{"id":106669,"date":"2021-02-09T09:04:03","date_gmt":"2021-02-09T02:04:03","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=106669"},"modified":"2021-02-09T07:50:59","modified_gmt":"2021-02-09T00:50:59","slug":"jawaban-dari-misteri-hilangnya-pakde-indro-warkop-sebagai-juri-suci-ix","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jawaban-dari-misteri-hilangnya-pakde-indro-warkop-sebagai-juri-suci-ix\/","title":{"rendered":"Jawaban dari &#8216;Misteri Hilangnya&#8217; Pakde Indro Warkop sebagai Juri SUCI IX"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada yang hilang di gawean SUCI IX (bacanya, suci wan ex). Ajang pencarian bakat para komika di Kompas TV ini tidak lagi menghadirkan Indro Warkop sebagai salah satu juri. Padahal, Pakde Indro sudah menjadi juri tetap di SUCI, sejak musim pertama pada 2011.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat saya, Pakde Indro dengan jargon \u201ckompor gas\u201dnya sudah menjadi ikon juri SUCI. Istilah \u201ckompor gas\u201d di sini berarti menurut penilaian Pakde Indro, penampilan sang komika sangat bagus: menghibur, lucu, dan \u201cpecah\u201d. Saya sebagai pemirsa punya keasyikan tersendiri ketika menebak-nebak, apakah penampilan sang komika bakal disematkan \u201ckompor gas\u201d atau tidak oleh Pakde Indro Warkop.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, ketidakhadiran blio di musim kesembilan ini membuat saya seperti kehilangan hak untuk <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">m<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ain tebak-tebakan lagi. Kenapa Pakde Indro \u201cmenghilang\u201d?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, pemilihan dewan juri yang tepat adalah salah satu faktor krusial yang membuat ajang pencarian bakat menjadi \u201cenak\u201d ditonton. Pastinya kita mengharapkan dewan juri nggak sekedar copy paste alm. Pak Tino saja. Bagus. Bagus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan di stasiun televisi \u201cituh\u201d, program pencarian bakatnya justru memberikan porsi yang lebih dominan pada para juri, dibandingkan penampilan pesertanya. Penampilan kontestannya sendiri mungkin cuma lima menit. Akan tetapi, penilaian para dewan jurinya bisa dua jam sendiri. Tau, lah program apa yang saya maksud.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mencoba untuk memaklumi eksposur ini. Mungkin saja setelah dianalisis, ternyata penilaian juri memberikan rating dan share yang fantastis dibandingkan penampilan para kontestan. Kita pahamlah kalau rating dan share masih jadi dewa buat stasiun televisi. Jadi bisa saja pihak stasiun televisi merasa \u201ckekuatan\u201d para dewan juri ini yang kudu push to the limit. Kalau perlu semua gimmick mashook semua \u201cmenggemukkan\u201d segmen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suka nggak suka, ajang pencarian bakat \u201cyang itu\u201d menjadi indikasi, betapa item penjurian tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap program. Apalagi umumnya dewan juri adalah para pesohor yang telah dikenal khalayak. Segala omongan, gerak, dan tingkah laku yang kadang overacting itu justru menjadi \u201cmodal jualan\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alhamdulillah, dari dulu para juri SUCI tidak perlu koprol atau ngomong teriak-teriak untuk sekadar menunjukkan eksistensinya. Dari sejak musim satu sampai sekarang, dua posisi juri diisi oleh publik figur yang memang kompeten di bidang komedi tunggal. Selain Pakde Indro yang selalu hadir, ada Pandji Pragiwaksono dan Raditya Dika yang bergantian menjadi juri tetap di beberapa musim. Saya yakin, tidak ada yang meragukan kemampuan mereka dalam bidang ini. Namun, kembali lagi, kenapa musim ini Pakde Indro Warkop menghilang?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Why&#8230; Oooh why???<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika suatu saat saya berkesempatan ngobrol dengan Mas Parno, produser SUCI IX, tentu saja hal ini saya tanyakan ke blio. Bagaimana pertimbangan blio akhirnya memutuskan Pandji Pragiwaksono, Raditya Dika, dan Abdel Achrian sebagai dewan juri di musim ini. Berikut penjelasannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertimbangan pemilihan juri tentunya dilihat dari kapabilitas mereka dalam dunia lawak tunggal, serta karakteristik yang tentunya berbeda satu sama lain. Ketiganya memiliki keunggulan masing-masing yang diharapkan dapat membuat para komika di SUCI IX ini menjadi komika yang ciamik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pandji sebagai komika yang berpengalaman world tour, bisa menilai seberapa solid materi dan mental komika ketika di atas panggung. Sementara Radit secara teknis mampu membedah seluruh materi komika yang tampil, dengan super detail. Cing Abdel sendiri diharapkan dapat memberikan sudut pandang yang fresh bagi para komika. Bisa dibilang, blio merupakan salah satu \u201cjembatan\u201d penghubung antara seniman dalam dunia lawak grup, dengan dunia lawak tunggal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk Pakde Indro Warkop sendiri, jasa beliau dalam komunitas stand up nasional bertahun-tahun lamanya, sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Blio adalah living legend dan figur Godfather, tidak hanya bagi komunitas stand up, tapi juga bagi kami sebagai \u201cpekerja\u201d SUCI.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau memang Pakde Indro masih disegani di komunitas ini, mengapa blio nggak dipakai lagi?\u201d saya masih penasaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cProgram ini sudah berjalan sembilan musim. Tidak adanya Pakde Indro pada SUCI kali ini hanyalah salah satu cara televisi untuk memberikan \u201cpenyegaran\u201d pada SUCI,\u201d jelas Mas Parno.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oooh, jadi untuk penyegaran program.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ah, saya jadi merasa \u201cterlempar\u201d kembali ke masa lalu, saat masih wara-wiri menjadi kru televisi. Walaupun sebuah program bisa dibilang sukses (tentunya rating dan share yang menjadi indikasi utama) dan tayang bermusim-musim, tapi kami dituntut untuk selalu membuat \u201cpenyegaran\u201d. Bisa dilakukan dengan melakukan perubahan set, modifikasi sistem penilaian, atau mengganti host dan pengisi acara lainnya. Kebetulan, \u201cpenyegaran\u201d di SUCI musim ini berimbas pada hilangnya Pakde Indro Warkop di tim juri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApakah di waktu mendatang, masih ada kemungkinan Pakde Indro melakukan penjurian lagi?\u201d tanya saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMengapa tidak? Besar harapan kami, semoga ada kesempatan dan sikon yang sudah membaik, Pakde Indro bisa bergabung kembali menggawangi SUCI ke depannya,\u201d jawab Mas Parno.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah semoga saja, bila suatu saat Pakde Indro Warkop bergabung kembali ke dewan juri SUCI, untuk \u201cpenyegaran\u201d program, bisa diusulkan ke blio untuk mengganti jargon \u201ckompor gas\u201dnya dengan peralatan lain seperti baskom plastik, batu ulekan, atau tutup panci, mungkin?<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber Gambar: <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?app=desktop&amp;v=XGDe1UNU0Uw\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">YouTube Stand Up Kompas TV<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wawancara-produser-suci-ix-kompetisi-stand-up-comedy-yang-terimbas-covid-19\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Wawancara Produser SUCI IX: Kompetisi Stand Up Comedy yang Terimbas Covid-19<\/a><\/strong> <strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dessy-liestiyani\/\">Dessy Liestiyani<\/a> lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282136338016&amp;text&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketidakhadiran Indro Warkop di musim kesembilan ini membuat saya terus mempertanyakan: kenapa beliau menghilang?<\/p>\n","protected":false},"author":680,"featured_media":106852,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[10616,10455],"class_list":["post-106669","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-indro-warkop","tag-suci-ix"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106669","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/680"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106669"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106669\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106852"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106669"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106669"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106669"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}