{"id":107073,"date":"2021-02-15T14:05:29","date_gmt":"2021-02-15T07:05:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=107073"},"modified":"2021-12-29T17:07:57","modified_gmt":"2021-12-29T10:07:57","slug":"persatuan-dukun-nusantara-yang-bikin-bingung-cuma-dari-namanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/persatuan-dukun-nusantara-yang-bikin-bingung-cuma-dari-namanya\/","title":{"rendered":"Persatuan Dukun Nusantara yang Bikin Bingung Cuma dari Namanya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat sedang asyik nge-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">scroll<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> beranda FB, muncul berita \u201cunik\u201d yang memantik hasrat siapapun untuk bilang, oh my God. \u201cPersatuan Dukun Nusantara Siapkan Festival Santet\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah dibaca sekali, rasa ragu pun datang menyelimuti seakan nggak percaya perihal info itu. \u201cMasah sih ada berita macam begitu? Mungkin aja itu hoax biar orang-orang pada ngeklik websitenya. Lumayan juga kan buat naikin traffic, atau apalah motifnya.\u201d batin saya sambil menggaruk-garuk kepala yang sama sekali nggak gatal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya, saya nggak peduli amat sama tuh berita. Sebab, tidak ada faedahnya andaikan itu benar. Begitu juga nggak ada ruginya bila tidak saya lanjutkan. Sampai pada akhirnya, hal ini benar-benar berhasil mengusik nalar waras si pemilik akal ini. Ujung-ujungnya, ngeklik menjadi ending dari pergulatan epik itu atas rasa penasaran yang begitu menggeliat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah dibuka, beritanya cuma berisi tentang kisah sekelompok orang yang mendirikan semacam perkumpulan atau organisasi masyarakat. Mereka bukan HTI, bukan juga FPI. Namanya cukup cool sih untuk sebuah paguyuban, Persatuan Dukun Nusantara, atau disingkat Perdunu, bukan Perdungu, Sobat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perdunu ini terbentuk pada 3 Februari 2021 di Desa Sumberarum, Kec. Songgon, Banyuwangi yang dipelopori oleh Kiai Abdul Fatah Hasan, pengasuh Pondok Pesantren Al Huda, Blimbingsari, Tegalsari. Tujuan didirikan padepokan itu adalah agar para peminat setia pengobatan alternatif tidak ketipu sama tukang praktik abal-abal yang sesat-menyesatkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikisahkan, ada seorang perempuan yang rela ngeluarin uang empat puluh juta buat nyantet suaminya. Alih-alih terwujud, justru ia masuk penjara akibat perbuatan bodohnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi seorang dukun di Tulungagung yang dimuat salah satu portal online, ia memberi syarat khusus kepada para pengunjungnya. Cukup diraba-raba saja maka akan dapat sesuatu yang diinginkan, katanya. Sungguh tragis memang ketika mendengar kisah-kisah yang menggelitik itu. Inilah yang terjadi ketika perbuatan itu hanya demi dunia yang fana. Mengesampingkan akhirat yang sejatinya adalah Jannah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai santri tulen, saya kaget bin heran ketika berita persatuan dukun itu muncul. Terlebih, yang jadi leader-nya seorang tokoh agama, panutan umat, plus punya pondok pesantren. Pastinya, tidak hanya satu orang yang akan menghujat dan mencela, \u201cKok Pak Kiai ikut-ikutan sih, bukannya itu haram?!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal itu wajar saja terjadi karena nggak biasanya seorang yang berpeci dan diagungkan dalam circle masyarakat Muslim malah ikut-ikutan mendukung program yang diklaim sesat dan aneh itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingat, Sobat, saya nggak ngebahas apakah berdukun itu haram, atau mendukung perdukunan dilarang oleh agama. Lebih-lebih untuk menyerang personalnya, pun saya nggak kepikiran. Sebab, hal itu merupakan masalah individu yang orang lain pada nggak boleh ikutan. Andaikan ditanya sama orang pun, saya nggak punya kapasitas kayak fuqaha untuk menjawab permasalahan serumit itu, atau kayak psikolog untuk mendiagnosa isi kepala mereka. Meskipun tanpa mengurangi rasa hormat, sebenarnya saya santri yang kompeten dan teladan, Sobat. Yoi!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, saya punya perspektif lain yang tentunya bukan untuk nyalahin, namun sekadar ngasih tahu aja. Biar nggak bermunculan perkumpulan-perkumpulan aneh lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian tahu sendiri lah kalau Banyuwangi sedang gencar-gencarnya mem-branding destinasi wisata mereka ke masyarakat luas. Seperti Pantai Pulau Santen sebagai destinasi pantai syar\u2019i pertama di Indonesia. Keunikan dari pantai syar\u2019i adalah memiliki konsep wisata halal yang memisahkan pengunjung wanita dan pria. Selain bertujuan untuk mendukung pembangunan di daerah, juga mempunyai misi mengedepankan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Katanya sih begitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada juga Desa Wisata Osing yang terletak di pusat kota Banyuwangi. Desa ini menjadi tempat destinasi banyak orang karena nuansa budayanya yang masih pekat dan panoramanya yang asri. Daya tarik utama desa ini adalah Sanggar Genjah Arum dengan tatanan rumah-rumah kuno khas Osing yang berusia lebih dari seratus tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemunculan semua program itu adalah demi menggusur image Bumi Blambangan yang terkenal dengan sebutan Kota Santet-nya. Jadi, pada saat orang-orang berkunjung ke sana bakalan tidak ingat akan sebutan \u201cKota Santet\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan munculnya berita \u201cPersatuan Dukun Nusantara Siapkan Festival Santet\u201d ada pula yang bertema \u201cDukun Banyuwangi Bakal Gelar Festival Santet dan Kenalkan Destinasi Mistis\u201d, akan memantik ingatan seseorang untuk flashback ke masa kelam yang telah lewat. Dengan kata lain, akan merusak image yang sudah dibangun bertahun-tahun oleh pengelola daerah dan masyarakat lokal. Tentunya, orang-orang akan menyalahkan Pemkabnya sendiri. Meskipun mereka telah membuat klarifikasi atas ketidaktahuan terkait paguyuban itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Andaikan mau buat semacam perkumpulan orang-orang supranatural, buatlah nama yang tidak menimbulkan kisruh masyarakat dan warganet. Misalkan, menamainya dengan Perkumpulan Praktisi Pengobatan Alternatif yang disingkat dengan Persipenal, atau apalah, terserah maunya kalian. Saya nggak mau tahu urusan begituan. Intinya, hindari menggunakan sebutan yang kontroversial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu pun istilah kegiatannya. \u201cFestival Santet\u201d misalnya. Meskipun isinya bukan santet masal atau budidaya tuyul, paling nggak pake nama yang agak elegan dan tidak menimbulkan masalah. Kayak \u201cFestival Praktisi Spiritual\u201d yang menurut saya sih cukup bagus lah untuk dijadikan tema, atau nama yang lain juga bisa. Sesuai selera anggotanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, jangan buat yang aneh-aneh kayak buat kurikulum santet, metode pembelajaran guna-guna, atau sertifikasi dukun macam sertifikasi ulama milik MUI. Pokoknya jangan. Buatlah progja yang sekiranya menguntungkan bagi praktisi-praktisi serta masyarakat yang membutuhkan jasa-jasa itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ala kulli hal, saya nggak sepenuhnya menolak atas keberadaan praktisi-praktisi itu. Sebab, mereka punya keluarga yang mesti diberi makan supaya pada nggak kelaparan kayak situ. Bahkan, malah sangat mendukung program-program mereka seperti doa bersama, pengobatan gratis dan lain-lainnya. Mereka justru lebih baik daripada orang-orang yang bisanya hanya menghujat dan memperkeruh suasana.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-hal-yang-akan-terjadi-andai-perdunu-bisa-memaksimalkan-dukun-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"> 6 Hal yang Akan Terjadi Andai Perdunu Bisa Memaksimalkan Dukun di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Andaikan mau buat semacam perkumpulan supranatural, buatlah nama yang tidak menimbulkan kisruh.  Jangan pakai &#8216;persatuan dukun&#8217;.<\/p>\n","protected":false},"author":1400,"featured_media":27169,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[949,3730],"class_list":["post-107073","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-dukun","tag-kemampuan-supranatural"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107073","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1400"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107073"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107073\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27169"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107073"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107073"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107073"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}