{"id":110679,"date":"2021-03-03T13:10:00","date_gmt":"2021-03-03T06:10:00","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=110679"},"modified":"2021-03-03T11:27:55","modified_gmt":"2021-03-03T04:27:55","slug":"bayangkan-jika-lagu-melukis-senja-budi-doremi-itu-ungkapan-tuhan-untuk-kita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bayangkan-jika-lagu-melukis-senja-budi-doremi-itu-ungkapan-tuhan-untuk-kita\/","title":{"rendered":"Bayangkan Jika Lagu &#8216;Melukis Senja&#8217; Budi Doremi Itu Ungkapan Tuhan untuk Kita"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manusia diciptakan dari terang dan gelap, patuh dan maksiat, murni dan keruh, serta segala macam yang saling bertolak. Betapa manusia adalah sebenar-benar interpretasi kesempurnaan yang artinya ketidaksempurnaan, ya kalau keburukan dan kebaikan dinilai sebagai sebuah nilai plus dan minus. Sekarang kita bayangkan jika lagu Budi Doremi yang berjudul \u201cMelukis Senja\u201d diputar pelan dan masuk ke gendang telinga kita.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan, jika lirik di dalamnya adalah ungkapan kecintaan Tuhan untuk makhluknya. Lagu yang liriknya khusus diciptakan untuk menemani hari-harimu sebagai manusia.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aku mengerti perjalanan hidup yang kini kau lalui<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aku berharap, meski berat kau tak merasa sendiri<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kau telah berjuang, menaklukan hari-hari mu yang tak mudah<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Biar ku menemanimu<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Membasuh lelah mu\u2026<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ah, seandainya \u201cMelukis Senja\u201d memang sebuah puisi dari Tuhan untuk yang sedang bersedih. Betapa Tuhan memang Mahatahu. Mengetahui betapa pedih harimu belakangan ini. Sampai-sampai kamu bilang bukan belakangan ini saja, tapi hampir seluruh hidup sepertinya banyak merepotkan saraf air matamu untuk bekerja. Meski terkadang kau abaikan, Tuhan bilang Dia menemanimu, tidak membiarkanmu sendiri menghabiskan air matamu. Dia ikut menghitungnya dan memberikan rasa lega setelah kau loloskan air matamu sedikit demi sedikit.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Izinkan ku lukis senja<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mengukir namamu di sana<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengar kamu bercerita<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Menangis tertawa<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Senja itu terjadi hanya sekian menit setelah matahari terbenam. Tuhan menciptakan waktu singkat itu, beserta warna langitnya yang redup untuk memperlihatkanmu bahwa menangis itu sebuah redup hidup yang sementara. Hanya bertahan sesaat. Begitu juga tertawa. Setelah kegelapan selesai, kamu akan bertemu juga dengan keindahan pagi dan cerahnya siang. Saatnya kamu tertawa. Dan kalau hari terus berjalan, jangan lengah. Sadari kalau waktunya kamu harus merenungi sesuatu. Tentang tawamu tadi, apakah ada yang melukai?<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Biar ku lukis malam<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bawa kamu bintang-bintang<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tuk temanimu yang terluka<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga kau bahagia<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah senja, Tuhan ciptakan malam yang gelap. Semakin menuju ke tengah, langitnya akan semakin pekat. Bukti manusia benar-benar punya suatu pengalaman yang membuat batinnya berdarah-darah. Lukanya dalam dan sulit sembuh. Lalu Tuhan menciptakan bintang di mana obat hatimu ada di sana. Tuhan membawakanmu bintang dan kamu harus membuka matamu yang sibuk dengan air mata itu agar mampu melihatnya dan menggapainya. Kamu juga berusaha untuk bangun menyambut pagi karena malam tidak selamanya. Pagi menyambut dan kamu boleh bahagia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seandainya lirik lagu \u201cMelukis Senja\u201d ini adalah ungkapan Tuhan pada makhluk-Nya, rasanya sungguh pas. Dia melihat seluruh sabar dan buru-burumu. Memandang seluruh letih dan semangatmu. Memperhatikan seluruh sesenggukan dan cekikikanmu. Meski lagu yang didendangkan milik Budi Doremi ini bukan terkesan lagu yang religius, namun liriknya justru mampu membuat saya berimajinasi akan ketuhanan. Tidak ada Tuhan yang meninggalkan makhluk-Nya, maka saya rasa romantisnya lirik lagu \u201cMelukis Senja\u201d juga dapat dimaknai sebagaimana hubungan manusia dengan pencipta yang ia yakini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi semua kembali padamu, kembali kepada kita sebagai manusia. Apakah kamu mempersilakan Dia menemanimu atau tidak. Kalau bersedia, Dia ada. Kalau tidak, ya sudah. Dia akan tetap menciptakan pagi, siang, senja, dan malam buatmu.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tafsir-sufistik-lagu-lagu-letto-dialog-intim-dan-mesra-antara-hamba-dengan-tuhannya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"> Tafsir Sufistik Lagu-lagu Letto. Dialog Intim nan Mesra Antara Hamba dan Tuhannya <\/a><\/strong><strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/maharlika-igarani\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Maharlika Igarani<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><em><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ah, seandainya \u201cMelukis Senja\u201d memang sebuah puisi dari Tuhan untuk yang sedang bersedih.<\/p>\n","protected":false},"author":840,"featured_media":4205,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[78,10,5526,6555],"class_list":["post-110679","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-agama","tag-lirik-lagu","tag-religius","tag-sufi"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110679","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/840"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110679"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110679\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4205"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110679"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110679"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110679"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}