{"id":1072,"date":"2019-05-13T19:30:13","date_gmt":"2019-05-13T12:30:13","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=1072"},"modified":"2021-10-08T13:11:30","modified_gmt":"2021-10-08T06:11:30","slug":"tentang-mantan-yang-tak-bisa-digantikan-pasangan-anyar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tentang-mantan-yang-tak-bisa-digantikan-pasangan-anyar\/","title":{"rendered":"Tentang Mantan yang Tak Bisa Digantikan Pasangan Anyar"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lama ini, sambil <em>mbrebes mili<\/em> teman saya bercerita kalau mantan dia yang dulu berpacaran sama dia sampai enam tahun, mau tunangan dan melangsungkan pernikahan tahun ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini kesekian kalinya buat saya menerima <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sambatan <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">soal mantan. Dan saya juga lupa sudah berapa modifikasi kiat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">move-on <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang saya berikan kepada teman-teman saya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">saking <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">banyaknya yang curhat, terutama di usia-usia siap nikah seperti sekarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Susah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">move-on <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">itu biasa. Yang bikin kontroversial\u2014bahkan bagi teman-teman saya yang susah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">move on <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">itu\u2014adalah kenapa mereka susah melupakan mantan padahal sudah punya pasangan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan, ini bukan tentang mantan teman saya yang sempurna. Bahkan, pasangan sah beberapa teman saya jauh lebih baik daripada bekas kekasih mereka. Masalahnya, disodorkan model Jefri Nichol atau Chelsea Islan sekali pun, mereka bakal tetap susah melupakan mantan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada saja yang dicari-cari soal kekurangan pasangan sah mereka, kalau sudah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngomongin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mantan. Misalnya, pasangan baru ini <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nggak <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tahu kalau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cemilan <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">itu ejaan tidak baku dari camilan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">coba suruh pasangannya follow Ivan Lanin)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Atau, pasangan baru ini <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nggak <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">paham soal film-film <em>N<\/em><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">ouvelle Vague\u2014<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">m<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"><em>entok <\/em>paling cuma tahu soal Avengers. Macam-macamlah alasan mereka. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, alasan-alasan itu cuma sekadar ornamen buat menutupi alasan besar yang sebenarnya sulit buat mereka akui: apa yang terjadi antara teman-teman saya dan mantan mereka itu sebenarnya belum benar-benar usai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Analoginya seperti ini: di Hari Minggu, kamu kedatangan seorang tamu spesial. Kamu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">seneng banget <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">karena dia membawa keceriaan di rumahmu. Kemudian, kamu pun berharap kalau dia <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nginep <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">saja, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nggak <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">usah pulang. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, beberapa waktu kemudian, tamu yang satu ini bilang kalau dia mau pergi dulu sebentar. Sayangnya, dia tidak kunjung kembali, sekadar buat pamit atau bilang kalau dia tidak kerasan di rumahmu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitulah akhirnya nasib teman-teman saya: terpaksa harus melupakan sesuatu yang sebetulnya belum usai. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman saya yang baru <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">curhat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu, tiba-tiba ditinggal mantannya tanpa pamit setelah sore sebelumnya, mereka asyik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cuddling <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kos-kosan. <\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMaaf aja nih, PSK aja dikasih duit dan ucapan terima kasih kok setelah berhubungan seksual. Lha aku, ditinggal gitu aja.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu dulu cerita teman saya itu kepada kami, <em>gank<\/em>-nya, tidak lama setelah putus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada juga teman saya dan pacarnya yang sudah mufakat untuk putus, tapi ujung-ujungnya, toh dia tidak benar-benar bisa melupakan sang mantan, sampai sekarang. Meskipun, si doi ini <a href=\"https:\/\/mojok.co\/lal\/esai\/mas-slamet-kasus-beda-agama-dan-intoleransi-di-jogja-itu-hal-biasa\/\">beda agama<\/a> dan pasti sulit bagi mereka untuk bersatu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya bukan karena mereka sudah sepakat untuk mengakhiri hubungan saja. Jauh di dalam lubuk hati teman saya, dia masih sangat mencintai sang mantan dan belum benar-benar rela melepaskannya pergi\u2014perasaannya belum selesai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Si dia bisa saja punya wajah tertampan dan juga semua <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">infinity stones <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">buat menguasai dunia, tetapi kalau perasaanmu sama dia sudah selesai, ya sudah. Tidak ada lagi lagu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mantan Terindah-<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya Kahitna buat dia. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah selesai atau tidaknya perasaan itu sebetulnya bisa diselesaikan dengan kejujuran dari awal. Banyak orang yang pura-pura bisa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">move on <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tepat setelah putus dan berlomba-lomba menunjukkan pada mantan bahwa mereka baik-baik saja \u2014padahal sebetulnya masih ada ribuan kata yang menunggu untuk mengalir, tumpah tepat di depan sang mantan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa susahnya mengatakan bahwa sebenarnya, kita sangat terpukul dengan kepergian dia? Apa sulitnya sih, protes sama mantan kalau perilaku dia tidak berkenan di hati kita, bahkan cenderung melecehkan? Mengapa kita harus sok-sok tidak peduli di awal, kalau pada akhirnya selalu mengingat mantan sampai mampus?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, ribuan saran yang saya berikan kepada teman-teman, hanyalah menjadi angin lalu yang ditiup kencang oleh bayang-bayang mantan di hati mereka. Dasarnya memang mereka curhat sama saya, bukan buat cari solusi bagaimana supaya mantan bisa dilupakan dan pasangan sah bisa lebih dicintai. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti seorang pencandu narkotika dan zat adiktif lainnya, mereka ketagihan rasa sedih dan perih saat mengingat mantan. Apa ya, rasanya itu <i>kayak <\/i><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">waktu makan mangga muda. Kecut, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bikin sebel, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tetapi nagih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah, pada dasarnya manusia itu cenderung terobsesi sama hal-hal yang sulit mereka miliki.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mereka ketagihan rasa sedih dan perih saat mengingat mantan. Pada dasarnya manusia itu cenderung terobsesi sama hal-hal yang sulit mereka miliki.<\/p>\n","protected":false},"author":54,"featured_media":1166,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12912],"tags":[129,16,224],"class_list":["post-1072","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sapa-mantan","tag-cinta","tag-hubungan","tag-mantan"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1072","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/54"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1072"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1072\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1166"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1072"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1072"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1072"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}