{"id":109411,"date":"2021-02-23T06:55:02","date_gmt":"2021-02-22T23:55:02","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=109411"},"modified":"2021-02-22T16:08:59","modified_gmt":"2021-02-22T09:08:59","slug":"tips-melayangkan-kritik-pemerintah-tanpa-ditangkap-polisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tips-melayangkan-kritik-pemerintah-tanpa-ditangkap-polisi\/","title":{"rendered":"Tips Melayangkan Kritik Pemerintah tanpa Ditangkap Polisi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa waktu belakangan kita dikejutkan dengan statemen dari Pak Jokowi yang meminta masyarakat turut aktif dalam mengkritik dan memberi masukan kepada pemerintah. Tapi, masyarakat tetap saja takut untuk melayangkan kritik pemerintah karena emerintah punya pasal <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">karet<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> jitu yaitu UU ITE.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, Pak Jusuf Kalla yang merupakan mantan Wakil Presiden Pak Jokowi pada periode sebelumnya memberi tips kepada masyarakat tentang cara bagaimana mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi. Dikutip dari<\/span><a href=\"https:\/\/www.merdeka.com\/politik\/jk-bagaimana-cara-kritik-pemerintah-tanpa-dipanggil-polisi.html\"> <i><span style=\"font-weight: 400;\">merdeka.com<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Pak JK bilang kalau masyarakat harus menjaga pemerintahan dengan baik dengan cara demokratis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, bagi saya tips mengkritik pemerintah dari Pak JK ini masih berpotensi untuk dipanggil polisi. Sebab menjaga pemerintahan dengan baik di mata aparat polisi dan masyarakat berbeda. Masih bias dan abu-abu. Kritikan yang menurut masyarakat baik belum tentu baik di mata polisi. Apalagi ditambah dengan adanya UU ITE. Huft\u2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu saya punya tips bagi klean yang pengin banget nih melayangkan kritik kepada pemerintah tanpa dipanggil polisi. Saya jamin 100% ini bakalan berhasil!<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Mengkritik dalam hati dan pikiran<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua itu perlu dimulai dalam hati terlebih dahulu. Karena kata guru saya, apa yang dimulai dari hati itu bakalan berkah dan lancar. Maka cobalah berlatih kritik pemerintah dalam hati dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah kalau di poin ini kalian sudah berhasil melakukannya, kita beralih ke point selanjutnya.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Mengkritik di depan cermin<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau sudah mengkritik dalam hati, tentunya kita harus berlatih juga untuk mengekspresikannya nanti. Nah salah satunya ialah dengan berlatih kritik pemerintah di depan cermin. Banyak banget tokoh public speaker<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">menyarankan jika ingin lancar berbicara di depan umum, berlatihlah dahulu di depan cermin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anggap saja seolah-olah cermin itu pemerintah yang akan kita kritik nantinya. Bayangkan para pejabat duduk di singgasananya dan kita rakyat yang akan mengkritiknya. Usahakan di poin ini benar-benar serius. Sebab ini merupakan salah satu penentu agar tidak grogi nantinya.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Ajak teman atau kerabat<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentunya kalau mengkritik depan cermin kita nggak bakal dapat feed back.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu ajaklah teman atau kerabat agar mendengarkan poin-poin kritikan yang akan disampaikan nantinya. Sukur-sukur kalian punya teman atau kerabat yang kuliah di FISIP. Agar poin kritikan kalian semakin maksimal nantinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan mengkritik di hadapan teman atau kerabat, kita bisa melihat juga ekspresi wajah teman atau kerabat kita. Apakah menunjukan ekspresi wajah bosan dan mengantuk, ataukah menunjukan ekspresi wajah yang antusias dan penasaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau menunjukan wajah bosan tentunya kita harus merevisi kritikan tadi dan memperbaiki cara public speaking<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">kita. Dan kalau menunjukan wajah yang antusias tentunya kita sudah tepat dan hanya perlu memaksimalkan di poin-poin kritikan nantinya.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Tulis poin-poin kritikannya<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentunya saat menyampaikan kritikan nggak mau kan nanti poinnya malah melebar dan melantur ke mana-mana. Agar poin itu tidak melebar ke mana-mana, tulislah. Terserah kalian mau tulis di HP atau di buku. Jadi kalau kalian menuliskan, nantinya poin itu akan lebih terstruktur dan rapi. Kritik pemerintah yang begini kan yang dibutuhkan negara demokrasi? Berbeda kalau nggak ditulis, saya yakin poin-poin yang akan disampaikan nantinya akan melebar ke mana-mana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menuliskan poin kritik terhadap pemerntah akan membuat kalian tidak lupa dengan apa yang akan disampaikan nantinya.<\/span><\/p>\n<h4><b>#5 Hapus<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, ini merupakan yang paling penting di antara yang lainnya. Tindakan inilah yang menentukan agar kita tidak ditangkap polisi. Cukup berat saya mengatakannya. Tapi, mau nggak mau harus saya katakan, yaitu \u2026 <\/span><b>hapuslah<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, hapus semua poin-poin kritikan tadi.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Lupakanlah semuanya. Kalian nggak pengin kan mengkritik pemerintah dan tiba-tiba ada tukang bakso bawa HT di depan rumah kalian? Makanya\u2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan yang mengkritik di media sosial saja bisa ditangkap apalagi mau mengkritik langsung. Apalagi setelah ditangkapnya Novel Baswedan beberapa hari setelah Pak Jokowi mengeluarkan statemen tersebut. Makin bimbang lah masyarakat untuk mengkritik pemerintah apa nggak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau mengkritik bakalan ditangkap, kalau nggak mengkritik ya pemerintah bakal begini-begini saja. Jancok tenan!<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-curiga-pakde-jokowi-hidup-di-universe-yang-lain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Saya Curiga Pakde Jokowi Hidup di Universe yang Lain<\/a> atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/rifky-aritama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Rifky Aritama<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282136338016&amp;text&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em>di sini.<\/em><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi saya tips kritik pemerintah dari Pak JK tempo hari ini masih berpotensi untuk dipanggil polisi. Makanya, saya sempurnakan.<\/p>\n","protected":false},"author":926,"featured_media":80379,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-109411","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109411","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/926"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109411"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109411\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/80379"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109411"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109411"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109411"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}