{"id":108430,"date":"2021-02-18T07:19:47","date_gmt":"2021-02-18T00:19:47","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=108430"},"modified":"2021-02-18T09:58:35","modified_gmt":"2021-02-18T02:58:35","slug":"contoh-perumpamaan-dalam-bahasa-sunda-yang-bisa-digunakan-untuk-mencela","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/contoh-perumpamaan-dalam-bahasa-sunda-yang-bisa-digunakan-untuk-mencela\/","title":{"rendered":"Contoh Perumpamaan dalam Bahasa Sunda yang Bisa Digunakan untuk Mencela"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahasa Sunda kaya dengan kata-kata sebagai contoh perumpamaan. Baik contoh perumpamaan yang bermakna positif maupun yang negatif. Nah, dalam tulisan saya kali ini, saya mengangkat beberapa kata perumpamaan<a href=\"https:\/\/www.everyculture.com\/wc\/Germany-to-Jamaica\/Sundanese.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"> bahasa Sunda<\/a> bermakna negatif yang populer di tanah Priangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa harus yang bermakna negatif sih? Sebab, cela-mencela adalah hal yang wajar dalam kehidupan anak muda. Khususnya, bagi mereka yang sudah akrab dan dekat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, buat orang non-Sunda yang tinggal di tanah Priangan tapi belum bisa bahasa Sunda, supaya lebih asyik cela-mencelanya dengan teman Sunda, disarankan menggunakan contoh perumpamaan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, gunakan saja kata-kata tersebut untuk teman seumuran yang sudah akrab dan dekat. Kalau mengucapkannya kepada orang yang usianya lebih tua, kamu malah bisa ditampar. Nah, berikut beberapa contoh perumpamaan dalam bahasa Sunda yang bisa digunakan untuk mencela.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Monyet ngagugulung kalapa<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam bahasa Indonesia, \u201cmonyet ngagugulung kalapa\u201d artinya monyet mengguling-gulingkan kelapa. Si monyet ini mengguling-gulingkan kelapa karena si monyet nggak tahu bagaimana caranya membuka kelapa. Sampai kapan pun, si monyet ini nggak akan bisa membuka buah tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, dalam penggunaannya, \u201cmonyet ngagugulung kalapa\u201d adalah sebutan untuk orang yang nggak bisa menguasai suatu hal dengan sangat mendalam. Misalnya, kamu lagi main futsal sama teman orang Sunda. Ternyata, skill bermain futsalnya sangat buruk. Menendang bola saja nggak bisa apalagi mengumpan bola. Kamu bisa meledeknya seperti ini, \u201cKamu itu main futsalnya kayak monyet ngagugulung kalapa, nggak ada skillnya banget.\u201d<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Aki-aki tujuh mulud<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAki-aki tujuh mulud\u201d adalah sebutan untuk kakek-kakek yang sudah berusia lebih dari tujuh puluh tahun. Fisik dan stamina kakek-kakek ini tentunya sudah menurun drastis. Nah, contoh perumpamaan ini bisa digunakan untuk mencela teman seumuran yang punya fisik dan stamina yang mirip kakek-kakek tersebut. Bisa juga digunakan untuk meledek teman yang punya tubuh kurus mirip kakek-kakek tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, kamu sedang naik gunung. Ada seorang teman Sunda yang begitu kelelahan seperti kehabisan nafas padahal berjalannya belum sampai satu kilometer. Kamu bisa meledeknya dengan perkataan seperti ini,\u00a0 \u201cKamu kok lemah banget ya kayak aki-aki tujuh mulud.\u201d<\/span><\/p>\n<h4><b>#3\u00a0 Bengeut kayak\u2026<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bengeut, dalam bahasa Indonesia, artinya muka. Untuk mencela orang lain, kita bisa mengisi titik-titik tersebut dengan kata-kata yang kita inginkan. Harus diingat, tujuannya bukan untuk menyakiti. Tapi, untuk sebatas bercanda. Misalnya, \u201cBengeut kayak Suneo, tapi kok malah punya cita-cita jadi cover majalah?\u201d Atau, \u201cBengeut kayak kresek gorengan bala-bala, tapi pengen punya pacar secantik Natasha Wilona.\u201d<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Anjing ngagogoan kalong<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Umpamakan, kita punya teman yang punya mimpi cita-cita selangit yang sama sekali nggak mungkin diraih olehnya. Kita bisa meledeknya\u00a0 seperti ini, \u201cDasar Kamu, cita-cita kamu itu kayak anjing ngagogoan kalong.\u201d Anjing ngagogoan kalong artinya anjing menyusui kelelawar. Nah, nggak mungkin kan anjing bisa seperti itu?<\/span><\/p>\n<h4><b>#5 Variasikan dengan dua kata suci: \u201canjing\u201d dan \u201cgoblog\u201d<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Supaya cela-mencelanya lebih asyik, bisa dipadukan dengan dua kata \u201csuci\u201d, yaitu \u201canjing\u201d dan \u201cgoblog\u201d. Misalnya, seperti ini \u201dBengeut kayak Suneo anjing, tapi kok malah punya cita-cita jadi cover majalah goblog?\u201d Atau, \u201cKamu itu main futsalnya kayak monyet ngagugulung kalapa anjing, nggak ada skillnya banget goblog.\u201d Kata \u201canjing\u201d dan \u201cgoblog\u201d bagi orang Sunda udah kayak koma dan titik, harus ada untuk menegaskan perasaan.<\/span><b>\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah, beberapa contoh perumpamaan dalam bahasa Sunda yang bisa digunakan untuk mencela. Dengan mengetahui kata-kata tersebut, tentunya membantu orang-orang non-Sunda supaya lebih akrab dan dekat dengan teman Sunda. Tapi, saya sarankan hati-hati dalam menggunakan karena kalau kena tampar itu di luar tanggung jawab saya. Ingat, Kawan, walau hanya mencela, gunakanlah bahasa yang nyeni dan mantap biar lebih afdal.<\/span><\/p>\n<div class=\"item_inn tranz p-border\">\n<div class=\"entry\">\n<p><strong>BACA JUGA<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/penggunaan-kata-anjing-dan-goblog-untuk-percakapan-bahasa-sunda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"> Penggunaan Kata \u2018Anjing\u2019 dan \u2018Goblog\u2019 untuk Percakapan Bahasa Sunda<\/a> dan<\/strong><strong>\u00a0tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/rahadian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Rahadian<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em>di sini.<\/em><\/a><\/h6>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Contoh perumpamaan kaya &#8220;aki-aki tujuh mulud&#8221; perlu kamu ketahui dengan seksama agar celaannya penuh dengan seni tingkat tinggi.<\/p>\n","protected":false},"author":506,"featured_media":67315,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[6512,6047],"class_list":["post-108430","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bahasa-sunda","tag-orang-sunda"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108430","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/506"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108430"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108430\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67315"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108430"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108430"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108430"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}