{"id":107871,"date":"2021-02-16T12:57:58","date_gmt":"2021-02-16T05:57:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=107871"},"modified":"2021-12-29T17:06:58","modified_gmt":"2021-12-29T10:06:58","slug":"lagu-malaysia-yang-dibenci-dan-yang-tetap-masuk-ke-hati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lagu-malaysia-yang-dibenci-dan-yang-tetap-masuk-ke-hati\/","title":{"rendered":"Lagu Malaysia, yang Dibenci dan yang Tetap Masuk ke Hati"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang yang suka mendengarkan lagu di berbagai kesempatan, saya tidak punya genre tertentu yang dijadikan sebagai kiblat. Mulai dari dangdut, K-Pop, nasyid, lagu Malaysia, dan kawan-kawan, semuanya masuk dengan baik di telinga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, meskipun bisa menikmati semua jenis musik, saya merasa ada lagu-lagu tertentu yang hanya cocok dinikmati di waktu-waktu tertentu. Contohnya, lagu Barat lawas. Menurut saya, lagu ini cocok didengarkan kalau sore hari atau malam hari, ketika semua pekerjaan sudah selesai. Hah? Selesai? Apa itu selesai? Yaaa, minimal lagi nggak dikejar-kejar deadline, lah. Alangkah tidak nyambungnya ketika lagi buru-buru nggarap sesuatu, ehhh, yang disetel lagu slow mellow kek lagu Barat lawas. Halah, yang ada malah pengin selonjoran trus bobok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi ingat waktu dulu masih jadi punggawa di program siaran pagi di radio. Saya pernah kena marah bos gara-gara nggak sengaja muter lagu slow di pagi hari. Bikin nggak semangat, katanya. Iya sih iya. Bayangkan, pagi hari kita berangkat dengan semangat 45, bersiap melawan dunia, ehhh, di tempat kerja disambut dengan lagu mewek-mewek! Duh. Nggak cucok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya, mantan Bos saya di radio, bahkan mungkin Anda, boleh saja punya prinsip lagu mellow itu nggak cocok diputar pagi-pagi. Tapi, di dunia ini, pasti ada juga orang yang nggak pakai cocoklogi dalam hal memutar lagu. Yang penting gue suka lagu itu, mau diputar pagi, siang, sore atau malam, ya, pas-pas aja. Love is blind, Bro\u2026 love is blind.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sialnya, satu di antara orang-orang itu adalah teman kerja saya, satu ruangan pula! Kalian tahu nggak lagu apa yang dia putar? Lagu Malaysia, Cyin. Iya, sih, nggak semua lagu Malaysia itu temponya lambat. Yang gedubrakan juga ada. Tapi, ndilalah, yang sempat booming di Indonesia kayak \u201cSuci dalam debu\u201d (Iklim), \u201cGerimis Mengundang\u201d (Slam), \u201cIsabella\u201d (Amy Search), \u201cRindu Serindu-Rindunya\u201d (Exist), dan masih buanyak lainnya. Kebanyakan lagu ini punya tempo yang lambat dan jauh dari kata semangat. Dan, lagu-lagu itulah yang teman saya putar di pagi hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan. Lagu Malaysia di pagi hari! Potek seketika semangatku. Nasib\u2026 nasib. Tapi, ya mau bagaimana lagi? Masa mau protes? Wong <\/span><del><span style=\"font-weight: 400;\">dia itu kan senior saya <\/span><\/del><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0selera orang itu kan beda-beda. Kayaknya kok koplak banget kalau sampai urusan suka-menyukai lagu pun harus didikte. Apalagi, teman saya ini kelihatan bahagia banget kalau lagu-lagu itu diputar. Sesekali dia bakal ikut nyanyi, meskipun yah, suaranya gitu deh. Nggak tega rasanya harus memutus kebahagiaan dia hanya karena saya kurang sreg dengan timing pemutarannya. Ya, sudah. Bisa apa saya selain sabar?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pun saya yakin, saya bukan satu-satunya orang yang punya temen penyuka lagu-lagu Malaysia. Kalian juga pasti punya, kan? Atau malah kalian sendiri? Nggak heran, sih. Sebab lagu-lagu Malaysia ini memang sempat booming, jauh, jauhhh sebelum lagu K-Pop. Kalau tidak salah, lagu Malaysia ini mulai sering diputar di radio pada era 90-an.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya reputasi lagu dari negeri Jiran ini nggak selalu mulus. Kadang dianggap lawas dan nggak ngepop. Beda sama K-Pop yang sering jadi kebanggaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waini. Nasib lagu Malaysia memang 11-12 sama lagu-lagunya Kangen Band. Dibenci, tapi sebenarnya masuk ke hati. Dianggap kasta terendah, padahal aslinya banyak yang suka atau minimal hafal dengan liriknya. Sungguh ini merupakan definisi yang indah dari benci tapi rindu. Mungkin kalian tidak seperti teman, eh, senior saya yang sering memutar lagu-lagu Malaysia untuk menemani bekerja. Tapi, paling tidak, saya yakin kalian pasti hafal setidaknya satu lagu. Sudah, akui saja. Bukan aib.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masa sih tetap ngaku nggak apal satu pun? Memangnya lagu yang ini kalian anggap apa kalau bukan lagu Malaysia?<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin dan Ipin inilah dia. Kembar seiras itu biasa.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah nah nah. Terbukti, kan? Kandyaniii\u2026.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ternyata-juminten-nya-kangen-band-adalah-mbak-mbak-pekok-yang-gemar-hedon\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Ternyata Juminten-nya Kangen Band Adalah Mbak-mbak Pekok yang Gemar Hedon<\/a><\/b>\u00a0<b>dan<\/b><b>\u00a0artikel\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dyan-arfiana-ayu-puspita\/\"><b>Dyan Arfiana Ayu Puspita<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nasib lagu Malaysia memang 11-12 sama lagu-lagunya Kangen Band. Dibenci, tapi masuk ke hati. Dianggap rendah, tapi banyak yang suka.<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":93463,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[10729,248,4621],"class_list":["post-107871","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-lagu-malaysia","tag-musik","tag-selera-musik"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107871","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107871"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107871\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/93463"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107871"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107871"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107871"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}