{"id":109664,"date":"2021-02-23T12:45:39","date_gmt":"2021-02-23T05:45:39","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=109664"},"modified":"2021-02-23T12:48:33","modified_gmt":"2021-02-23T05:48:33","slug":"macam-macam-teks-tertawa-beserta-artinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/macam-macam-teks-tertawa-beserta-artinya\/","title":{"rendered":"Macam-macam Teks Tertawa Beserta Artinya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pesan teks sebenarnya adalah media yang ambigu. Kadang satu kata yang diketik bisa memberikan banyak sekali makna. Sering terjadi mis komunikasi di dalam dunia yang fana ini karena tulisan-tulisan yang sayang sekali tidak bisa dilengkapi nada bicara oleh pengirimnya. Misal, ketika menyebut kata \u201canjing\u201d, bagi beberapa orang yang membaca tulisan ini mungkin menganggapnya sebagai kata kasar. Saya sendiri setuju, apabila kata ini diucapkan dengan nada bicara keras dan juga tegas. Tapi, ketika nada bicaranya sambil ditambahi senyuman mungkin itu hanyalah imbuhan dan bercandaan. Jangankan kata \u201canjing\u201d, teks tertawa saja kadang bisa berbeda pemaknaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lain dengan kata &#8220;anjing&#8221;, lain lagi dengan \u201cwkwkwk\u201d, \u201cckckck\u201d, dan semacamnya. Kita sudah ketahui bersama bahwa kata-kata tersebut adalah kata-kata yang sering dipakai untuk mengekspresikan tertawa dalam agenda berkirim pesan teks. Setelah lama berkecimpung dalam dunia berkirim pesan, akhirnya saya bisa paham arti dari masing-masing ekspresi tertawa tersebut.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 \u201cWkwkwk\u201d<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tipe tulisan tertawa yang satu ini menurut saya adalah tertawa formalitas. Sering saya jumpai dalam pergaulan, banyak teman saya yang menggunakan kata ini saat berkirim pesan dengan hapenya, tapi dia tidak benar-benar tertawa. Saya melihat kalau penggunaan \u201cwkwkwk\u201d saat ini tidak lebih dari pengganti tanda titik sebagai akhir kalimat. Sudah, itu saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin akan sedikit berbeda ketika \u201cwkwk\u201d diulang sebanyak dua kali atau tiga kali menjadi \u201cwkwkwk\u201d atau \u201cwkwkwkwkwkwk\u201d maka boleh dibilang, ada sedikit senyum di bibir sang pengirim pesan.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 \u201cCkckck\u201d<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketawa yang ini menurut saya adalah simbol tertawa yang penuh sarkasme ataupun sindiran. Misal dalam sebuah grup WhatsApp ada anggota grup yang memulai gosip dengan mengirim berita terbaru tentang orang yang akan menjadi korban. Maka pasti ada salah satu anggota lain di grup yang menertawakan dengan \u201cckckck\u201d yang berarti menertawakan sekaligus mengejek objek yang menjadi tertawaan itu.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 \u201cHahahahahaha\u201d<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ditanya apa pesan teks yang benar-benar mencerminkan tawa sesungguhnya, ya \u201chahaha\u201d inilah jawabnya. Saya menemukan kesesuaian sekitar 90% di sini. Dari mana angka tersebut didapat? Pokoknya dari sebuah penelitian yang tidak perlu Anda ketahui. Wong anda saja tidak tahu kan dari mana sumber ramalan-ramalan zodiak yang Anda percaya itu kok<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang yang mengetik \u201chahaha\u201d sampai panjang sekali biasanya tertawa karena guyonan ataupun jokes yang dilemparkan di pesan teks sangatlah menggelitik. Biasanya jokes ini belum diketahui banyak orang, jauh dari kata receh, dan menertawakan satu pihak yang benar-benar jadi bulan-bulanan. Ibarat dalam stand-up comedy, \u201chahaha\u201d sama saja dengan Om Indro yang bilang kompor gas.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 \u201cHehe\u201d<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak tahu ini bisa dikategorikan tertawa atau bukan. Kalau bukan di pesan teks, pada kehidupan nyata \u201chehe\u201d sering dipakai oleh orang yang sedang merasa tidak enakan ataupun orang yang lebih rendah posisinya. Senyum agak lebar dengan sedikit cengengesan kemudian keluar suara mirip \u201chehe\u201d dari mulut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah saat berkirim pesan juga sama seperti itu. Biasanya \u201chehe\u201d keluar saat bawahan sedang berkirim pesan dengan atasan. Bisa juga keluar saat orang ingin mengemukakan pendapatnya di grup tapi takut salah. Bisa juga keluar untuk memperhalus suatu permintaan. Misal, \u201cPak, besok saya izin tidak masuk kantor ya. Hehe.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah macam-macam tertawa pada pesan teks. Maaf kalau saya tidak memasukkan ROTFL karena saya tidak pernah melihat ada orang pegang hape ngakak guling-guling.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA Menebak Karakter Orang dari Caranya Ketawa di Media Sosial<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada macam-macam tertawa pada pesan teks. Tapi maaf kalau saya tidak memasukkan ROTFL, soalnya nggak masuk akal.<\/p>\n","protected":false},"author":1421,"featured_media":1927,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[305,512],"class_list":["post-109664","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-chatting","tag-tertawalah-sebelum-dilarang"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109664","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1421"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109664"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109664\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1927"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109664"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109664"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109664"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}