{"id":108607,"date":"2021-02-18T12:04:15","date_gmt":"2021-02-18T05:04:15","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=108607"},"modified":"2021-02-17T21:06:40","modified_gmt":"2021-02-17T14:06:40","slug":"3-panduan-membaca-info-loker-agar-kalian-nggak-tertipu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-panduan-membaca-info-loker-agar-kalian-nggak-tertipu\/","title":{"rendered":"3 Panduan Membaca Info Loker agar Kalian Nggak Tertipu"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa waktu yang lalu saya menemukan satu kiriman menarik di beranda LinkedIn yang membahas Red Flags dalam postingan-postingan info loker. Kiriman tersebut ditulis oleh seorang recruiter bernama Yen Hsing Teh. Ia membuat beberapa poin penting yang perlu diperhatikan oleh para pencari pekerjaan terkait bagaimana informasi-informasi dihadirkan juga penggunaan bahasa yang dipakai dalam informasi pembukaan lowongan pekerjaan. Ini berlaku untuk pos-pos yang ada di portal-portal informasi lowongan pekerjaan juga yang ada di situs badan usaha itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai seorang pengangguran yang sedang aktif-aktifnya melihat info loker, saya merasa harus merayakan pos tersebut. Saya dapat relate dengan seluruh poin bahasan yang ia tulis. Itu semua adalah realitas. Kita bisa menganggap ini sebagai ironi, tapi saya lebih ingin merayakan kenyataan ini untuk lucu-lucuan saja. Ya.. Karena mau gimana lagi?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika sobat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mojok<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki pengalaman panjang dalam hal pencarian kerja, saya cukup yakin bahwa sobat sekalian dapat relate dengan bahasan ini. Namun, jika sobat menganggap diri sebagai anak lugu dalam pasar kerja, biarkan tulisan ini menjadi peringatan awal; boleh dipikirin, boleh nggak, hehehe.<\/span><\/p>\n<h4><b>Deskripsi pekerjaan tidak jelas<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk kasus pertama yakni deskripsi pekerjaan yang tidak begitu jelas, terlalu umum, atau menggantung. Dalam kasus ini, kita dituntut untuk dapat membayangkan sendiri maksud pekerjaan ini begitu pula kewajiban dan tanggung jawab dalam pekerjaan ini. Untuk beberapa jenis pekerjaan common mungkin mudah untuk kita dapat membayangkannya. Namun, dalam beberapa kasus, penyertaan deskripsi terasa cukup \u201ckaret\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh, titel marketing memiliki cakupan kerja yang sangat luas, mulai dari membayangkan strategi sampai eksekusi kerja, belum lagi riset dan pelaporan kinerja pemasaran. Maka dari itu, info lowongan kerja yang baik semestinya mampu menempatkan nama posisi yang jelas ataupun spesifik, begitu pula deskripsi yang mencakup kewajiban dan tanggung jawabnya. Kalau tidak, ini akan menghadirkan persepsi akan badan usaha yang gak tau apa yang mereka cari atau butuhkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hal ini, bertanya itu lebih baik daripada kaget di jalan. Kalau beruntung mendapat orang HR yang baik, kalian bisa ngobrol dan mendapatkan informasi-informasi yang kalian butuhkan terkait posisi tersebut. Kalau tidak, ya pertanyaan kamu bakal dicuekin. Pilihannya, skip atau berjibaku sambil meraba-raba \u201ckalau keterima saya bakal ngapain aja, ya?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari kasus deskripsi yang tidak begitu jelas, kita kadang juga menemui beberapa contoh deskripsi yang kurang sesuai. Salah satunya adalah kita dituntut untuk dapat mengerjakan ini dan itu sekaligus. Sebagai contoh, titel desainer grafis, namun juga dituntut untuk dapat mengerjakan copywriting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika kita yakin akan kemampuan kita, kita bisa saja mengambil posisi ini dengan penuh percaya diri. Namun, hal yang perlu disadari adalah kita mengerjakan lebih dari satu peran dengan hitungan upah untuk satu peran saja.<\/span><\/p>\n<h4><b>Cari orang atau cari atensi?<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang kedua adalah frekuensi kiriman info loker yang terlalu sering. Ini menarik. Kita mungkin dapat membayangkan bahwa badan usaha tersebut memasukan dan mengeluarkan pekerja dengan cepat, alias memiliki waktu turnover yang relatif singkat. Dari sini, dapat dibayangkan bagaimana kultur kerja yang ada, entah dilihat dari sudut pandang kantor yang bikin tidak betah atau faktor-faktor lain yang menyebabkan karyawan-karyawan datang dan pergi silih berganti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, frekuensi kiriman yang terlalu sering seperti ini bisa menjadi indikasi strategi pengenalan. Tidak sedikit kita menemui bahwa badan usaha memberikan informasi lowongan pekerjaan dengan harapan orang-orang menjadi aware akan keberadaan badan usaha ini. Namun, ini bisa menjadi hal yang tidak begitu menguntungkan bagi mereka. Ya mungkin saja. Ketika badan usaha tidak mengimbangi promosi dirinya dengan promosi produk atau jasa kepada publik, ini akan memberikan bayangan akan bentuk usaha yang tidak serius, alias bodong, alias \u201ckalian udah setahun buka lowongan ini kok nggak dapet-dapet orang, sih, ngapain aja?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian perlu meyakinkan diri, apakah badan usaha ini benar-benar membutuhkan orang atau hanya ingin promosi, menjaring kandidat untuk disimpan dalam database, atau memang clueless saja.<\/span><\/p>\n<h4><b>Retorika-retorika yang berlebihan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kasus selanjutnya adalah info loker dengan retorika-retorika yang terdengar keren, padahal nggak. Sebagai contoh, \u201cKita mencari orang yang sangar\u201d, atau \u201cwork hard play hard\u201d, atau \u201ckami adalah keluarga\u201d, atau \u201chigh paced work culture\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kasus desainer grafis yang dituntut untuk mengerjakan copywriting, kita mungkin dapat memahami keadaan usaha yang mungkin saja belum mampu untuk hire lebih banyak pekerja. Cukup sulit bagi badan usaha untuk dapat mengakui hal tersebut. Hasilnya? Bikin retorika bahwa pekerja yang dapat mengerjakan beberapa peran sekaligus dan mau untuk mengerjakan apa saja yang dikasih sebagai seorang yang sangar. Begitu juga dengan \u201cwork hard play hard\u201d yang terasa seperti \u201ckamu bakal tetap mumet dengan gaji kecil, tapi kamu bisa main PS di kantor\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal lain, anggapan \u201ckeluarga\u201d dalam informasi lowongan pekerjaan bisa saja menyamarkan batas pekerja dan badan usaha. Jika kalian bekerja terlalu over, alasannya \u201ckan keluarga?\u201d Hingga kasus ekstremnya adalah mengeliminasi eksistensi keluarga yang sesungguhnya. Ngeri sekali. Dalam kasus \u201chigh paced work\u201d juga dapat dipahami sebagai bentuk organisasi dan manajemen kerja yang tidak begitu efisien sehingga menghasilkan kultur kerja yang serba <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">cepat<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> terburu-buru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu hal-hal dalam bahasan ini hanyalah sebuah peringatan soal bagaimana cara untuk membaca dan memahami informasi dalam postingan-postingan lowongan pekerjaan. Pemahaman ini pun akhirnya hanya dapat membantu kita dalam mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Bagaimana nantinya, kita tidak benar-benar tahu.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/santet-banyuwangi-ternyata-kalah-sama-pesona-bupati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Santet Banyuwangi Ternyata Kalah sama Pesona Bupati<\/a> dan artikel <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/adhy-nugroho\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Adhy Nugroho<\/a> lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Info cegatan loker.<\/p>\n","protected":false},"author":1319,"featured_media":52208,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[10766,2524],"class_list":["post-108607","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-info-loker","tag-lowongan-pekerjaan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108607","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1319"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108607"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108607\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52208"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108607"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108607"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108607"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}