{"id":107923,"date":"2021-02-21T06:12:46","date_gmt":"2021-02-20T23:12:46","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=107923"},"modified":"2021-02-20T20:48:08","modified_gmt":"2021-02-20T13:48:08","slug":"ko-moon-young-di-drama-its-okay-to-not-be-okay-membantah-dongeng-disney-yang-nggak-masuk-akal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ko-moon-young-di-drama-its-okay-to-not-be-okay-membantah-dongeng-disney-yang-nggak-masuk-akal\/","title":{"rendered":"Ko Moon Young di Drama &#8216;It&#8217;s Okay to Not Be Okay&#8217; Membantah Dongeng Disney yang Nggak Masuk Akal"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun drama ini sudah lewat masa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hype-<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya, menurut saya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">It&#8217;s Okay to Not Be Okay <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menjadi drama Korea yang cukup bahkan bagus banget. Ceritanya nggak jauh-jauh dari masalah psikologi. Tapi, yang paling bikin saya tertarik adalah karakter Ko Moon Young yang diperankan oleh aktris Seo Ye Ji. Dalam drama, Ko Moon Young diceritakan sebagai penulis buku dongeng sekaligus pendongeng anak-anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anehnya, buku-buku dongeng yang ditulisnya memiliki gambar dan cerita yang menurut saya cukup seram untuk anak-anak. Mungkin karena kepribadian si tokoh yang juga diceritakan sangat dingin, jutek, dan terlihat garang. Bisa jadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ko Moon Young pernah bilang, kalau nggak salah dia menulis buku cerita anak-anak dengan gambar dan cerita yang seram itu sesuai dengan kenyataan. Dia selalu menekankan kalau semua yang ada harus sesuai kenyataan. Nggak heran sih, kalau semua buku dongeng yang dia tulis itu nggak ada satu pun yang berwarna dan terkesan menye-menye. Apalagi happy ending.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buku-buku dongeng yang ditulisnya rata-rata berisi pengalaman hidupnya sendiri. Kira-kira begitu yang saya tangkap. Karakter utama perempuan ini tidak berusaha memberikan dongeng fantasi kepada anak-anak seperti pada umumnya. Ia tidak banyak memberikan akhir cerita sedih atau bahkan menderita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi mikir ternyata karakter ini bisa dikaitkan dengan berbagai dongeng yang ada saat ini. Seperti bagaimana Disney membuat kisah cinta putri-putri yang menurut saya nggak realistis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mana ada kisah cinta seperti yang Disney gambarkan di dunia nyata. Ya, nggak lah! Coba kilas balik kisah cinta <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sleeping Beauty<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Bisa-bisanya dia hanya tidur seharian lalu tiba-tiba dicium pangeran berkuda putih yang entah datang dari mana. Jujur saja, aneh nggak sih? Ya aneh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Beauty and The Beast<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kok bisa gitu ya Belle suka sama pangeran buruk rupa yang jelas-jelas dari awal saja tempramental. Lah, kalau saya ogah deh sama laki-laki tempramental begitu. Jelas-jelas Belle dikurung oleh Beast. Nggak habis pikir saya. Tapi, yang lebih aneh ya Cinderella. Kok bisa pangeran cari Cinderella modal sepatu kaca. Lah, kan pas dansa lihat wajahnya. Gimana sih?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lihat saja kisah-kisah putri Disney selalu berakhir bahagia. Padahal kalau di kehidupan nyata mana ada yang seperti itu. Hadeh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dongeng-dongeng lokal juga banyak lho yang kalau ditilik kok ya nggak masuk akal. Saya beri contoh,<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Timun Mas<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kasihan sekali raksasa dianggap sebagai karakter jahat. Padahal ibu Timun Mas yang melanggar janji waktu Timun Mas sudah dewasa. Tuh lihat, raksasa sampai harus berenang di lumpur lapindo gara-gara mengejar Timun Mas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi kisah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Rama dan Sinta<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kenapa Rahwana selalu dianggap lelaki jahat. Padahal Rahwana berusaha untuk menjaga kesucian Sinta. Eh, malah Rama yang nggak percaya sama Sinta sampai Sinta bunuh diri. Kalau kisah ini dijadikan drama Korea, yakin saya Rahwana bakal bikin sindrom second lead male.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ahhh, saya jadi tertarik belajar tentang dekonstruksi deh. Ilmu yang mempelajari tentang sisi lain yang diperlihatkan dari suatu cerita. Nah, kalau lihat dari sisi raksasa dan Rahwana kan siapa tahu mereka ini sebenarnya tokoh protagonis. Ya, lagian raksasa kan hanya menagih janji. Rahwana juga berusaha menjaga Sinta. Intinya membangun sudut pandang lain deh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang sudah paling benar dengar dongeng dari Ko Moon Young. Kenapa? Saya kira meskipun gambar dan alur ceritanya seram, tapi dia berusaha menunjukkan bagaimana faktanya. Keadaan yang sebenarnya. Membuat saya juga punya pandangan baru kalau nggak selamanya harus berakhir bahagia. Buat saya, sebagai pendongeng anak-anak, Ko Moon Young itu paling realistis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ko Moon Young nggak berusaha memberikan harapan-harapan seperti pangeran berkuda putih yang akan mencium putri ketika tidur kepada anak-anak. Saya suka Ko Moon Young selalu menekankan fakta fakta dan fakta. Karakter yang diberikan juga menunjukkan dia tidak pernah menerima hal-hal manis seperti putri sejak kecil. Meskipun kehidupannya memang seperti putri sebab tinggal di kastil tua di tengah hutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ko Moon Young sadar kalau jadi putri itu nggak selamanya akan hidup dalam kebahagiaan, dicium pangeran, dan berakhir bahagia. Bahkan sejak kecil dia dikendalikan oleh ibunya yang jahat. Hmm\u2026 saya paham kalau akhirnya karakter ini ingin jadi penulis buku cerita anak-anak. Dia berusaha membuktikan kalau realitas dari seorang putri yang tinggal di kastil itu nggak seperti kebanyakan dongeng pada umumnya. Menarik!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau nonton drama Koreanya, pasti paham deh dengan gaya mendongeng Ko Moon Young. Nggak pernah sekalipun dia mendongeng dengan tatapan yang bahagia. Pasti wajahnya serius bahkan terkesan tajam. Jutek sekali. Nggak jarang dia juga membantah pendengar yang nggak setuju dengan alur ceritanya. Dia akan menembak dengan fakta-fakta yang menyakitkan, tapi benar adanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kembali lagi. Semuanya memang hanya dongeng. Tapi, kadang saya pikir terlalu jauh dari realitas yang ada. Lagi, kisah-kisah yang dipaparkan juga sering nggak masuk akal. Teori dekonstruksi memang cocok untuk dipelajari kalau mau tahu lebih dalam tentang ini. Mari coba pahami dengan sudut pandang berbeda. Siapa tahu dapat ilham.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengenal-butterfly-hug-teknik-penenang-diri-di-drakor-its-okay-to-not-be-okay\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mengenal Butterfly Hug, Teknik Penenang Diri di Drakor It\u2019s Okay to Not Be Okay\u00a0<\/a>dan\u00a0<\/strong><strong>tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/Ayu-Octavi-Anjani\">Ayu Octavi Anjani<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ko Moon Young berusaha membuktikan kalau realitas dari seorang putri yang tinggal di kastil itu nggak seperti kebanyakan dongeng.<\/p>\n","protected":false},"author":286,"featured_media":73349,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[4048,4047,1293],"class_list":["post-107923","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-disney","tag-dongeng-anak-anak","tag-drama-korea"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107923","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/286"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107923"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107923\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/73349"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107923"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107923"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107923"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}