{"id":108700,"date":"2021-02-25T06:45:13","date_gmt":"2021-02-24T23:45:13","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=108700"},"modified":"2021-02-24T17:17:50","modified_gmt":"2021-02-24T10:17:50","slug":"berdebat-dengan-dosen-yang-tak-mau-kalah-perihal-nkri-harga-mati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/berdebat-dengan-dosen-yang-tak-mau-kalah-perihal-nkri-harga-mati\/","title":{"rendered":"Berdebat dengan Dosen yang Tak Mau Kalah Perihal &#8216;NKRI Harga Mati&#8217;"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu hari ketika mengikuti mata kuliah postmodernisme, dosen saya memberikan tugas kelompok kepada mahasiswanya. Kebetulan kelompok saya mendapatkan tema studi analisis wacana pada kala itu sehingga muncul topik seputar \u201cNKRI harga mati\u201d. Sebuah tema yang agak susah-susah gampang, tergantung yang melakoni saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk topik yang dikaji sendiri, dosen sebenarnya nggak menentukan. Mahasiswa dibebaskan untuk memilih topik apa pun sesuka hati mereka, yang terpenting tetap menggunakan perspektif postmodernisme.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab kelompok saya mendapatkan bagian studi analisis wacana, akhirnya saya tebersit untuk menganalisis wacana \u201cNKRI harga mati\u201d, yang menurut saya ini merupakan wacana yang cukup langgeng dan sangat populer di telinga masyarakat Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sempat teman kelompok saya sedikit ragu dengan topik yang akan saya angkat. Pasalnya topik tersebut terlalu berbau unsur sara atau mungkin terlalu sensitif baginya. Namun, saya berusaha menegaskan kepadanya, selagi memiliki data atau sumber yang dapat dipercaya, lantas kenapa harus ragu mengkajinya? Toh, ini juga ruang akademik, bukan ruang adu ayam jago.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oke, singkat ceritanya hingga pemaparan hasil riset, masih belum ditemui halangan yang berarti menurut saya. Justru, saat pemaparan hasil riset tersebut, di bagian slide akhir ppt, saya sisipkan quote bang Rocky Gerung, \u201cNKRI harga mati. Harganya berapa? Matinya kapan?\u201d Bukannya apa-apa, saya hanya ingin merangsang atau senggaknya menggugah dialog kepada mahasiswa mengenai wacana ini, alias ngajak tawuran argumen secara nggak langsung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah pemaparan hasil riset, tampaknya apa yang saya harapkan akhirnya terwujud, bahkan mungkin di luar ekspektasi saya. Pasalnya, yang mempertanyakan hasil riset saya bukan hanya mahasiswa, melainkan dosen pengampu mata kuliah juga ikut campur tangan. Bahkan beliau seolah-olah nggak terima secara pribadi atas hasil riset saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, dalam riset saya menunjukkan bahwa wacana \u201cNKRI harga mati\u201d itu dicetuskan oleh seorang ulama yakni KH. Moeslim Rifa\u2019I Imampuro, atau biasa disapa dengan Mbah Liem.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, di titik inilah dosen saya nggak terima. Bukan soal makna dari wacana tersebut, melainkan beliau nggak sepakat jika pencetus wacana \u201cNKRI harga mati\u201d itu adalah seorang ulama, bahkan lebih khususnya Mbah Liem.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasalnya beliau secara tegas mengakui bahwa ia tahu betul sosok Mbah Liem sehingga beliau merasa nggak mungkin jika Mbah Liem yang menjadi pencetus wacana tersebut. Selain itu, dosen saya juga menguatkan pendapatnya dengan melempar sosok pencetus wacana ke tokoh lain bahwa pencetus wacana \u201cNKRI harga mati\u201d itu merupakan seorang politikus partai, yang kebetulan saya lupa namanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal asal kalian tahu bahwa dalam setiap argumen saya di hasil riset tersebut berlandaskan data dan sumber yang dapat dipercaya. Terutama informasi sosok Mbah Liem sebagai pencetus wacana tersebut memiliki cukup banyak sumber, salah satunya yang saya temui yakni informasi yang diberitakan oleh Detik News.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya menduga mungkin saja dosen saya terlalu terikat oleh moral unggah-ungguh kepada sosok ulama sehingga argumen saya mengenai Mbah Liem langsung nggak disepakatinya. Mirisnya, beliau nggak menampilkan data yang memperkuat argumennya, beliau hanya menjelaskan bahwa beliau tahu betul sosok Mbah Liem sehingga beliau merasa nggak mungkin mbah Liem melakukan itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang dilakukan dosen saya ini bukankah malah melunturkan nilai objektivitas suatu riset? Bukankah terlalu subjektif jika mengunggulkan moralitas pribadi? Bukannya saya amoral atau bagaimana. Hanya saja ini ruang akademik, lo. Masak iya begitu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sempat eyel-eyelan itu memanas, hingga akhirnya dosen saya dengan otoritasnya sebagai seorang dosen mengambil alih forum kuliah dan menyuruh kelompok saya untuk menutup hasil risetnya sembari berdalih bahwa pencetus wacana \u201cNKRI harga mati\u201d adalah seorang politikus partai, bukan mbah Liem.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulai dari situ saya sedikit sadar bahwa pendidikan kita terlalu tegak lurus pada satu pandangan, bahkan lingkungan kampus sekalipun yang katanya memiliki prinsip kebebasan berpendapat. Apalagi ketika mata kuliah postmodernisme saat aliran filsafat tersebut semestinya berprinsip plural, bukan tunggal. Halah, omong kosong semua!<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA<\/strong> <strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/panduan-berdebat-dengan-dosen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Panduan untuk Berdebat dengan Dosen yang Konservatif dan Moderat<\/a>\u00a0dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/mohammad-maulana-iqbal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Mohammad Maulana Iqbal&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:513,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;12&quot;:0}\">Mohammad Maulana Iqbal\u00a0<\/span><\/a>lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em>di sini.<\/em><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berdebat tanpa data itu omong kosong sekali.<\/p>\n","protected":false},"author":886,"featured_media":9431,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[6055,7285,9092],"class_list":["post-108700","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-berdebat-dengan-dosen","tag-keresahan-mahasiswa","tag-perkuliahan"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108700","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/886"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108700"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108700\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9431"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108700"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108700"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108700"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}