menyamakan saya dengan si kembar Upin &amp; Ipin. Saya pun tidak mempermasalahkan itu dan hanya menganggapnya sebagai lelucon saja. Malah jika ada yang ingin belajar bahasa Melayu Kepri, saya akan mengajari dengan senang hati.<\/p>\n<p>Berikut saya tuliskan beberapa kosakata dalam bahasa Melayu Kepri, siapa tahu ada yang pengin belajar. Ehehehe~<\/p>\n<p><em>\u201cbelinyang\u201d artinya \u201clicin atau cantik\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201cselekeh\u201d artinya \u201ctidak rapi\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201cbahlul\u201d artinya \u201cbodoh\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201ckedekut\/pelokek\u201d artinya \u201cpelit\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201cbising\u201d artinya \u201cberisik\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201cmiang\u201d artinya \u201cgatal\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201ctejojol\u201d artinya \u201ckeluar isinya\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201cselambe\u201d artinya \u201ctidak merasa bersalah\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201cperekak\u201d artinya \u201ctidak mau diberi tahu\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201cecek-ecek\u201d artinya \u201ctidak sungguh-sungguh\u201d<\/em><\/p>\n<p>Saya tambahkan juga nih beberapa kosakata yang sering kalian dengar di serial kartun <em>Upin &amp; Ipin<\/em>:<\/p>\n<p><em>\u201ccakap\u201d artinya \u201cbicara\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201cape\u201d artinya \u201capa\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201ciye ke\u201d artinya \u201cbenarkah\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201csenang je\u201d artinya \u201cgampang\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201cbejaye\u201d artinya \u201cberhasil\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201cseronok nye\u201d artinya \u201csenang sekali\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201ctak elok\u201d artinya \u201ctidak baik\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201catuk\u201d artinya \u201ckakek\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201cpolis\u201d artinya \u201cpolisi\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201copah\u201d artinya \u201cnenek\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201cakak\u201d artinya \u201ckakak\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201ctak payah\u201d artinya \u201ctidak perlu\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201ccikgu\u201d artinya \u201cguru\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201clepas tu\u201d artinya \u201csetelah itu\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201cjom\u201d artinya \u201cayo\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201ckorang\u201d artinya \u201ckamu orang\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201ctahniah\u201d artinya \u201cselamat\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201ckes\u201d artinya \u201ckasus\u201d<\/em><\/p>\n<p><em>\u201cnasib baik\u201d artinya \u201cberuntung\u201d<\/em><\/p>\n<p>Sekarang sudah jelas dong kenapa saya resah disamakan dengan Upin &amp; Ipin? Mereka itu kembar dua loh, kalau ditambahin saya, apa nggak jadi kembar tiga?<\/p>\n<p><em>Sumber Gambar: <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=lOY_LHsEC98\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">YouTube<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/episode-upin-ipin-tumbuh-rambut-lahir-dari-keinginan-netizen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Episode &#8216;Upin &amp; Ipin Tumbuh Rambut&#8217; Lahir dari Keinginan Netizen<\/a>.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Betul, betul, betul?<\/p>\n","protected":false},"author":1453,"featured_media":112687,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12908],"tags":[10690],"class_list":["post-112296","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-anime","tag-upin-dan-ipin"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112296","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1453"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=112296"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112296\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112687"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=112296"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=112296"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=112296"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}