{"id":108102,"date":"2021-02-21T06:50:30","date_gmt":"2021-02-20T23:50:30","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=108102"},"modified":"2022-01-06T18:17:35","modified_gmt":"2022-01-06T11:17:35","slug":"roti-tawar-mentega-tabur-gula-pasir-adalah-menu-sarapan-yang-nikmatnya-abadi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/roti-tawar-mentega-tabur-gula-pasir-adalah-menu-sarapan-yang-nikmatnya-abadi\/","title":{"rendered":"Roti Tawar Mentega Tabur Gula Pasir Adalah Menu Sarapan yang Nikmatnya Abadi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga kini rasanya belum ada yang dapat menggantikan menu sarapan pagi saya selain roti tawar oles mentega tabur gula pasir. Selain praktis, mudah disajikan, juga ekonomis menurut saya. Sisa roti tawar bisa dimakan juga buat cemilan menjelang tidur malam, hehehe. Dasar tukang ngemil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah mengapa, sejak saya kecil hingga saya berusia kepala empat, beristeri baru satu dan beranak tiga, sarapan saya tak jauh dari menu tadi. Kebiasaan ini akhirnya menurun pula kepada anak-anak saya. Pendeknya, roti tawar selalu di-stock di rumah saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, sejak kecil ibu saya selalu menyiapkan menu khas ini buat saya dan kedua adik saya. Mudah menyajikannya. Tidak perlu ribet, tinggal oles mentega dan ditaburi gula. Bahannya pun mudah dicari. Jadi deh, tinggal disajikan di meja dan siap disantap. Selain praktis, harganya pun ekonomis. Mulai dari harga delapan ribu rupiah, dapat dinikmati hingga lima anggota keluarga karena dalam satu bungkus berisi 10-12 iris. Cukup untuk bekal beraktivitas pagi hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kita urai kandungan roti tawar adalah tepung terigu. Menurut pakar nutrisi, dalam satu iris\u00a0 saja sudah mengandung 80 kalori, 1 gram lemak, dan 15 gram karbohidrat. Tak heran, jika kita olesi mentega dan tabur gula, semakin membuat perut rasanya penuh dan kenyang. Dan jika jenuh dengan roti putih, biasanya saya ganti variasi dengan rasa lain. Di pasaran, banyak varian roti tawar, dari yang berwarna putih original, hijau rasa pandan, cokelat meses, hingga roti gandum.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konon katanya, kebiasaan makan roti ini adalah imbas penjajahan selama 350 tahun para meneer Belanda di Indonesia. Kebiasaan tersebut menular kepada para demang alias orang pribumi yang bekerja untuk Belanda atau para bangsawan Indonesia yang berhubungan baik dengan Belanda sehingga kebiasaan makan roti pun menular.\u00a0 Bedanya pada topping rotinya, kalau Belanda ditaburi meses sedangkan Indonesia ditaburi gula. Maklumlah negeri kita sangat kaya akan gula yang berasal dari tebu-tebu yang bertebaran tumbuhnya di bumi Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau di masyarakat Betawi asal bapak saya, roti tawar sama penting perannya dengan pisang raja dalam seserahan pernikahan. Lazimnya disebut pasangan ruti-pisang. Jadi roti tawarnya diletakkan sepasang di atas nampan berbungkus kertas warna. Roti dipilih oleh masyarakat Betawi karena konon zaman dahulu termasuk makanan istimewa, sulit diperoleh, dan disantap kalangan tertentu. Ini simbolis bahwa gadis yang akan dipinang adalah istimewa dan butuh daya juang untuk meminangnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih kebiasaan masyarakat Betawi, menu sarapan roti disandingkan dengan kopi. Kita pasti familier dengan sarapan kupi dan ruti. Biasanya sajian kupi dan ruti ini selalu menjadi menu jika ada tamu yang bertandang ke rumah. Bahkan tak sekadar untuk sarapan, menikmati kupi dan ruti juga sudah jadi kebiasaan ketika kita datang ke kafe atau kedai kopi untuk bekerja ataupun sekedar nongkrong melepas penat setelah bekerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendeknya ngopi ditemani roti itu sudah jadi budaya karena dari dulu saya diajarkan oleh orang tua saya, \u201cCobain rotinya sambil ngopi,\u201d ujar bapak saya. Meski dilarang oleh ibu saya karena kopi dianggap khusus minuman orang tua, tak urung saya pun suka mencelupkan roti oles mentega tabur gula saya ke kopi bapak saya. Akibatnya, kopi bapak saya jadi berminyak karena mentega dan bertambah manis karena taburan gulanya tumpah semua ke kopi, hahaha.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang pasti, sampai saat ini, menu sarapan saya tidak banyak berubah sedari saya kecil, ya roti tawar beroles mentega bertabur gula pasir tetap menjadi menu sarapan favorit. Kenikmatannya memang abadi. Plus segelas kopi panas tanpa gula menjadi sandingannya. Ya, kupi dan ruti menjadi favorit saya hingga kini, dan nanti.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-nggak-tahu-enaknya-nasi-blue-band-tapi-nasi-jelantah-dan-garam-juga-enak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Saya Nggak Tahu Enaknya Nasi Blue Band, tapi Nasi Jelantah dan Garam Juga Enak <\/a><\/strong><strong>dan tulisan\u00a0<span data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Suzan Lesmana&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:513,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;12&quot;:0}\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/suzan-lesmana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Suzan Lesmana<\/a>\u00a0<\/span>lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282136338016&amp;text&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em>di sini.<\/em><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kita pasti familier dengan sarapan kupi dan ruti. Khusus untuk saya, roti tawar mentega dan taburan gula pasir tak boleh ketinggalan.<\/p>\n","protected":false},"author":1247,"featured_media":35694,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[438,6103],"class_list":["post-108102","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-kuliner","tag-sarapan"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108102","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1247"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108102"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108102\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35694"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108102"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108102"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108102"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}