{"id":106439,"date":"2021-02-10T08:45:09","date_gmt":"2021-02-10T01:45:09","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=106439"},"modified":"2021-02-10T08:38:52","modified_gmt":"2021-02-10T01:38:52","slug":"4-hal-horor-yang-kita-alami-saat-disuruh-emak-belanja-ke-warung-kelontong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-hal-horor-yang-kita-alami-saat-disuruh-emak-belanja-ke-warung-kelontong\/","title":{"rendered":"4 Hal Horor yang Kita Alami Saat Disuruh Emak Belanja ke Warung Kelontong"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai anak yang berbakti, sudah sewajarnya kita menuruti perintah orang tua. Termasuk ketika dimintai tolong untuk beli sesuatu di warung kelontong. Jangan sampai kita malah pura-pura nggak denger dan terus asyik mantengin HP. Ya, kecuali kalian-kalian mau kisah hidupnya dijadikan judul sinetron di TV, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Azab Anak yang Tidak Menurut, Telinganya Terpisah Kiri dan Kanan.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Eh, tapi, bukannya telinga itu memang terpisah kiri dan kanannya, ya? Oke, lupakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sebagai anak bontot, dulu saya sering sekali jadi sasaran. Bentar-bentar disuruh ke warung kelontong buat beli sesuatu. Nasib. Sebenarnya nggak masalah, sih. Cuma yang bikin kesel adalah perintah-perintahnya kadang nyeleneh dan bikin horor. Seperti berikut ini.<\/span><\/p>\n<h4>#1 Disuruh balikin barang<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika disuruh emak belanja ke warung kelontong, ada saja barang yang lupa untuk dibeli. Padahal, sudah setengah mampus dihafalkan. Tapi apa daya, kadang ingatan itu jatuh di tengah jalan. Jadi pas sampai di warung, malah lupa mau beli apa. Akhirnya beli seingatnya saja. Ndilalah, salah. Disuruh balikin ke warung, deh, sama emak. Duh, males banget, asli.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang juga kejadiannya begini. Disuruh beli Royco ayam, tapi berhubung Royco ayamnya habis, sama penjual dikasih Royco sapi. Kata si penjual, itu sama aja. Nah, sebagai bocah ya nurut aja, dong. Eh, begitu sampai rumah, nggak diterima sama emak. Emak tetep kekeuh pengen Royco yang rasa ayam. Si Royco sapi itu disuruh balikin dan uangnya diminta lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hoaaa\u2026 kalian juga pernah ngalamin yang kayak gini, nggak? Pengin salto banget kan rasanya? Mau balik lagi, malu. Tapi mau nolak, ntar emak malah tambah keluar taringnya. Duh. Horor banget emang.<\/span><\/p>\n<h4>#2 Disuruh ngutang<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian yang terlahir sebagai sultan pasti nggak pernah tau rasanya disuruh orang tua ngutang di warung. Bilang bayarnya ntar, nunggu gajian. Gitu katanya. Mereka, sih, enak tinggal nyuruh. Lha kita yang kena suruh? Malu, dong. Itu sebabnya kalau disuruh pergi ngutang ke warung, rasanya pengin muter ke Palestina dulu, biar lama.<\/span><\/p>\n<h4>#3 Bawa duit ngepas<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal horor lain yang terjadi di masa kecil pas disuruh emak belanja ke warung kelontong adalah bawa duit ngepas. Belanjanya seabrek, tapi dibawain duit nggak seberapa. Duh. Padahal kan berharapnya ada duit kembalian biar bisa beli permen barang sebiji. Nah ini, boro-boro ada kembalian, duitnya aja kurang! Apesnya, ketika balik ke rumah dengan belanjaan yang kurang lengkap, malah diomelin. Katanya, harusnya beli aja, bayarnya nanti.<\/span><\/p>\n<h4>#4 Disuruh nuker duit<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jauh-jauh ke warung tetangga tapi nggak beli apa-apa alias cuma mau nuker duit juga nggak kalah horor dari yang lainnya. Gimana, ya? Malu aja, gitu. Apalagi kadang muka si penjualnya juga asem-asem gimana, gitu, pas tahu kita cuma mau nuker duit. Mau bagaimana lagi? Perintah adalah perintah. Tetap harus dilakoni meskipun malu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, seiring berlalunya waktu, saya jadi bisa memahami bahwa justru dari pengalaman-pengalaman horor itulah mental teruji. Bayangkan jika saya tidak pernah dibenturkan dengan situasi horor seperti itu. Bisa-bisa saya menjelma jadi orang pemalu, yang bahkan untuk menatap matahari pun nggak mampu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, buat kalian-kalian yang sekarang ini masih jadi \u201canak\u201d suruhan emak, sabar. Ini adalah proses pembelajaran. Lakukan dengan ikhlas, nanti juga ketemu hikmahnya. Kalau nggak ketemu, berarti hikmahnya masih ngumpet. Toh, berikutnya bakal gantian kalian yang nyuruh-nyuruh anak kalian ke warung, kok. Eh.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/belanja-online-di-marketplace-lebih-asyik-daripada-di-warung-tetangga-karena-bikin-bahagia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Belanja Online di Marketplace Lebih Asyik daripada di Warung Tetangga karena Bikin Bahagia<\/strong><\/a> <b>dan<\/b><b>\u00a0artikel\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dyan-arfiana-ayu-puspita\/\"><b>Dyan Arfiana Ayu Puspita<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika disuruh emak belanja ke warung kelontong, ada saja barang yang lupa untuk dibeli. Padahal, sudah setengah mampus dihafalkan.<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":107059,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[10627,496,6225],"class_list":["post-106439","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-belanja-ke-warung","tag-masa-kecil","tag-warung-kelontong"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106439","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106439"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106439\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/107059"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106439"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106439"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106439"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}