{"id":111476,"date":"2021-03-04T10:44:55","date_gmt":"2021-03-04T03:44:55","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=111476"},"modified":"2021-03-04T10:44:55","modified_gmt":"2021-03-04T03:44:55","slug":"tuntutlah-ilmu-sampai-ke-negeri-china-bukan-hanya-belanja-barang-impor-dari-mr-hu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tuntutlah-ilmu-sampai-ke-negeri-china-bukan-hanya-belanja-barang-impor-dari-mr-hu\/","title":{"rendered":"Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri China, Bukan Hanya Belanja Barang Impor dari Mr. Hu"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman saya bernama Bima gandrung beli barang-barang lucu dari luar negeri. Padahal barang sejenis bisa dibelinya di penjual lokal. Alasan Bima lebih memilih produk impor karena murah. Sudah begitu, bisa COD pula. Tambah kalau ada promo, bisa-bisa Bima cuma kasih uang seratus rupiah ke kurirnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hobi Bima ini menginspirasi tetangganya untuk membeli produk serupa, dengan cara yang sama. Membuat kurirnya mengulang hari yang sama, dengan hasil yang sama: menerima koin pecahan 100 perak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perilaku bangga beli produk impor murah ini menjadi gaya hidup baru di kampung saya. Mungkin di kampung-kampung lain pun begitu. Beli barang murah kok bangga?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anehnya, setiap paket yang dikirim dari luar negeri, nama pengirimnya bernama Mr. Hu. Siapa ini Mr. Hu? <em>Who is Mr. Hu<\/em>? Sudah seperti Raffi Ahmad yang muncul terus, bedanya ini bukan di TV, tapi di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online shop<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang tidak diperkirakan oleh pelanggan Mr. Hu, kecenderungan memilih produk impor yang murah ini bisa mencederai UMKM lokal. Ketika pandemi, <a href=\"http:\/\/medcom.id\/ekonomi\/bisnis\/4baYxlBb-refleksi-2020-teten-umkm-paling-terpukul-pandemi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">UMKM sudah tergerus<\/a>. Entah karena aturan PSBB, WFH, gaji dipotong 50%, dll. Setelah kenormalan baru, UMKM menggeliat lagi dan berusaha bangkit. Nah, fenomena Mr. Hu ini bisa menjadi pandemi baru di dunia usaha yang membunuh satu per satu UMKM lokal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dua dekade lalu, Presiden Soeharto sudah memperingatkan kita untuk mencintai produk dalam negeri. Alim Markus pun menanamkan dalam benak penonton TV dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tagline<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> iklannya yang fenomenal, \u201cCintailah ploduk-ploduk Indonesia.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak berlebihan jika anak muda di tahun 2020-an disebut sebagai benteng negara. \u201cPerang\u201d di revolusi industri 4.0 adalah perang dagang antarnegara. Bentengnya bukan tembok fisik, melainkan \u201ccinta terhadap produk dalam negeri\u201d. Dengan adanya globalisasi di mana Indonesia diserbu produk asing, merekalah pertahanan ekonomi negara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di zaman kiwari, anak muda bisa saling memengaruhi sesamanya. Satu orang bangga beli produk impor dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">update<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di media sosial, pengikutnya bisa ikut-ikutan melakukan hal serupa, lalu jadi tren. Itulah proses bagaimana Mr. Hu bisa mendominasi jasa ekspedisi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, kalau semua orang membeli produk dari luar negeri, siapa yang bakal beli produk yang dijual tetangga sendiri? Padahal <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stop-bilang-dagangan-umkm-di-tempat-wisata-itu-mahal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">UMKM adalah kunci pemulihan ekonomi negeri ini<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Produk dalam negeri bisa menjadi tameng sekaligus senjata untuk menginvasi pasar internasional, seperti <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pea\/esai\/apakah-pembuat-indomie-goreng-masuk-surga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Indomie seleraku<\/a>. Namun, jika semuanya takluk dengan gempuran produk impor yang murah, kita sudah tahu akhir dari peperangan ini. Perusahaan lokal bangkrut, pabrik-pabrik tutup. Pengangguran merajalela. Tanpa penghasilan, akhirnya malah nggak bisa beli di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online shop<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sama sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau jatuhnya pilihan kepada produk impor didasari alasan menguntungkan diri sendiri tanpa peduli pengusaha lokal sebangsa dan setanah air, apa bedanya kita dengan globalis (yang percaya bahwa batas-batas negara itu tidak penting)? Ya beda saldo rekening dan lingkup kekuasaan aja sih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setidaknya konsumen seperti kita-kita (kita???) punya kuasa untuk memilih produk lokal dengan harga wajar. Sebab, kampanye untuk mendukung UMKM adalah vaksin untuk pandemi yang dihasilkan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cross border<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"><em> e-commerce<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Preferensi beli barang impor ini seperti teori <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">the Butterfly Effect<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Sedikit demi sedikit, tetapi kalau dilakukan oleh banyak orang secara rutin, bisa jadi badai di kemudian hari. Di sisi lain, mencintai produk dalam negeri adalah bentuk pembangunan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jika-orang-orang-mempromosikan-warung-pinggir-jalan-di-instastory-mereka\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ekonomi gotong-royong<\/a> yang sebenarnya kita butuhkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti efek domino, ketika kita membeli produk dalam negeri, berarti kita meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara. Kok bisa? Jika produk lokal laku di pasaran, pengusahanya bakalan melebarkan sayap dengan membuka cabang atau anak usaha. Otomatis lapangan kerja terbuka dan sejumlah tenaga kerja setempat pun terserap. Tidak menunggu waktu lama untuk mewujudkan kesejahteraan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harapannya, dengan bangkitnya UMKM, angka kemiskinan perlahan terkikis. Begitu juga tingkat kriminalitas yang kerap terdorong karena desakan ekonomi. Lingkungan pun menjadi lebih aman. Sebab maling motor mulai meninggalkan profesinya karena punya pilihan pekerjaan lain. Efeknya kembali ke kita-kita juga kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menparekraf Sandiaga Uno sudah wanti-wanti untuk <a href=\"https:\/\/kumparan.com\/kumparantravel\/sandiaga-uno-jangan-beli-produk-umkm-karena-kasihan-tapi-karena-bangga-1vDXbJBDxCt\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">jangan beli produk UMKM karena kasihan<\/a>, tapi karena bangga. Sebab produk lokal pun telah terbukti mampu menjangkau pasar luar negeri, seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">start-up<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karya anak Indonesia yang mendunia. Tinggal menunggu waktu saja UMKM lokal lain menyusul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">go international<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bak Agnez Mo. Asalkan didukung penuh oleh komitmen pemerintah dan kebanggaan rakyat pakai produk dalam negeri. Produk lokal memang bisa semembanggakan itu. Sampai ada istilah<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/banggabuatanindonesia-dengan-stop-beli-resell-compass-dan-beralih-ke-3-brand-sepatu-lokal-ini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"> local pride<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang belakangan dipopulerkan oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sepatu lokal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sepatu lokal ini sempat menggegerkan khalayak pada peluncuran produknya yang membuat kerumunan. Eh, beli secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pun selalu kehabisan. Bukti bahwa produk lokal pun bisa diidolakan seperti anggota <em>boyband<\/em> Kpop baru tiba di bandara Soetta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesadaran untuk meningkatkan peran UMKM ini juga dimiliki oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Makanya beliau sampai menobatkan Ade Londok sebagai duta kuliner pasca <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ade-londok-dan-odading-mang-oleh-bukti-bahwa-viral-itu-tidak-diciptakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">viralnya odading Mang Oleh<\/a>. Sampai menutup mata dan kuping kalau cara promosi Mang Ade pakai kata-kata yang kurang pantas. Semua itu dilakukan karena urgensi kebangkitan UMKM.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingatlah, kita itu dianjurkan untuk menuntut ilmu sampai ke negeri China saja, bukan borong barang impor dari sana.<\/span><\/p>\n<p><em>Ilustrasi dari <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/kopi.poros\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Kopi Poros<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jika-orang-orang-mempromosikan-warung-pinggir-jalan-di-instastory-mereka\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Jika Orang-orang Mempromosikan Warung Pinggir Jalan di Instastory Mereka<\/a> dan tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/penulis\/hrf\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Haris Firmansyah<\/a> lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">\u00a0<i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\">\u00a0<i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anehnya, setiap paket yang dikirim dari luar negeri, nama pengirimnya bernama Mr. Hu. Siapa ini Mr. Hu? Kok muncul terus di marketplace?<\/p>\n","protected":false},"author":1441,"featured_media":111491,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[10942,10943,1986,3249,10941,5840,5828],"class_list":["post-111476","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-barang-impor","tag-barang-murah","tag-ekonomi","tag-marketplace","tag-mr-hu","tag-pandemi","tag-umkm"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111476","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1441"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111476"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111476\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111491"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111476"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111476"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111476"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}