{"id":111955,"date":"2021-03-07T12:11:41","date_gmt":"2021-03-07T05:11:41","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=111955"},"modified":"2021-03-06T18:23:45","modified_gmt":"2021-03-06T11:23:45","slug":"teknik-peredam-malu-yang-sering-dipakai-orang-indonesia-saat-bab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/teknik-peredam-malu-yang-sering-dipakai-orang-indonesia-saat-bab\/","title":{"rendered":"Teknik Peredam Malu yang Sering Dipakai Orang Indonesia Saat BAB"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Urusan buang hajat memang jadi sebuah kebutuhan setiap orang, yang biasanya dilakukan di waktu matahari masih muncul malu-malu. Ibarat makan tiga kali sehari, buang air besar (BAB) juga menjadi rutinitas kegiatan. Nggak lengkap rasanya kalau nggak BAB, Iya kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Frekuensi BAB yang saya tau setiap orang itu berbeda-beda. Ada yang sekali setiap hari, tiga hari sekali, bahkan ada yang seminggu sekali. Memang kadang-kadang keinginan BAB alias buang tai nggak<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">tentu datangnya. Kalau sedang makan makanan pedas atau kuantitas makanan yang masuk ke perut membludak, sudah pasti jadwal BAB datang tiba-tiba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, waktu ingin boker<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">tiba-tiba ini yang jadi masalah. Kalau mau BAB di rumah sendiri nggak masalah, mau gimana pun modelnya. Tapi, kalau harus BAB di toilet umum atau bahkan numpang di WC rumah teman ini yang jadi persoalan. Apalagi kalau baru pertama kali berkunjung atau nggak terlalu akrab sama pemilik rumah. Pasti ada perasaan sungkan alias malu, iya kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya, saya pernah baca kalau toilet-toilet di Jepang, klosetnya ada fitur penghasil suara untuk meredam aktivitas buang hajat. Ya, kalau negara yang terkenal maju karena teknologinya itu sih sudah pasti nggak kaget jika ada toilet keren seperti itu. Boro-boro<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">di Indonesia, sudah kebanyakan pakai jamban<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">jongkok, kalaupun ada kloset duduk, seringkali mampet<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">dan punya segudang masalah lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya banyak akal yang biasanya digunakan sebagian orang untuk menutupi sedikit aib saat BAB. Kan nggak lucu kalau ada orang cakep<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">tapi kedengeran kentut atau keluar suara aneh-aneh waktu buang hajat. Bisa turun deh nilai ketampanan\/kecantikannya di mata orang yang mendengar ia BAB.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun nggak penting-penting amat, setidaknya kreativitas orang Indonesia untuk menutupi gengsi saat BAB ini perlu dibahas. Lalu, inilah cara-cara yang saya tau, biasanya digunakan orang Indonesia kalau lagi BAB di toilet umum.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Menghidupkan kran air<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hayo, ngaku aja, siapa nih yang kalau BAB kudu<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">ngidupin kran air? Saya yakin, hampir setiap orang sudah pernah melakukan metode ini. Suara guyuran alias aliran air yang keluar dari dalam kran dirasa mampu menyamarkan suara-suara mengganggu waktu BAB.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, kalau mau melakukan cara ini, harus dipastikan kondisi debit air yang keluar harus memang cukup deras. Kalau di wilayah pedesaan, air yang keluar dari sumur bawah tanah dijamin masih agak banter<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi. kalau di daerah perkotaan ini sering banget kedapatan air yang keluar sangat kecil atau bahkan nggak keluar sama sekali. Mengingat air itu barang mahal kalau di kota-kota.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Nyetel<\/b> <b>lagu dari HP keras-keras<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang yang ke toilet selalu bawa hp. Entah mau balas chat<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">dari doi, scroll<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Instagram atau Facebook, atau juga sambil dengerin lagu. Kalau saya sendiri nggak pernah rasanya bawa hp ke dalam toilet, lah wong<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">saya ini sering teledor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya nggak mau nanti hp saya harus bernasib nahas karena harus terjatuh ke dalam lubang kloset dan diselimuti adonan warna kuning, walaupun harganya hanya satu jutaan. Seorang teman, pernah menceritakan jika sudah dua kali ia apes<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">karena hpnya berenang di WC, tapi gitu ya nggak kapok<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya bagi sebagian orang, membawa smartphone<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">ke dalam WC menjadi sebuah kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi. Seringkali orang-orang menghidupkan lagu dengan volume yang keras waktu BAB. Katanya sih, tujuan mereka sebenarnya untuk menutupi suara-suara yang keluar dari lubang anus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebanyakan jenis lagu yang disetel<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">memiliki karakteristik seperti mengeluarkan gaung atau distorsi. Biasanya seperti lagu rock dan genre<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">nge-beat<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">lainnya. Selain itu, katanya biar BAB-nya lebih semangat. Kalau lagu mellow<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">sudah pasti nggak terlalu memberikan efek menutupi suara dong.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Saat emas keluar, langsung disiram<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada tim yang ngumpulin feses sampai banyak dan kalau sudah selesai, lalu disiram. Ada pula tim yang kalau sekali feses keluar langsung disiram. Kalau kamu tim yang mana? Saya rasa tim ngumpulin feses sampai banyak ini bisa dilakukan kalau lagi BAB di rumah. Ataupun saat kran air mengalir deras.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, kalau kondisi kran mati, nggak bawa HP pula, sudah dipastikan kalau metode menyiram feses langsung saat akan keluar ini menjadi pilihan. Mengguyur air banyak-banyak mampu menutupi suara nggak enak waktu feses keluar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kira-kira rekan-rekan punya cara lain untuk menutupi suara BAB yang antimainstream?<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bab-di-terminal-itu-bayar-lho\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">BAB di Terminal itu Bayar Lho!<\/a><\/strong> <strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/melynda-dwi-puspita\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Melynda Dwi Puspita<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ibarat makan tiga kali sehari, buang air besar (BAB) juga menjadi rutinitas kegiatan. Nggak lengkap rasanya kalau nggak BAB, Iya kan?<\/p>\n","protected":false},"author":1320,"featured_media":16461,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[1875],"class_list":["post-111955","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bab"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111955","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1320"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111955"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111955\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16461"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111955"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111955"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111955"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}