{"id":11227,"date":"2019-08-27T12:30:53","date_gmt":"2019-08-27T05:30:53","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=11227"},"modified":"2022-01-24T14:22:11","modified_gmt":"2022-01-24T07:22:11","slug":"alih-alih-jadi-pejuang-cinta-nggombal-pakai-kalimat-yang-menye-menye-itu-menjijikkan-mas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alih-alih-jadi-pejuang-cinta-nggombal-pakai-kalimat-yang-menye-menye-itu-menjijikkan-mas\/","title":{"rendered":"Alih-Alih Jadi Pejuang Cinta, Nggombal Pakai Kalimat yang Menye-Menye Itu Menjijikkan, Mas!"},"content":{"rendered":"<p>Judul ini dibuat tentu tidak serta merta jadi simbol kontra bagi para cowok yang sedang melakukan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/alx\/esai\/pdkt-gebetan-era-160-karakter-sms-tak-semudah-itu-bambang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">PDKT<\/a> dengan kalimat retoris menye-menye mereka yang dianggap penuh romansa. Sah-sah saja kalian (para cowok) yang sedang berusaha meraih hati gebetan kalian dengan amunisi kata-kata <del>gombal<\/del> romantis. Tapi perlu kalian ketahui juga, standardisasi bagi cewek soal kalimat &#8216;persepikan&#8217; yang biasa dilancarkan cowok kepada mereka.<\/p>\n<p>Standardisasi ini sebagai bentuk arbitrer atau kesepakatan bersama para cewek yang menganggap bahwa beberapa macam kalimat PDKT ala cowok justru bikin mereka <em>ilfeel<\/em>\u00a0alias menjijikkan sama sekali. <em>Jan ramashok<\/em> pokoknya. Beberapa kalimat itu adalah kalimat yang menye-menye namun sering disalahpersepsikan oleh cowok bahwa kami\u2014para cewek\u2014bakal makin kesengsem dengan adanya kalimat itu. Padahal sebenarnya kami ini jijik, Mz.<\/p>\n<p>Berbeda dengan <em>catcalling<\/em> yang dianggap pelecehan verbal pada kami, kalimat menye-menye saat PDKT ini justru bagaikan pantangan buat para cowok jika ingin masa-masa PDKT-nya mulus seperti jalan tol. Karena kalau kami sudah merasa jijik, kami khawatir, stigma tentang cewek jual mahal saat PDKT makin liar menghakimi kami. Maka dengan niat tersebut, ada baiknya para cowok wabilkhusus yang sedang dalam masa PDKT mengerti beberapa hal berikut.<\/p>\n<p><strong>\u201cLagi mikirin kamu. Kamu sendiri lagi apa? Mikirin aku juga nggak?\u201d<\/strong><\/p>\n<p>Entah kenapa saya sangat mengamini jika semua pertanyaan <a href=\"https:\/\/tirto.id\/motogp-2018-rivalitas-marquez-vs-rossi-basa-basi-jabat-tangan-cXx9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">basa-basi<\/a> selalu dibuka dengan pertanyaan \u201clagi ngapain?\u201d. Basa-basi itu juga sangat berlaku dalam proses <del>taaruf<\/del> PDKT . Berhubung dalam masa PDKT banyak orang yang membutuhkan pencitraan, pertanyaan \u201clagi ngapain\u201d biasanya berlanjut dengan kalimat-kalimat yang berbau <del>retoris<\/del> nyepik. Dari nyepik itu juga biasanya muncul kalimat menye-menye tanpa disadari si pelaku.<\/p>\n<p>Contohnya ketika si cewek bertanya \u201ckamu lagi apa?\u201d si cowok menjawab \u201clagi mikirin kamu. Kamu sendiri lagi apa? Mikirin aku juga nggak?\u201d. Ayolah, meski cewek tau kalau kalian tidak benar-benar memikirkannya, setidaknya jawaban itu seolah-olah menandakan bahwa kalian\u2014para cowok sangat kurang kerjaan. Jawablah pertanyaan \u201clagi ngapain\u201d dengan bijak, wahai cowok. Kalian bisa menjawab seperti \u201cLagi kerja nih, banyak tugas\u201d.<\/p>\n<p>Dengan jawaban yang demikian, cewek akan lebih salut. Kenapa? Karena dalam keadaan sibuk, si cowok tetap bisa meluangkan waktunya untuk mereka meski sekedar menjawab pertanyaan basa-basi macam \u201clagi ngapain\u201d. Selain itu, cewek juga bisa memberi kalian ucapan semangat. Bukankah dengan begitu hari-hari kalian akan lebih berwarna?<\/p>\n<p><strong>\u00a0\u201cKok bisa ya ibumu melahirkan cewek yang secantik bidadari kayak kamu gini?\u201d<\/strong><\/p>\n<p>Maaf, bukannya para cewek menyangkal jika dirinya memang cantik. Namun jika ingin memuji mereka saat PDKT kalian harus mengucapkannya dengan kalimat retoris yang lebih halus. Bukan dengan mengibaratkan kecantikan mereka dengan sesuatu yang kurang realistis\u2014bidadari contohnya. Apakah kalian benar-benar mengetahui pasti bagaimana ukuran cantik, secantik bidadari <em>meanwhile<\/em> kalian belum pernah bertemu langsung oleh bidadari.<\/p>\n<p>Sedikit jadi realistis namun tidak meninggalkan kesan nyepik pada saat PDKT, itu lebih baik. Atau simpelnya, nyepik dan memujilah para cewek dengan sederhana. Memuji dengan sederhana justru akan menambah kesan dalam dan hangat pada ucapan kalian, wahai cowok. \u00a0Kalian bisa memuji cewek dengan kalimat \u201cKamu selalu cantik dengan caramu\u201d. Sesimpel itu ternyata memuji cewek.<\/p>\n<p>Dengan kalimat itu juga memungkinkan para cewek tetap dalam keadaan percaya diri. Mereka juga akan berpikir bahwa kalian adalah tipikal cowok yang neriman dan tidak memaksakan cewek keluar dari penampilan yang sebenarnya, meskipun tanpa kalian paksakan para cewek pasti juga akan berusaha terlihat cantik. <em>Begetoohh<\/em>~<\/p>\n<p><strong>\u201cAku males makan. Karena mikirin kamu aja aku udah kenyang\u201d<\/strong><\/p>\n<p>Sekali lagi, jadilah realistis. Saat pertanyaan dari cewek \u201csudah makan belum?\u201d di masa PDKT kalian, akan sangat menjijikkan jika kalian menjawab, \u201cBelum. Aku malas makan. Karena mikirin kamu aja aku udah kenyang\u201d. \u00a0<em>I mean<\/em>, sebegitunyakah para cewek ini bisa menghilangkan nafsu makan kalian atau \u201cada apa dengan kami?\u201d. Jawablah dengan jujur dan realistis, <em>Dude<\/em>.<\/p>\n<p>Niat hati bikin gebetan kalian berbunga-bunga, yang ada kalian hanya menambah keilfilan mereka pada kalian. Untuk itu, kalian hanya perlu menjawab dengan kalimat \u201cAku belum makan? Kamu sudah? Kalau belum, makan bareng yuk!&#8221; Percayalah, pertanyaan sekaligus ajakan makan itu akan lebih membuat mereka jatuh hati pada kalian. Karena selain perhatian, kalian juga dengan percaya diri mengajak mereka untuk makan bersama. Lebih romantis, kan?<\/p>\n<p><strong>\u201cSejak pertama lihat kamu, aku seperti melihat masa depanku\u201d<\/strong><\/p>\n<p>Sah-sah saja kok memiliki <em>goals<\/em> dalam hubungan <em>at least<\/em> baru di tahap PDKT. Tapi pernyataan semacam itu kelewat menye-menye dan menjadikan kalian seolah-olah yakin jika masa depan ada di mata gebetan kalian\u2014seperti yang sudah kalian katakan. Alih-alih sangat yakin dan percaya diri kalau hubungan kalian bakal langgeng dan sah di pernikahan, gebetan kalian akan merasa ilfil. Kalian baru menjajaki masa PDKT, yang bahkan belum tentu jadian.<\/p>\n<p>Gantilah pernyataan menye-menye itu dengan kalimat \u201cSejak awal kita kenal, aku merasa kamu adalah cewek yang baik dan <em>humble<\/em>, dan aku jadi nyaman ngobrol sama kamu\u201d. Kalimat itu memang terlihat biasa, tapi sebenarnya juga tidak jauh berbeda dengan kalimat nyepik lainnya, hanya saja terlihat lebih halus. Dengan begitu, cewek akan merasa bahwa kalian dan mereka adalah <em>partner<\/em> ngobrol yang nyambung\u2014yang artinya PDKT bakal mulus ke depan. <em>xixi<\/em><\/p>\n<p>Jadi lagi-lagi, kalian harus lebih jadi realistis <em>Bro<\/em>. Jadi pejuang cinta seperti kata-kata Mas Pur tidak semudah <del>memindahkan ibu kota<\/del> membalikkan telapak tangan. Tidak semua cewek yang berada dalam masa PDKT akan merasa baik dengan gombalan-gombalan. Justru sebaliknya, jadilah insan yang apa adanya dan bijak berbahasa, termasuk dalam bersepik-sepik ria. (*)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalimat menye-menye itu sering disalahpersepsikan oleh cowok bahwa kami\u2014para cewek\u2014bakal makin kesengsem dengan adanya kalimat itu.<\/p>\n","protected":false},"author":208,"featured_media":11243,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12912],"tags":[2853,16,2852,167,2834],"class_list":["post-11227","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sapa-mantan","tag-gombalan","tag-hubungan","tag-menye-menye","tag-pacaran","tag-pdkt"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11227","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/208"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11227"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11227\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11243"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11227"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11227"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11227"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}