{"id":110668,"date":"2021-03-01T12:05:58","date_gmt":"2021-03-01T05:05:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=110668"},"modified":"2021-03-01T11:59:59","modified_gmt":"2021-03-01T04:59:59","slug":"vinsmoke-sanji-bukan-beban-dan-sangat-wajar-jika-pria-meminta-tolong-pada-wanita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/vinsmoke-sanji-bukan-beban-dan-sangat-wajar-jika-pria-meminta-tolong-pada-wanita\/","title":{"rendered":"Vinsmoke Sanji Bukan Beban, dan Sangat Wajar Jika Pria Meminta Tolong pada Wanita"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memang lebih enak diikuti daripada adaptasi animenya. Kita sudah sama-sama tahulah mengapa demikian dan tak perlu diperjelas. Maka, melalui tulisan ini saya akan membahas manga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terbaru, yaitu chapter 1005 yang berjudul &#8220;Anak Iblis&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum lanjut, bagi kalian jamaah anime-only yang ketinggalan rakaat ini, mending baca tulisan di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang lain dulu, ya. Soalnya akan banyak spoiler di pragraf-paragraf berikutnya. Tapi, kalau ngeyel ya nggak apa-apa, artinya kamu sangat menghayati sifat Luffy.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oke lanjut. Nah, saya bukan ingin menyorot jalannya peperangan secara luas di Onigashima, melainkan fokus pada koki kita, Vinsmoke Sanji, yang dalam arc Wano Kuni sering diejek dan dicap &#8220;beban&#8221; oleh para fans. Dan di chapter ini adalah puncaknya, saat ia akhirnya berteriak minta tolong kepada Robin untuk diselamatkan dari jeratan Black Maria, bawahan Kaido yang cukup kuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai gambaran, sebelumnya di chapter 1004, Vinsmoke Sanji sudah ditumbangkan dengan mudah karena\u2014ya kita tahu sendiri\u2014falsafah hidupnya yang anti menyerang perempuan. Oleh sebabnya, ia pun diberi pilihan antara dibunuh atau memanggil Robin biar bebas. Meski awalnya ia menolak dengan gagah untuk memanggil Robin karena takut membahayakannya, ia akhirnya minta tolong juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, Sanji tentu akan kehilangan pamornya setelah demikian. Para fans akan lebih parah mengolok-oloknya. Yang melandasi ejekan mereka itu pasti sebuah keheranan, &#8220;Masa sih anggota Trio Monster di bajak laut segagah Topi Jerami sampai minta tolong sama seorang wanita? Nggak banget.&#8221; Apalagi ucapan minta tolongnya sangat tak maskulin, &#8220;Robin-chan, jika kau tak ke sini, mereka akan membunuhku. Selamatkan aku!&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya landasan ejekan mereka sangatlah mudah dipahami, yaitu mengakarnya konsep budaya patriarki di kehidupan sehari-hari. Di mana dominasi maskulinitas harus dikedepankan. Kita sudah terbiasa bahwa seorang lelaki tak pantas berlaku seperti perempuan yang, lemah, gampang menangis, merengek, dan semacamnya sekalipun itu dalam keadaan tertekan. Apalagi meminta bantuan seorang perempuan pula. Maka, jika ada yang berlaku demikian, menurut mereka pantaslah untuk diejek. Bahkan kalau di dunia nyata, kita tahu, ia akan dipanggil &#8220;banci&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari keheranan mereka itu saja sudah bermasalah, sih. Mereka menganggap Vinsmoke Sanji beban hanya didasarkan pada stereotip pada perempuan. Padahal perempuan kan juga setara dengan laki-laki. Hash, ra mashok!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, diangkatnya scene tersebut, menurut saya, bukanlah untuk memperkuat pandangan itu, melainkan usaha Eiichiro Oda untuk menepisnya. Sebuah pandangan purba yang harusnya punah alih-alih terus dilestarikan. Wanokuni boleh saja bernuansa kuno, tapi nilai yang diangkat harus terbarukan. Salah satunya ya lewat scene Sanji minta tolong itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya berpendapat demikian tentu bukan tanpa dasar. Awalnya sih, iya, Oda terkesan mendukung. Di panel setelahnya misalnya, banyak tokoh lain tak percaya Sanji berkata seperti itu. Bahkan Black Maria sendiri dan pasukannya yang awalnya memuji kejantanan Vinsmoke Sanji, pun turut kaget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, di panel lain, teman-teman dari bajak laut Topi Jerami membantahnya dengan tidak mempermasalahkan hal itu seperti yang ditunjukkan tokoh lainnya itu. Nami misalnya, sangat mengerti kondisi Sanji bahwa lawannya pasti seorang wanita sehingga seperti itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari itu saja kita bisa melihat bahwa Oda ingin menunjukkan bahwa seorang lelaki sangatlah wajar untuk menangis, bahkan meminta tolong saat tak sanggup lagi. Dan, oleh sebab meminta tolong kepada seorang perempuan, Oda juga ingin menunjukkan kesetaraan gender. Bahwa lelaki juga wajar minta tolong pada wanita, layaknya saat meminta tolong pada rekan lelaki yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, yang lebih menegaskan itu semua adalah reaksi Robin setelahnya, yang datang dengan menampar pipi Black Maria dengan jurus Gigantesco Mano. Ya, saat itu ia yang datang bak juru selamat, sumringah karena dipercaya oleh Sanji. Ia bilang, &#8220;Terima kasih sudah mengandalkanku. Aku senang sekali.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, melalui perkataan Robin itu kita bisa menyimpulkan dua hal sekaligus. Pertama, bahwa pada akhirnya lelaki tak masalah meminta tolong ke perempuan. Kedua, perempuan akan senang jika bisa diandalkan dan dipercaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah jelas sekali bukan apa yang ingin ditunjukkan Oda? Bahwa ini bukan sekadar ikatan persahabatan yang saling menolong. Lebih dari itu, adalah hal mendasar bahwa, sekali lagi, <\/span><b>seorang lelaki sangat wajar menangis dan meminta tolong bahkan kepada seorang wanita! Dan ini hal yang sangat normal!!!<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, kepada para fans <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang bacot pada lelaku Sanji, mending sudahilah ejekan kalian. Fans kok nggak bisa nangkep apa yang ingin idolanya sampaikan, padahal sudah jelas banget!!! Goblok!<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: YouTube <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?app=desktop&amp;v=aQKa730POG4\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Joy_Boy Theories<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/studio-mappa-bungkam-bacot-netizen-dengan-eksekusi-ciamik-episode-7-aot\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Studio MAPPA Bungkam Bacot Netizen dengan Eksekusi Ciamik Episode 7 AoT\u00a0<\/a>atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/fadlir-rahman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Fadlir Nyarmi Rahman<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282136338016&amp;text&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Robin-chan, save me!<\/p>\n","protected":false},"author":933,"featured_media":110883,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[2583,10906],"class_list":["post-110668","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-one-piece","tag-vinsmoke-sanji"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110668","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/933"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110668"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110668\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/110883"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110668"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110668"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110668"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}