{"id":109452,"date":"2021-02-23T09:01:36","date_gmt":"2021-02-23T02:01:36","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=109452"},"modified":"2021-02-22T22:11:43","modified_gmt":"2021-02-22T15:11:43","slug":"novel-18-adalah-bacaan-pertama-saya-karena-saking-minimnya-akses-literasi-di-kota-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/novel-18-adalah-bacaan-pertama-saya-karena-saking-minimnya-akses-literasi-di-kota-ini\/","title":{"rendered":"Novel 18+ Adalah Bacaan Pertama Saya karena Saking Minimnya Akses Literasi di Kota Ini"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak di sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama, saya tidak pernah tau bahwa di dunia ini ada banyak jenis buku yang bisa dibaca selain buku cetak pelajaran sekolah dan Lembar Kerja Siswa (LKS).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebetulnya saat itu, di SD saya ada perpustakaannya. Ia dibangun ketika saya sudah kelas 5. Namun, entah kenapa perpustakaan tersebut selalu tutup. Ia hanya dibuka saat ada orang-orang berbaju dinas lain selain guru-guru yang datang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau mereka datang, barulah kami disuruh masuk ke perpustakaan yang di dalamnya banyak buku bergambar dan tersusun rapi di rak yang masih bau pernis cat. Namun, itu hanya beberapa kali. Setelah itu kami tidak pernah diberikan izin untuk masuk lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata salah satu guru, nanti buku-bukunya bisa dirusak sama anak-anak yang nggak terbiasa dengan buku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa itu minat baca dan literasi? Boro-boro mau baca komik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Conan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Harry Potter<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ala anak-anak remaja perkotaan, sentuh buku cerita bergambar saja kami jarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Syukurnya pada 2012, saat saya naik ke kelas dua SMP, ramalan Mama Laurent soal kiamat dunia keliru. Andai betul, barangkali saya tidak akan pernah kenal yang namanya novel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika SMP, ada sepupu saya, sebut saja Fai, dia diterima di salah satu kampus negeri di Makassar, jurusan Sastra Indonesia. Lantaran memilih jurusan itu, mau tidak mau dia harus baca banyak buku. Sepupu saya inilah yang berjasa terhadap awal mula saya menamatkan bacaan pertama saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kala itu, Fai membawa sekarton penuh beragam buku ke kampung saya yang jaraknya semalaman naik bus dari Makassar. Saya bongkar-bongkar karton itu, eh ketemu sama satu buku berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Baby Proposal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang belakangan saya tau ditulis oleh Dahlian dan Gielda Latifa. Dulu saya kira, ini buku anak-anak karena ada kata &#8220;baby&#8221;<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">di judulnya. Selain itu, di sampulnya ada gambar pita merah. Jelas bikin saya penasaran, dong. Saya buka buku tersebut perlahan-lahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya baca kalimat demi kalimat, wah menarik! Buku itu tentang perempuan bernama Karina dan laki-laki bernama Daniel yang bertemu dalam pesta di atas kapal. Singkat cerita, mereka bertemu dan berproses bikin<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">baby<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">bersama. Ah, sudahlah, detailnya saya lupa. Sungguh!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat sampai di bagian bikin baby, saya kaget. Wuih, isinya, kok, begini? Saya takut berdosa karena baca cerita seperti itu. Akan tetapi, saya sebagai remaja tanggung yang rasa ingin tahunya sedang menggebu-gebu, ya, saya lanjutkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memulai bacaan perdana ini sungguh tidak mudah. Saya harus datang ke rumah Fai di siang hari saat seisi rumah sedang tidur siang. Saya khawatir saja kalau ada yang lihat saya baca buku novel 18+ itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sensasi membaca secara sembunyi-bunyi semakin menarik ketika saya sampai pada bagian inti cerita. Tepatnya, ketika si Karina dan Daniel yang awalnya nggak kenal bisa saling suka karena selalu bersama dalam proses merawat jabang bayi di kandungan Karina.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurang dari seminggu, novel<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Baby Proposal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> saya tuntaskan. Keren rasanya bisa baca novel 331 halaman dalam beberapa hari. Seingat saya kala itu, tidak ada teman sepantaran saya di kampung yang punya aktivitas membaca buku, novel lagi!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak mau berakhir bangga dan girang sendiri, diam-diam saya bawa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Baby Proposal <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">alias novel 18+ tersebut <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ke sekolah dan menceritakan kisah di dalamnya kepada teman-teman perempuan di kelas. Kebanggaan saya bertambah lagi, semua mata mereka berbinar memandangi saya menceritakan isi novel 18+ itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sengaja menceritakan kisah romantis Karina dan Daniel di awal. Lalu saat mereka berlomba ingin pinjam novelnya, saya patahkan harapan berlebih mereka dengan bilang bahwa novel ini ada cerita bikin anak bayinya. Ternyata, beberapa di antara mereka justru tidak masalah dengan itu. Jadilah, novel <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Baby Proposal <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dibaca oleh angkatan remaja tanggung di kelas saya satu demi satu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka juga sama dengan saya: baru merasakan aktivitas <a href=\"https:\/\/mojok.co\/ibj\/esai\/buku-buku-di-2016-yang-menyenangkan-hati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">membaca buku<\/a> lain selain buku pelajaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Baby Proposal,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> libur semester berikutnya Fai datang lagi dengan sekarton novel Islami, seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika Cinta Bertasbih<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/tirto.id\/q\/ayat-ayat-cinta-kso\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"> Ayat-ayat Cinta<\/a>.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Aktivitas membaca saya terus berlanjut ke novel-novel itu, lalu membawanya lagi ke sekolah untuk digilir ke teman-teman. Begitu seterusnya. Apa pun yang Fai bawa dari Makassar, apa pun genrenya, saya dan teman-teman sekolah akan bergantian membacanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sembilan tahun berlalu sejak masa menggebu-gebu remaja tanggung tadi, saya kini sudah tinggal dan kuliah di Makassar juga. Berjumpalah saya dengan angkatan remaja di kota ini yang menghabiskan masa remaja mereka dengan membaca <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Conan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Harry Potter<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Agak minder juga rasanya tidak bisa bergabung dalam obrolan mereka. Padahal, saya baru akan memamerkan kebiasaan membaca saya yang rupanya nggak ada apa-apanya dibanding mereka: yang akhir pekannya dipakai ke toko buku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, kalau dipikir-pikir beginilah contoh kesenjangan kesempatan terhadap akses bacaan remaja di pelosok nusantara. Seperti saya dengan mereka yang tinggal di wilayah yang ada toko bukunya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun begitu, bagaimanapun hal ini perlu disyukuri. Setidaknya saya sudah mulai membaca saat remaja. Jadi, untuk kamu yang juga punya pengalaman menumbuhkan minat baca melalui novel 18+, tenang, kamu nggak sendirian, kok!<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/max-havelaar-novel-yang-harus-masuk-dalam-kurikulum-diklat-pns\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">\u2018Max Havelaar\u2019, Novel yang Harus Masuk dalam Kurikulum Diklat PNS<\/a><\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em>di sini.<\/em><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya harus datang ke rumah sepupu saya di siang hari saat seisi rumah sedang tidur. Saya khawatir kalau ada yang lihat saya baca buku novel 18+ itu.<\/p>\n","protected":false},"author":1420,"featured_media":109763,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[10841,10840],"class_list":["post-109452","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bacaan-pertama","tag-novel-18"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109452","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1420"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109452"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109452\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/109763"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109452"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109452"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109452"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}