{"id":110895,"date":"2021-03-02T09:03:36","date_gmt":"2021-03-02T02:03:36","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=110895"},"modified":"2021-03-02T00:59:40","modified_gmt":"2021-03-01T17:59:40","slug":"tidak-hanya-lagu-pop-atau-balad-lagu-rock-juga-bisa-bikin-kita-menangis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tidak-hanya-lagu-pop-atau-balad-lagu-rock-juga-bisa-bikin-kita-menangis\/","title":{"rendered":"Tidak Hanya Lagu Pop atau Balad, Lagu Rock Juga Bisa Bikin Kita Menangis"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau berbicara hubungan antara lagu dan tangis, lagu bergenre pop atau balad adalah yang paling berkaitan. Nada-nada yang minor, tempo yang pelan, serta lirik yang kadang menyayat hati adalah sebab mengapa lagu pop atau balad sering kali membuat kita menangis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu semacam \u201cIkat Aku di Tulang Belikatmu\u201d dari Sal Priadi atau \u201cPilu Membiru\u201d dari Kunto Aji adalah dua lagu kiwari yang mungkin akan membuat para pendengarnya menangis ketika benar-benar meresapi isi dan makna lagu ini. Ya gimana tidak menangis, liriknya saja sakit gitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, keterkaitan antara lagu dan tangis tidak terbatas dalam lagu pop atau balad saja. Lagu rock kadang juga mampu membuat pendengarnya menangis, tentunya dengan alasan yang bermacam-macam. Ada yang karena isi dan makna lagunya, ada juga yang karena melihat atau mendengar pertama kali secara langsung lagu itu dimainkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suara distorsi dan tempo yang lebih cepat memang tidak bisa menghalangi sebuah lagu rock untuk memicu kesedihan dan tangisan. Ya, meskipun bagi beberapa orang agak aneh kalau melihat ada orang menangis ketika mendengarkan lagu rock, atau menonton band rock manggung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengalaman menangis karena menonton dan mendengarkan lagu rock saya alami sendiri. Beberapa kali saya menonton band-band rock manggung, dan hampir setengahnya saya dibuat menangis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu yang paling berkesan mungkin band Efek Rumah Kaca, bahkan membuat saya menangis dua kali. Pertama, ketika saya pertama kali menonton Efek Rumah Kaca beberapa tahun lalu. Di situ saya menangis karena bersyukur, akhirnya saya bisa menonton Efek Rumah Kaca secara langsung. Bayangkan saja, bertahun-tahun suka dan mendengarkan Efek Rumah Kaca, akhirnya bisa menonton secara langsung, gimana tidak terharu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, ketika Efek Rumah Kaca manggung di Folk Music Festival 2018. Jangan tanya mengapa band rock seperti Efek Rumah Kaca bisa manggung di acara musik folk, saya juga masih heran. Saat itu, entah mengapa saya bisa menangis ketika menonton Efek Rumah Kaca manggung, padahal ini juga bukan yang pertama kali saya menonton.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin memang karena lagu-lagunya. Saat itu Efek Rumah Kaca memainkan lagu \u201cDi Udara\u201d, \u201cSebelah Mata\u201d, \u201cJingga\u201d, dan lagu persembahan untuk Ibu-ibu Kendeng. Mungkin tema-tema lagu itu yang membuat saya menangis karena saya cukup mengikuti isu-isu yang diangkat di lagu tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya Efek Rumah Kaca, band grunge asal Bali, Navicula, juga sempat membuat saya menangis ketika menontonnya secara langsung. Selain karena pertama kali menonton Navicula secara langsung, isi dan makna lagu-lagunya yang mampu membuat saya menangis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu-lagu seperti \u201cBusur Hujan\u201d, \u201cMafia Hukum\u201d, dan \u201cSaat Semua Semakin Cepat, Bali Berani Berhenti\u201d adalah tiga dari sekian banyak lagu yang paling keras dan dalam maknanya. Ya, tidak heran juga ketika kita mengikuti isu-isu sosial politik, keberlangsungan alam, dan keberagaman masyarakat. Lantas kita menangis ketika lagu-lagu di atas dimainkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengalaman saya menangis karena lagu rock tentu tidak hanya sebatas dari band yang pernah saya tonton langsung. Beberapa lagu dari band yang belum pernah saya tonton langsung juga pernah, bahkan sering membuat saya menangis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu \u201cNovember Rain\u201d dari Guns N\u2019 Roses pernah membuat saya menangis ketika saya putus cinta. Lagu \u201cVacant Home\u201d dari Movements juga pernah membuat saya menangis ketika saya sedang jauh dari rumah untuk waktu yang cukup lama. Satu lagu yang pasti membuat saya menangis adalah lagu \u201cTerima Kasih Sudah Sibuk (Nasihat Yang Baik)\u201d dari Melancholic Bitch, band favorit saya sepanjang masa. Lagu yang selalu saya dengarkan ketika saya lelah menjalani hidup ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk dapat menyentuh hati dan perasaan, sebuah lagu memang tidak mengenal genre. Tidak melulu lagu yang kalem, lagu yang keras pun bisa menyentuh hati. Saya cukup yakin bahwa pengalaman saya di atas pasti pernah dialami oleh banyak orang di luar sana: mereka yang juga pernah dibuat menangis oleh lagu rock. Bahkan saya cukup yakin, ada banyak orang di luar sana yang pernah dibuat menangis oleh lagu metal. Jadi, tidak hanya lagu pop atau balad yang bisa membuat kita menangis, lagu rock pun bisa.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/9-lagu-band-pop-punk-indonesia-yang-bisa-bikin-kamu-nangis-sambil-headbang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>9 Lagu Band Pop Punk Indonesia yang Bisa Bikin Kamu Nangis Sambil Headbang<\/strong> <\/a><b><\/b><b>dan<\/b><strong>\u00a0tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/iqbal-ar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Iqbal AR<\/a> lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Suara distorsi dan tempo yang lebih cepat memang tidak bisa menghalangi sebuah lagu rock untuk memicu kesedihan dan tangisan.<\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":111000,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[10916,10915,4567,2699],"class_list":["post-110895","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-balad","tag-lagu-pop","tag-menangis","tag-rock"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110895","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110895"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110895\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111000"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110895"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110895"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110895"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}