{"id":109246,"date":"2021-02-28T07:17:41","date_gmt":"2021-02-28T00:17:41","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=109246"},"modified":"2021-02-27T23:11:56","modified_gmt":"2021-02-27T16:11:56","slug":"seandainya-naruto-hidup-dengan-minato-namikaze-dan-kushina-uzumaki-hingga-dewasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/seandainya-naruto-hidup-dengan-minato-namikaze-dan-kushina-uzumaki-hingga-dewasa\/","title":{"rendered":"Seandainya Naruto Hidup dengan Minato Namikaze dan Kushina Uzumaki hingga Dewasa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah sedih dalam alur cerita <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Boruto: Naruto Next Generations<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berlanjut. Sebelumnya santer diceritakan bahwa Naruto akan mati. Pada chapter yang baru saja tayang, justru Kurama, musang berekor sembilan yang sejak Naruto bayi disegel dalam badannya, yang mati lebih dulu dan membikin para pembaca setia Naruto sedih dengan kalimat perpisahannya, \u201cHave a good life, Naruto.\u201d Betul-betul menjadi plot twist yang menggemparkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FYI, kisah matinya Kurama sampai menjadi trending di Twitter selama berhari-hari. Warbyasa, warbyasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak awal, cerita yang dilalui oleh Naruto memang selalu punya sisi melow. Bahkan, nggak jarang bikin pembacanya sedih. Hal ini juga tidak bisa dipisahkan dari kenyataan bahwa sejak kecil, Naruto sudah hidup sebatang kara. Yatim-piatu. Lantaran, kedua orang tuanya, Minato Namikaze dan Kushina Uzumaki, saling membantu menyelamatkan Naruto kecil dari amukan Kyuubi di desa Konoha. Meski pada akhirnya, harus mengorbankan diri agar Naruto tetap hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masa kecil Naruto betul-betul nelangsa. Sempat dibilang monster, nggak punya teman, dan kesepian. Hanya ada beberapa orang yang peduli dan tetap memerhatikannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, kalian pernah kepikiran nggak, sih? Gimana kalau alur cerita Naruto dibuat versi paralelnya? Sejak kecil tidak hidup sendirian, tapi dirawat oleh kedua orang tuanya. Mungkin jadinya akan begini:<\/span><\/p>\n<h4>#1 Makan banyak jenis olahan masakan, bisa jadi menu favoritnya bukan ramen<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah diceritakan sejak awal bahwa makanan favorit Naruto adalah ramen. Dikit-dikit ramen. Kalau ditraktir mintanya ramen. Mau traktir orang lain juga ramen. Bahkan, ramen adalah makanan yang direkomendasikan oleh Naruto kepada teman-temannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau saja sejak kecil Naruto masih ditemani oleh Kushina, pasti ada banyak menu masakan yang ia suka. Apalagi Kushina adalah sosok yang bisa masak ini dan itu. Pasti membikin Naruto banyak makan menu masakan berbeda tiap harinya. Nggak mentok di ramen.<\/span><\/p>\n<h4>#2 Bisa fokus belajar jurus-jurus dengan Minato sejak dini<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah sering dibuatkan banyak menu masakan oleh Kushina, Naruto pasti akan belajar banyak jurus-jurus ninja dari Minato Namikaze sejak kecil hingga dewasa. Lah iya dong. Bapaknya itu Hokage keempat yang kemampuannya bukan kaleng-kaleng. Bahkan, menjadi Hokage yang dihormati sekaligus dikagumi oleh penduduk Konoha.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seandainya saja mereka bersama sejak kecil, Naruto pasti akan mendapatkan banyak jurus ninja langsung dari Minato. Nggak perlu ngalor ngidul mencari atau bertemu dengan petapa genit terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<h4>#3 Semasa kecil nggak akan di-bully karena anak-anak lain respek dengan bapaknya<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak kecil, nasib Naruto nggak bagus-bagus amat, karena sering di-bully teman-teman sebayanya. Dibilang monster, nggak punya orang tua, dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal tersebut tentu saja nggak akan sampai terjadi, kalau Minato Namikaze hidup dan hadir dalam masa kecilnya Naruto. Nggak akan ada yang berani bilang monster atau celaan lainnya. Apalagi manggil Naruto dengan nama bapaknya pas lagi main. Pasti nggak akan ada, deh.<\/span><\/p>\n<h4>#4 Ada rasa sungkan melakukan berbagai kenakalan karena harus jaga image ortu<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagaimana anak baik pada umumnya, sudah selayaknya Naruto jadi anak baik yang menjaga martabat serta kedudukan orang tuanya sebagai orang nomor satu di desa Konohagakure.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi di Konoha, dinasti politik untuk menjadi orang nomor satu masih cukup kental dan sangat terbuka. Nggak perlu malu atau ditutup-tutupi gitu. Nggak perlu sok-sokan bilang, \u201cTidak ingin menjadi Hokage, mau fokus jualan martabak di Konoha saja.\u201d Tahu-tahu mencalonkan diri menjadi Hokage. Hm.<\/span><\/p>\n<h4>#5 Naruto akan punya adik yang sifatnya mirip Sakura<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada serial Naruto dan Boruto, ada ciri khas yang selalu dipertahankan: jika para orang tua ninja memiliki dua anak, masing-masing anak pasti mewarisi sifat dan jurus ninja para orang tuanya. Contoh nyatanya ada pada diri Boruto dan Himawari. Mereka berdua, masing-masing memiliki jurus ninja andalan turunan dari orang tuanya, Naruto dan Hinata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, Ibu Naruto, Kushina Uzumaki, digambarkan oleh Minato Namikaze punya sifat dan sikap mirip seperti Sakura. Meski suka marah-marah, tapi sangat penyayang, kuat, juga tangguh. Makanya, jika Minato dan Kushina hidup hingga Naruto tumbuh dewasa, bukan tidak mungkin akan ada anak kedua yang karakternya mirip dengan Sakura.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber Gambar: <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=YTS6in5oYMA\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">YouTube Plutiik<\/a><\/em><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kata-siapa-naruto-tanpa-kurama-jadi-lemah-ngaco\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Kata Siapa Naruto Tanpa Kurama Jadi Lemah? Ngaco!<\/strong> <\/a><b><\/b><b>d<\/b><b>an artikel\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/setowicaksono\/\"><b>Seto Wicaksono<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau orang tuanya masih hidup, Naruto pasti akan belajar banyak jurus-jurus ninja dari Minato Namikaze sejak kecil hingga dewasa.<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":110546,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[10889,10888,2778],"class_list":["post-109246","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-kushina-uzumaki","tag-minato-namikaze","tag-naruto"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109246","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109246"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109246\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/110546"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109246"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109246"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109246"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}