{"id":112278,"date":"2021-03-08T12:05:05","date_gmt":"2021-03-08T05:05:05","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=112278"},"modified":"2021-12-28T16:48:12","modified_gmt":"2021-12-28T09:48:12","slug":"menantikan-chainsaw-man-calon-anak-emas-mappa-sekaligus-anime-terbaik-2021","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menantikan-chainsaw-man-calon-anak-emas-mappa-sekaligus-anime-terbaik-2021\/","title":{"rendered":"Menantikan &#8216;Chainsaw Man&#8217;, Calon Anak Emas MAPPA Sekaligus Anime Terbaik 2021"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi pengikut manga serta anime, apa yang kalian pertama kali mendengar shonen? Ada yang berpikir karakter utama adalah lelaki remaja? Atau memiliki cita-cita mulia? Kalau kalian menjawab seperti itu berarti kalian benar dan memang pengikut genre tersebut. Namun dalam pembahasan kali ini, saya merekomendasikan manga shonen anti mainstream dan tahun ini akan keluar adaptasi dalam versi anime. Namanya adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Chainsaw Man<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika mas Raden Muhammad Wisnu menunggu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Shaman King <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">hadir tahun ini, saya memilih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Chainsaw Man<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan berekspektasi mendapatkan hype lebih banyak dari penonton. Ada beberapa hal mengapa saya mengunggulkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Chainsaw Man<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi anime terbaik tahun ini layaknya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kimetsu no Yaiba <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Jujutsu Kaisen<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada tahun lalu. Sebelum saya mulai, saya mengingatkan bagi kalian para kaum anti-spoiler untuk keluar dari halaman ini agar saya tidak dicap sebagai pengganggu kaum kalian.<\/span><\/p>\n<h4><b>Karakter utama antimainstream<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kalian mikir karakter utama anime ini bakal seperti Tanjiro, Naruto, maupun Luffy maka anggapan kalian salah besar. Karakter utama anime ini adalah Denji, seorang pemuda yatim piatu yang sejak kecil merasakan pahitnya dunia. Jika karakter utama shonen yang lain bermimpi untuk menjadi raja bajak laut, hokage, ataupun mencari tujuh buah bola naga, Denji justru bermimpi untuk hidup sederhana seperti pengin kaya, pengin makan enak, dan pengin dikelilingi gadis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Impian Denji bukan tanpa alasan. Sejak kecil sudah nggak punya ortu, kerjaan nggak pasti, sampai lupa sekolah, bikin dia punya mimpi seperti cowok-cowok normal. Makanya Fujimoto sensei selaku mangaka bikin dia memiliki karakter seperti itu agar mengalami perkembangan karakter kedepannya.<\/span><\/p>\n<h4><b>Diproduksi oleh studio anime terbaik<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 2020, diumumkan bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Chainsaw Man<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> diadaptasi oleh studio anime terbaik saat ini yaitu MAPPA. Dengan portofolio mereka dalam mengerjakan anime bergenre action dan thriller, memang sudah pantas bagi mereka untuk mengerjakan anime ini. Jangan anggap semua buatan MAPPA itu jelek hanya karena Attack on Titan Season 4 tidak sesuai ekspektasi. Coba liha dulu anime seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Zankyou no Terror, Dororo<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, atau anime yang sekarang lagi booming yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jujutsu Kaisen<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak perlu khawatir jika hasilnya bakal jelek. Waktu produksi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Chainsaw Man<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa dibilang masih logis seperti pembuatan anime-anime biasa dan tidak ada deadline mepet dari Shueisha. Jika animenya nanti bagus, bisa saja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Chainsaw Man<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dijadikan anak emas MAPPA sampai tamat. Hanya saja, kalau nggak sesuai ekspektasi gak perlu kecewa berlebihan hingga nyerang akun resmi mereka.<\/span><\/p>\n<h4><b>Desain karakter yang good looking<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian bakal dimanjain dengan desain karakter menarik dan sesuai dengan komik. Mungkin ada yang mau jadikan Makima, Power, Quanxi, maupun Himeno sebagai waifu baru. Atau pingin jadikan Denji, Aki, dan Kishibe sebagai husbu kaum hawa silahkan. Apalagi pas diadaptasikan versi anime. Saya sebagai fans Jujutsu Kaisen langsung suka sama desain karakter dari MAPPA karena cocok semua, terutama Maki dan Nobara.<\/span><\/p>\n<h4><b>Cerita penuh plot twist<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Silahkan kalian berteori macam-macam, namun siap-siap saja jika dipatahkan oleh mangaka psikopat si Tatsuki Fujimoto. Saran saya bagi penganut anime only, jangan sekali-kali terpancing untuk melihat manga jika ingin merasakan langsung saat menonton anime. Banyak kejadian yang bikin manga reader nggak mood hanya karena dengan cerita yang disajikan, terutama di bagian awal. Jika kalian menganggap Hajime Isayama sebagai mangaka psikopat, maka Tatsuki Fujimoto masih lebih psikopat lagi hingga bikin depresi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentunya persaingan anime dari tahun ke tahun semakin ketat hingga bingung memilih mana anime terbaik di tahun tersebut. Namun, saya mengunggulkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Chainsaw Man<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> meraihnya karena keunggulan diatas mulai dari cerita hingga visual. Saya berharap semoga tidak ada wibu-wibu norak sampai meniru kehidupan Denji di dunia nyata. Dianggap anime overrated juga saya berharap tidak, karena anime ini bagus.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=3VZzklwSvzg\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">YouTube Chibi Review<\/a><\/em><\/p>\n<p><b>BACA JUGA<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jujutsu-kaisen-cah-bagus-kelahiran-mappa-studio-yang-terpendam-oleh-hype-attack-on-titan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">\u00a0\u2018Jujutsu Kaisen\u2019: Cah Bagus Kelahiran MAPPA Studio yang Terpendam oleh Hype \u2018Attack on Titan\u2019\u00a0<\/a><\/b><b>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-haekal-ali-mahjumi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Muhammad Haekal Ali Mahjumi<\/a><\/b><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><b><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><b><i>ini<\/i><\/b><\/a><b><i>\u00a0ya.<\/i><\/b><\/h6>\n<h6><b><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i><\/b>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\"><b><i>di sini.<\/i><\/b><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada beberapa hal mengapa saya mengunggulkan Chainsaw Man menjadi anime terbaik tahun ini layaknya Jujutsu Kaisen pada tahun lalu.<\/p>\n","protected":false},"author":1177,"featured_media":112315,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12908],"tags":[2775,10985,10294],"class_list":["post-112278","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-anime","tag-anime","tag-chainsaw-man","tag-mappa"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112278","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1177"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=112278"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112278\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112315"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=112278"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=112278"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=112278"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}