{"id":110122,"date":"2021-02-26T06:36:10","date_gmt":"2021-02-25T23:36:10","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=110122"},"modified":"2022-01-06T17:03:59","modified_gmt":"2022-01-06T10:03:59","slug":"para-penyembah-tembok-dan-konsep-agama-dalam-attack-on-titan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/para-penyembah-tembok-dan-konsep-agama-dalam-attack-on-titan\/","title":{"rendered":"Para Penyembah Tembok dan Konsep Agama dalam &#8216;Attack on Titan&#8217;"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemuka agama di pulau paradis menutupi fakta-fakta bahwa tembok yang dibangun di sana ternyata berbahan dasar titan Colossus yang yang jumlahnya tak terhitung. Singkat cerita, konsep agama di bangsa Eldia itu agak absurd. Tuhan yang disembah di Pulau Paradis adalah tembok, iya tembok. Tembok yang dianggap melindungi mereka dari serangan titan, tembok pulalah yang dianggap sebagai sebuah kekuatan yang lebih tinggi dari manusia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tembok raksasa itu dibangun oleh raja eldia ke-145 Karl Marx eh Karl Fritz maksud saya. Meski dianggap pelindung dari serangan titan, nyatanya tembok itu dibangun oleh Raja Fritz untuk menghindari konflik dengan bangsa Marley yang berhasil merebut 7 dari 9 kekuatan titan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Total ada tembok besar yang mengelilingi Paradis. Tembok Maria yang tingginya 50 meter merupakan tembok terluar di distrik Shiganshina. Tembok ini pernah dijebol oleh titan Colossal, namun berhasil kembali ditutup oleh Eren.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tembok Rose yang merupakan tembok terluar kedua juga memiliki ketinggian 50 meter. Tembok ini juga pernah dijebol oleh titan Colossal dan berhasil pula ditutup Eren dengan bantuan para militer. Di dalam tembok ini terdapat beberapa distrik yaitu Distrik Utopia (Utara), Distrik Karanes (Timur), Distrik Trost (Selatan), dan Distrik Krolva (Barat).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tembok Terakhir yang ada di Pulau Paradis merupakan tembok Sina. Tembok ini pun memiliki ketinggian 50 meter. Tembok terdalam ini merupakan tembok yang berguna untuk melindungi raja serta bangsawan Eldia yang ada di pulau paradis, dilindungi langsung oleh para polisi militer di bawah pimpinan Rod Reiss.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah yang merupakan doktrin Raja Eldia di Pulau Paradis juga disebarkan oleh pendeta penyembah tembok. Mereka memiliki rahasia dan pengikut yang banyak secara turun temurun. Pengikut agama penyembah tembok ini bahkan mudah percaya begitu saja dengan doktrin yang diajarkan pemuka agama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lama-kelamaan bau busuk konspirasi tersebut tercium, akhirnya diketahui bahwa alasan tembok itu dipuja adalah karena ada titan di dalamnya dan untuk menutupi konspirasi besar. Salah satu pendeta itu pun akhirnya diculik oleh tim pengintai untuk dimintai penjelasan dan mau membuka mulut tentang sejarah yang ada di balik pembangunan tembok-tembok di Paradis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena dianggap membelot, akhirnya pendeta yang bernama Nick dibunuh oleh polisi militer. Dugaannya adalah polisi militer ditugaskan oleh komplotan raja palsu yang saat itu memegang kendali pemerintahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah terkuak bahwa raja yang berada di singgasana Kerajaan Eldia saat itu merupakan raja palsu. Kita lantas bertanya bagaimana nasib umat penyembah tembok? Apakah mereka menjadi ateis setelah terkuak bahwa ajaran yang dibawanya merupakan sebuah kebohongan dan mengandung konspirasi besar? Bahkan kita tahu semua penyembah tembok itu terlihat begitu fanatik terhadap kepercayaan mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepertinya setelah terkuak, saya menduga para penyembah tembok berubah menjadi penganut paham ateis. Bisa dilihat dari bagaimana mereka akhirnya meninggalkan kepercayaan tentang Tuhan yang memberkahi Tembok itu dan memilih percaya kepada ratu yang baru, kepada kepercayaan bahwa manusia memiliki takdirnya sendiri dan manusia tercipta begitu saja tanpa adanya pencipta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang kesadaran akan Tuhan dan konsep agama di serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Attack on Titan <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tidak sepenuhnya dipahami oleh masyarakat di Pulau Paradis. Kesadaran itu baru didapatkan ketika orang-orang dari luar Pulau Paradis datang untuk bergabung bersama bangsa Eldia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita tahu pertanyaan rasis yang dilontarkan kepada Onyankopon \u201cKenapa kulitmu sangat gelap?\u201d Onyankopon pun menjelaskan tentang Tuhan dan penciptaan manusia yang berbeda-beda. \u201cPencipta kita pernah berpikir, \u2018Bukankah akan menyenangkan jika ada lebih banyak jenis manusia di muka bumi ini.\u2019 Dan jawabannya \u2018Kami ada di dunia ini karena ada yang menciptakan kami.\u2019\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah pemicu dari munculnya sebuah konsep agama dan ketuhanan di serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Attack on Titan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Jawaban Onyankopon yang filosofis membuka kesadaran bangsa Eldia di Pulau Paradis saat itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bangsa Eldia seperti makhluk gua yang baru mengenal konsep agama dan penciptaan. Mereka seperti makhluk purba yang lama-kelamaan memiliki waktu luang akibat munculnya konsep memasak makanan yang dibakar di atas api, membuat pengolahan makanan lebih cepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Armin yang cerdas pun bertanya ke Onyankopon \u201cLalu, siapa yang menciptakan kita?\u201d kemudian dijawab lagi oleh onyankopon \u201cDia adalah yang memberikan kekuatan founding Titan kepada Ymir, Tuhan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan dan jawaban filosofis seharusnya bukan hanya milik bangsa Eldia dan makhluk gua. Kita manusia modern juga perlu mempertanyakan itu untuk memperkuat keimanan kita kepada Tuhan yang telah menciptakan alam semesta ini. Bukan malah menjauhi dan menghindarkan pertanyaan seperti ini. Kita terlalu lama terjebak dalam rutinitas industri yang membuat kita terlelap dalam pencarian uang. Bahkan dari nonton anime saja kita bisa kembali belajar soal konsep agama dan Tuhan. Mantap sekali.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kaum-eldia-di-serial-attack-on-titan-memang-layak-dibenci-didiskriminasi-dan-terus-dianggap-iblis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Kaum Eldia di Serial \u2018Attack on Titan\u2019 Memang Layak Dibenci, Didiskriminasi, dan Terus Dianggap Iblis<\/a><\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282136338016&amp;text&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em>di sini.<\/em><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kesadaran akan Tuhan dan konsep agama di serial Attack on Titan tidak sepenuhnya dipahami. Mereka cenderung tidak ada waktu untuk berpikir.<\/p>\n","protected":false},"author":1428,"featured_media":109101,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12908],"tags":[78,5917],"class_list":["post-110122","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-anime","tag-agama","tag-attack-on-titan"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110122","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1428"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110122"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110122\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109101"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110122"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110122"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110122"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}