{"id":108358,"date":"2021-02-19T06:46:48","date_gmt":"2021-02-18T23:46:48","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=108358"},"modified":"2021-02-18T19:53:11","modified_gmt":"2021-02-18T12:53:11","slug":"saya-curiga-pakde-jokowi-hidup-di-universe-yang-lain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-curiga-pakde-jokowi-hidup-di-universe-yang-lain\/","title":{"rendered":"Saya Curiga Pakde Jokowi Hidup di Universe yang Lain"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu seni menjadi pemimpin itu adalah pandai bersilat lidah. Ketika mencalonkan diri sampai mendapatkan posisi, rasanya seni bersilat lidah ini memang wajib dipelajari. Silat lidah itu bukan ndobos atau ngapusi lho ya. Silat lidah ini setara dengan dialektika yang dilakukan Socrates kepada kaum sofis. Atau kalau nggak ya mirip lah seperti Pakde Jokowi kepada kita selaku rakyat marjinal bin terpinggirkan bin akar rumput.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, silat lidah ala Jokowi ini tatarannya lebih kompleks. Lebih unggul dari Socrates. Lha gimana, Jokowi bersilat lidah dengan segelintir fakta yang sudah nyata-nyata ada, namun dinegasi oleh perkataannya. Arti lainnya nih ya, apa yang dikatakan oleh Jokowi itu bak arus lain dari fakta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makin hari, bukannya makin saya pahami dan maklumi, perkataan Pakde Jokowi bikin saya ngeri sendiri. Sungguh, saya simpati dengan Jokowi. Apalagi melihat citra blio yang dipandang ramah, murah senyum, dan sendu melagu, melihat retorika yang acapkali blio sebutkan, kok ya saya makin iba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya curiganya nih ya, Pakde Jokowi itu sedang ditawan oleh UFO dan diseret ke dimensi lain. Jadi, apa pun yang ada di pikiran Pakde Jokowi, itu selalu positif dan nggak terjadi apa pun. Para alien ini mendoktrin Pakde dengan kata-kata kurang lebih seperti ini, &#8220;Tenang saja, Jokowi, Indonesia baik-baik saja kok.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komunikasi yang buruk dengan publik, ini pasti ulah alien yang menyandera blio. Soalnya, dialektika silat lidah Jokowi ini makin hari makin mencurigakan saja. Nggak percaya? Ini saya kasih bukti sahihnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begini, apa yang dikatakan oleh Jokowi, kadang kok ya berseberangan dengan fakta yang ada dan tersaji di masyarakat. Kita bahas masalah pandemi Covid-19. Kok ya bisa-bisanya ketika jumlah kasus Covid-19 hendak mencapai angka satu juta, beberapa hari kepungkur Jokowi ngajak masyarakat untuk bersyukur. We lha, pitikih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas blio berkata bahwa Indonesia sukses kendalikan pandemi Covid-19 kala rumah sakit kapasitas sudah penuh dan pemakaman antre. &#8220;Kita bersyukur, Indonesia termasuk negara yang bisa mengendalikan dua krisis tersebut dengan baik,&#8221; ujar blio bulan lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas Institut Lowy dari Australia merilis negara dengan penanganan pandemi terbaik, Indonesia menempati urutan ke-85. Indikatornya bukan hanya penularan, namun juga cara pemerintah memperlakukan tenaga medis. Dari 98 peserta, Indonesia peringkat 85, kurang wangun apa coba?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja, buzzerRp ambil peran, media aseeeng buat apa dipercaya? Halaaah, ngising!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu babagan pandemi ya, ini ada yang lebih seru lagi dan silat lidah atau dialektika Jokowi yang sungguh mbois, makin menjadi-jadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir Pakde Jokowi bilang masyarakat bebas kritik pemerintah. Wow, kurang membagongkan apalagi coba? Seakan idiom &#8220;penak jamanku tho&#8221; terlupakan dengan elegan. Wes to, pokoknya Jokowi presidenku, Indonesia maju!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi tunggu dulu, Mylov. Fakta di lapangan mengatakan berbeda. Saya ambil paling dekat dan lumayan naik waktu itu, ya. Ngapunten, Pakde, bahwa Ananda Badudu dan Dandhy Laksono ditangkap pihak kepolisian atas tuduhan menebarkan kebencian SARA.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alurnya sama, buzzerRp menyerang dan mengatakan bahwa ujaran kebencian dan kritik itu berbeda. Lha iya berbeda, namun masalahnya itu ada di bagaimana cara Undang-undang melindungi kritik dan batasan apa sebuah kritik masuk kategori ujaran kebencian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gimana saya nggak curiga bahwa Pakde Jokowi sedang memasuki universe yang lain, lha wong fakta dan data berbanding terbalik dengan apa yang blio omongkan. Saya itu khawatir je, Mylov, dengan Pakde. Kok ya alien-alien ini tega semisal beneran kejadian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi inget film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Journey to the Far Side of the Sun<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang rilis tahun 1969. Judul lainnya itu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Doppelg\u00e4nger<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Ceritanya bikin saya tambah parno dan khawatir terhadap pakde kita bersama. Begini lho, ceritanya ada astronot yang menemukan planet jan plek mirip dengan Bumi. Sampai pada satu titik, mereka sadar bahwa itu bukan Bumi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang membuat mereka sadar adalah bahwa semua kegiatan di planet itu jan beda puoool dengan bumi. Wolak walik ndonya itu ya Doppelg\u00e4nger. Nah, jangan-jangan nih, si Pakde sedang masuk di sebuah lintas waktu yang sama dengan film Doppelg\u00e4nger.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang Jokowi lihat, itu negasi dari dunia nyata. Jadi semisal kondisi negeri ini karut marut, ya di mata blio kondisinya baik-baik saja. Pandemi menggila, di matanya menurun. Ketika banyak yang ditangkap karena UU ITE yang karet itu, blio menganggap bahwa nggak ada yang vokal kritik pemerintah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa pun itu, bagi alien yang menyandera Pakde Jokowi dan kebetulan membaca Mojok, tolong kembalikan presiden kami. Sebab saya yakin, blio nggak mungkin berkata nggak sesuai data dan kenyataan seperti ini.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-nggak-mau-terlalu-bahagia-mendengar-kabar-revisi-uu-ite\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Saya Nggak Mau Terlalu Bahagia Mendengar Kabar Revisi UU ITE <\/a><\/b><b>dan tulisan\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gusti-aditya\/\"><b>Gusti Aditya<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><b><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><b><i>ini<\/i><\/b><\/a><b><i>\u00a0ya.<\/i><\/b><\/h6>\n<h6><b><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i><\/b>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><b><i>di sini.<\/i><\/b><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa pun itu, bagi alien yang menyandera Pakde Jokowi dan kebetulan membaca Mojok, tolong kembalikan presiden kami.<\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":13986,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[3342,238,1026],"class_list":["post-108358","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-pemerintah","tag-politik","tag-uu-ite"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108358","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108358"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108358\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13986"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108358"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108358"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108358"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}