{"id":111472,"date":"2021-03-10T12:20:05","date_gmt":"2021-03-10T05:20:05","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=111472"},"modified":"2021-10-15T20:34:51","modified_gmt":"2021-10-15T13:34:51","slug":"memangnya-perempuan-yang-kita-anggap-good-looking-tak-boleh-mengeluh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/memangnya-perempuan-yang-kita-anggap-good-looking-tak-boleh-mengeluh\/","title":{"rendered":"Memangnya Perempuan yang Kita Anggap Good Looking Tak Boleh Mengeluh?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sering kali memang orang menjadi bias menilai kondisi fisik semenjak kita membedakan mana yang good looking mana yang tidak. Seorang teman, penyintas depresi post partum yang berada satu grup WhatsApp dengan saya terlihat sibuk mengeluhkan kondisi fisiknya. Mulai dari wajah yang merah-merah akibat terlalu sering bergesekan dengan masker kain hingga berat badannya yang naik 10 kg padahal tidak sedang hamil. Ia merasa berada ini adalah kondisi fisik terburuk yang pernah ia alami. Sebut saja namanya Nonik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam grup yang berisi sesama ibu, secara garis besar keluhan Nonik ditanggapi dengan tiga cara. Pertama, tanggapan normatif seperti, \u201cAku juga gitu, lho. Peluk, semangat ya.\u201d Lalu yang kedua, kelompok yang mencoba menyemangati dengan menunjukkan kelebihan-kelebihan Nonik. Lalu terakhir, yang ketiga, tanggapan yang ternyata sesuai dengan yang dialami Nonik, \u201cAku juga gitu, dan oleh lingkungan dianggap tukang ngeluh karena hal kecil begini dibesar-besarin dengan alasan masih banyak orang yang jauh lebih buluk dan gemuk dan baik-baik saja.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada tanggapan negatif karena grup itu memang group support untuk sesama ibu menyusui. Jadi kami terbiasa selalu memberi dukungan positif yang nggak beracun. Meskipun demikian, saya tertegun pada jenis tanggapan ketiga. Saya menimpali, \u201cYa gitu, apalagi kalau curhatan soal fisik kita bawa ke medsos, dan apesnya, jika kita adalah golongan dengan fisik yang dianggap di atas rata-rata standar kecantikan ideal alias good looking. Repot wis.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">***<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perihal kenaikan berat badan pada siapa pun yang sudah memasuki usia 30 tahun ke atas sebenarnya wajar saja. Apalagi di masa pandemi, yang membuat segala kegiatan dilakukan terbatas di rumah. Ditambah lagi, saat stress, tubuh akan mencari gula, baik dalam bentuk karbohidrat maupun minuman manis. Maka, wajarlah jika kenaikan berat badan selama pandemi dialami oleh banyak orang, tak hanya Nonik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, perasaan yang dialami Nonik, bukanlah perasaan yang umum untuk dipahami oleh semua orang. Hanya sebagian kecil yang bisa memahami curhatan Nonik. Capek lho, berusaha menjelaskan perasaan kita sampai dipahami betul oleh lawan bicara. Maka, ketika beberapa ibu berusaha membuatnya mengingat hal-hal positif dalam dirinya. Ia hanya menjawab, \u201cYa I know. Thank you. I just have to face it off.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai catatan, Nonik ini aktif dalam beberapa organisasi support untuk ibu, kadang mengisi webinar sebagai narasumber penyintas depresi post partum, pengetahuan soal make up dan skincare juga mumpuni sehingga kadang dipercaya mengisi webinar soal skincare dan make up. Nonik adalah sosok ibu muda yang cerdas dan aktif. Secara fisik pun juga berpostur bak model. Tidak terlihat adanya kekurangan fisik dan non fisik yang layak dikeluhkannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembicaraan dalam grup pun diangkatnya ke status media sosial. Di sana ia kembali menjelaskan bahwa kondisinya saat ini adalah kondisi terburuk yang dialaminya. Ia tidak sedang lupa tentang segala skill-nya, tentang wajah ayunya, tentang posturnya yang tetap body goals buat orang lain. Ia hanya berusaha mengomunikasikan bahwa siapa pun berhak menyuarakan ketidaknyamanannya. Ia hanya butuh menceritakan untuk kemudian kembali menghadapi dirinya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yang sering merasa sepertinya pun berpikir, dunia ini memang sering kali tidak adil pada perempuan yang berpenampilan fisik di bawah rata-rata, tapi dunia juga tak kalah kejam pada perempuan yang sebut saja good looking. Selain tak boleh mengeluh, perempuan good looking juga sering diberi label dengan stigma bodoh. Kaya lupa aja lho, kalau Dian Sastro eksis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi mitos bahwa berat badan naik adalah tanda bahagia. Ya, bahagia kalau si empunya tubuh memang secara sadar ingin beratnya bertambah, kalau tidak? Kenaikan berat badan memang wajar dialami oleh siapa pun sejak memasuki usia 30 tahun. Pada perempuan yang sudah punya anak, dianggap wajar karena yah bisa sisa kenaikan berat badan selama hamil yang tak kunjung turun, pokoknya lumrah lah namanya juga sudah ibu-ibu. Tapi, ya nggak melulu tanda bahagia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal kita juga tahu, di luar sana banyak sekali yang mengeluh saat berat badannya bertambah. Tak peduli dia punya tubuh seideal apa pun menurut kacamata orang lain, selalu ada orang yang mengeluhkan kenaikan berat badan yang tak dikehendakinya, seperti Nonik. Mengapa orang yang menurut kita sudah sangat ideal tidak boleh mengeluh hanya karena kita merasa masih punya banyak hal nggak oke yang lebih bisa kita keluhkan? Kita agak lebih keren darinya karena tidak mengeluh, begitukah?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Postingan Nonik di media sosial, ditanggapi dengan banyak dukungan positif untuknya supaya mampu berjuang melawan pikiran buruknya sendiri. Salah satu yang menarik adalah komentar dari <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/penulis\/lya\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mbak Lya Fahmi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, psikolog yang juga menulis di Mojok dan pernah ngobrol soal kesehatan mental bersama <\/span><a href=\"https:\/\/youtu.be\/tYV4jk5Yq8A\"><span style=\"font-weight: 400;\">kepala suku Mojok<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Mbak Lya Fahmi bilang, \u201cOur emotional and thinking process are very private, Kak. Apa pun yang kamu pikirkan dan kamu rasakan adalah VALID! #nodebate.\u201d<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cara-menikmati-hidup-walau-terlahir-nggak-good-looking\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"> Cara Menikmati Hidup walau Terlahir Nggak Good Looking<\/a> dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/butet-rachmawati-sailenta-marpaung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Butet Rachmawati Sailenta Marpaung&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:513,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;12&quot;:0}\">Butet Rachmawati Sailenta Marpaung\u00a0<\/span><\/a>lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengapa orang yang menurut kita sudah sangat ideal tidak boleh mengeluh? Apakah good looking juga tidak boleh resah?<\/p>\n","protected":false},"author":1139,"featured_media":100433,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13088],"tags":[7752,1814,122],"class_list":["post-111472","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kecantikan","tag-berat-badan","tag-good-looking","tag-perempuan"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111472","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1139"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111472"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111472\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/100433"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111472"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111472"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111472"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}