{"id":110116,"date":"2021-02-28T06:29:49","date_gmt":"2021-02-27T23:29:49","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=110116"},"modified":"2021-02-26T18:03:43","modified_gmt":"2021-02-26T11:03:43","slug":"5-tipe-respons-bos-saat-dipamiti-karyawannya-untuk-mengikuti-seleksi-cpns","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-tipe-respons-bos-saat-dipamiti-karyawannya-untuk-mengikuti-seleksi-cpns\/","title":{"rendered":"5 Tipe Respons Bos saat Dipamiti Karyawannya untuk Mengikuti Seleksi CPNS"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Katanya sih, bulan Maret akan ada seleksi CPNS lagi atau yang lebih general kita sebut sebagai penerimaan ASN. Seleksi kali ini cukup berbeda dari biasanya karena ada formasi P3K. Walaupun demikian, seleksi kali ini pasti memiliki kesamaan dengan kali sebelumnya: jumlah peserta yang membludak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya orang yang sudah bekerja ini tergiur mengikuti seleksi CPNS karena tiga hal. Untuk coba-coba, karena pekerjaan sebelumnya kurang menyejahterakan, atau memenuhi keinginan orang tua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa pun alasannya, semua orang berhak ikut seleksi CPNS. Tapi, mereka yang sebelumnya sudah bekerja dan memutuskan ikut seleksi tentu kadang merasa gamang. Pasalnya, si bos di tempat karyawan bekerja, sedikit banyak akan merasa kehilangan jika karyawannya hendak resign. Apalagi jika karyawannya ini memiliki reputasi yang baik. Mari kita mengira-ngira seperti apa bosmu kalau kamu ikut seleksi CPNS.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Bos yang baik hati dan selalu mendukung<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sungguh beruntung jika kalian mendapat bos tipe satu ini. Sebetulnya saya jarang sekali menjumpai bos tipe ini. Tapi, nyatanya, kawan saya juga ada yang punya bos yang baik begini. Kebetulan kawan saya itu adalah pengajar honorer di SD A. Lalu saat ada pembukaan seleksi CPNS ternyata ada formasi guru di SD A tersebut. Ketika kawan saya memutuskan untuk mendaftar, ya tentu saja si bos dengan senang hati mendukung niat baiknya. Alih-alih takut kehilangan karyawan, si bos justru mendukung agar karyawannya mendapat pekerjaan yang lebih baik.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Bos yang kelihatannya mendukung, tapi\u2026.<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau yang ini dialami oleh kawan saya di instansi swasta. Kawan saya sudah berbaik hati izin kepada bos untuk mengikuti seleksi ASN. Si bos mendukung sih, tapi\u2026 ah, lebih baik saya kutip kalimatnya, ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSilakan saja, saya tidak melarang. Memangnya kamu bisa lolos dan mengalahkan ratusan pelamar lain?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitulah kira-kira jawaban dari si bos. Emang membuat hati dongkol, ya. Seolah meremehkan kapasitas karyawannya sendiri. Mbok yo, meskipun itu nyata jangan diungkapkan gitu, dong. Mematahkan semangat aja nih si bos.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Bos yang mengizinkan, tapi syarat dan ketentuan berlaku<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengalaman ini dirasakan oleh kawan saya yang mengajar di sekolah swasta. Si bos tetap ramah dan ikut menanyakan perkembangan seleksi CPNS yang diikuti oleh kawan saya. Hati kawan saya berbunga-bunga karena mendapat dukungan dari si Bos.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tibalah saatnya, kawan saya benar-benar berpamitan karena telah lolos. Si bos juga dengan ramah melepasnya pergi. Masalah terjadi saat kawan saya mengambil gaji bulan terakhir, ia bekerja secara penuh di bulan terakhir. Tapi, ia hanya mendapat 25% dari gajinya. Sebuah prank yang sangat halus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah contoh karakter bos yang baik, tapi syarat dan ketentuan berlaku. Pada beberapa kantor, ada juga yang menerapkan sanksi berupa potong gaji satu atau tiga bulan terakhir. Bagaimanapun, bos tipe ini masih lebih baik daripada tipe lima yang akan saya jelaskan.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Bos yang tak lagi menganggapmu sebagai manusia<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yak, bila kalian mendapat bos tipe ini kalian harus punya benteng pertahanan yang cukup kuat. Percayalah, kalian tetap melakukan hal yang benar ketika memutuskan untuk minta izin dan berpamitan untuk mengikuti tes seleksi CPNS atau seleksi ASN. Kalau berani minta izin, kalian sebenarnya telah melakukan hal yang sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya. Kira-kira begitu kalau eyang Pramoedya yang menasihati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkara si bos sudah tak lagi menganggapmu sebagai karyawan kesayangannya seperti sedia kala, kamu harus kuat mental. Jika biasanya si bos selalu membangga-banggakan kinerjamu di depan karyawan lain, bisa jadi setelah kamu berpamitan kamu tak lagi dianggap ada di sana. Menyapa pun tidak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak perlu sakit hati atau cengeng jika kalian melewati fase ini. Kalian harus sadar, perilaku si bos disebabkan oleh besarnya rasa sayang sama kalian. Rasa takut akan kehilangan kalian adalah penyebab si bos melakukan hal seperti itu.<\/span><\/p>\n<h4><b>#5 Bos yang langsung men-drop out karyawannya<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tragis. Kiranya seperti itulah nasib yang dialami sebagian kawan saya ketika mendapat bos tipe lima. Pasalnya, saat baru mendaftar saja, belum tentu ia lolos tes, ia sudah dipanggil sama si bos di ruang tertutup. Persis seperti interogasi polisi kepada tersangka kasus pencurian kayu bakar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Si bos langsung memberi pilihan telak, mau lanjut proses seleksi CPNS dengan konsekuensi angkat kaki sekarang juga atau membatalkan semuanya dan ia bisa kembali bekerja dengan nyaman bersama si bos. Wah, tentu saja lemes dong si karyawan. Ia kan masih butuh pekerjaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ah, kenapa saya jadi emosi yang sampai di sini. Masalahnya jika perusahaan atau instansi ini bisa menyejahterakan karyawannya sih, maklum ya. Tapi, kalau kantornya saja amburadul, karyawan tidak sejahtera, tapi tuntutannya banyak, ya gimana ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, saya punya ide yang sedikit nakal ketika berhadapan dengan si bos tipe ngawuran ini. Ketika kalian ditanya dan diberi pilihan berat itu, bilang saja apa adanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bilang kalau kalian masih pengin kerja di situ. Ya, kan cuma pengin. Perkara di belakang jika kalian mau lanjut tes ya boleh-boleh saja, dong. Kan tadi cuma pengin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nanti jika ketahuan karena lolos seleksi, tinggal bilang aja, \u201cMaaf, Bos. Saya khilaf. Saya masih pengin kerja di sini, tapi juga pengen ikut seleksi ASN.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bos tipe lima inilah yang paling layak dikenang sepanjang masa, loh. Jarang-jarang ada Bos yang begitu sayangnya sama karyawannya sampai segalak ini. Ya, kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya ada satu lagi, sih. Yaitu tipe bos yang sudah menahan ijazahmu sejak awal masuk kerja. Tapi, sepertinya saya tak perlu membahas hal ini. Kenapa? Ya jelas karena nggak ada solusi, lah. Bukan salah kalian, kok, sudah memilih pekerjaan dengan syarat tahan ijazah. Saya maklum Bro, hidup itu keras. Mari kita lunakkan dengan sedikit berjoget dan minum kopi.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangan-asal-pilih-lokasi-demi-lolos-seleksi-asn-nanti-nyesel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Jangan Asal Pilih Lokasi demi Lolos Seleksi ASN, Nanti Nyesel<\/a> <\/strong><strong>atau tulisan\u00a0<span data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Rezha Rizqy Novitasary&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:4737,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;10&quot;:2,&quot;12&quot;:0,&quot;15&quot;:&quot;Arial&quot;}\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/rezha-rizqy-novitasary\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Rezha Rizqy Novitasary<\/a>\u00a0<\/span>lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hidup itu keras, Bro. Mau seleksi CPNS biar pekerjaan lebih menjanjikan saja kendalanya banyak. Seperti bos yang nggak kooperatif.<\/p>\n","protected":false},"author":1243,"featured_media":27090,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[9164,837,838,10625],"class_list":["post-110116","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-atasan","tag-bos","tag-karyawan","tag-seleksi-asn"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110116","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1243"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110116"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110116\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27090"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110116"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110116"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110116"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}