{"id":111078,"date":"2021-03-03T06:31:31","date_gmt":"2021-03-02T23:31:31","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=111078"},"modified":"2021-03-02T16:20:29","modified_gmt":"2021-03-02T09:20:29","slug":"panduan-misuh-jawa-timuran-dijamin-mantap-dan-paten","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/panduan-misuh-jawa-timuran-dijamin-mantap-dan-paten\/","title":{"rendered":"Panduan Misuh Jawa Timuran, Dijamin Mantap dan Paten"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau berbicara tentang salah satu hal yang identik dengan orang Jawa Timuran, misuh adalah jawabannya. Bagi sebagian besar orang Jawa Timur, misuh sudah seperti budaya, yang tidak hanya sebatas umpatan, tetapi bisa jadi ukuran keakraban. Sebenarnya hampir sama dengan daerah lain, misuh juga bisa jadi ukuran keakraban, tetapi bagi orang Jawa Timur, akan selalu terdengar lebih pas dan paten. Atas dasar alasan ini pula, misuh sudah tidak bisa dianggap sebagai hal yang negatif. Kalaupun konteksnya umpatan, itu juga hal yang wajar sebenarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata yang kerap kali digunakan sebagai misuh Jawa Timuran adalah kata \u201cjancok\u201d. Ada juga kata lain seperti \u201cgateli\u201d yang kerap dipakai orang Surabaya, atau \u201ckirik\u201d yang sama seperti misuh \u201casu\u201d atau \u201canjing\u201d, tentunya dengan versi yang lebih keras. Tetapi, \u201cjancok\u201d masih menjadi primadona misuh Jawa Timuran. Tentu dengan dialek, pengucapan, dan bunyi yang berbeda-beda. Ada yang mengganti huruf pertama dengan huruf \u201cd\u201d menjadi \u201cdancok\u201d, ada juga yang menambah bunnyi \u201ci\u201d setelah huruf pertama menjadi \u201cjiancok\u201d. Ada juga yang memakai tiga huruf terakhir menjai \u201ccok\u201d saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misuh ala Jawa Timuran ini memang paling pantas diucapkan oleh orang Jawa Timur asli. Kalau diucapkan oleh orang di luar Jawa Timur, atau luar Jawa, kadang terdengar kurang pas, kurang mantap, dan kurang paten. Saya cukup sering mendengar orang-orang luar Jawa atau luar Jawa Timur (yang tinggal sementara di Jawa Timur, dan kebanyakan dari Jakarta dan sekitarnya) yang mencoba misuh Jawa Timuran dan justru terdengar aneh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka bilang \u201cjancok\u201d, tetapi tidak ada penekanan di huruf \u201cj\u201d dan huruf \u201ck\u201d di akhir masih terlalu kentara. Padahal harusnya misuh dengan kata \u201cjancok\u201d itu harus ada penekanan di awal, dan huruf \u201ck\u201d di akhir tidak dibaca penuh, alias seperti tanda petik saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, demi menjaga marwah dan ruh misuh ala Jawa Timuran supaya tidak ternodai, saya sebagai orang asli Jawa Timur ingin membagikan sedikit panduan misuh supaya misuhnya lebih mantap dan paten. Tentu biar kalian misuhnya enak dan kami yang mendengarnya juga enak.<\/span><\/p>\n<h4><b>Pertama, meskipun orang Jawa Timur identik dengan misuh, bukan berarti kita misuh setiap saat<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah hal yang perlu dipahami sejak awal bahwa misuh tetap ada pada tempatnya. Kalau sedang mangkel, marah, ya silakan misuh. Kalau sedang ketemu teman lama dan sedang bahagia, ya silakan pakai kata-kata misuh sebagai bentuk keakraban. Intinya, misuh lah pada tempatnya. Kalau asal misuh, apalagi ditujukan pada orang yang tidak kita kenal atau baru kita kenal, ya siap-siap dipukuli.<\/span><\/p>\n<h4><b>Kedua<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><b> perkara tata cara misuh yang pas dan paten<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita ambil contoh kata \u201cjancok\u201d saja karena paling populer. Ingat, pengucapan jancok itu dengan penekanan di huruf \u201cj\u201d awal, lalu di huruf \u201co\u201d dibunyikan seperti \u201co\u201d pada \u201csoto\u201d, lalu di akhir huruf \u201ck\u201d, dibunyikan tidak tegas, alias seperti tanda petik saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba lah diperbaiki, terutama untuk orang-orang yang masih lembek misuhnya. Nah, kalau misalnya merasa \u201cjancok\u201d kurang lega, bisa memakai opsi kedua, yaitu menambahkan huruf \u201ci\u201d setelah huruf \u201cj\u201d menjadi \u201cjiancok\u201d. Biasanya, kata \u201cjiancok\u201d ini dipakai kalau mangkel atau marahnya sudah sampai ubun-ubun.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>Ketiga, perbedaan misuh sebagai umpatan, dan misuh sebagai keakraban<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini lebih pada perbedaan bunyi alias pengucapannya. Kalau misuh sebagai umpatan, nadanya cenderng tinggi, terutama di akhir kata, dan penekanannya seperti poin kedua di atas. MIsalnya kalimat \u201cjancok raimu!\u201d yang sudah jelas sebagai umpatan, ada penekanan di kata \u201cjancok\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau jancok sebagai tanda keakraban, ya diucapkan biasa saja, tanpa ada nada tinggi. Misalnya kalimat, \u201cJancok, apa kabar?\u201d Ini diucapkan dengan nada yang stabil, alias tidak ada nada yang naik atau turun, dan diucapkan tanpa penekanan di kata \u201cjancok\u201d nya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu lah panduan singkat misuh ala Jawa Timuran yang mantap dan paten. Sebenarnya ini perkara mudah kok buat dipelajari. Apalagi kalau sudah terbiasa. Tapi, berhubung masih ada saja yang kurang tepat dan kurang mantap misuhnya, panduan ini saya rasa perlu.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/penggunaan-kata-anjing-dan-goblog-untuk-percakapan-bahasa-sunda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Penggunaan Kata \u2018Anjing\u2019 dan \u2018Goblog\u2019 untuk Percakapan Bahasa Sunda <\/a><\/b><b><\/b><b>dan<\/b><strong>\u00a0tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/iqbal-ar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Iqbal AR<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebenarnya ini perkara mudah kok, tapi berhubung banyak yang lidahnya keseleo saya bikinkan panduan mudah misuh Jawa Timuran.<\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":74165,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[2501,5566,3595],"class_list":["post-111078","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-jawa-timur","tag-mengumpat","tag-misuh"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111078","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111078"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111078\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/74165"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111078"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111078"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111078"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}