{"id":10643,"date":"2019-08-21T06:00:22","date_gmt":"2019-08-20T23:00:22","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=10643"},"modified":"2019-08-21T09:56:38","modified_gmt":"2019-08-21T02:56:38","slug":"jangan-minta-saya-nganter-ke-toilet","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangan-minta-saya-nganter-ke-toilet\/","title":{"rendered":"Jangan Minta Saya Nganter ke Toilet"},"content":{"rendered":"<p>Pernah nggak sih kalian diajak ke toilet sama temen sendiri? Pernah nggak? Kalo nggak pernah juga nggak masalah sih. Tapi, ketahuilah, bahwa diajak\u2014disuruh nganter dan nungguin\u2014temen di toilet itu nyebelin. Serius, nyebelin banget.<\/p>\n<p>Kenapa sih harus ditemenin? Kenapa nggak sendiri saja? Takut tersesat? Mau ke toilet tiba-tiba nyasar ke Keraton Nyi Roro Kidul gitu? Pliiiss deh, nggak ada ceritanya ya orang kesasar hanya karena pergi ke toilet sendirian. Nggak ada ceritanya tim SAR dipanggil karena ada laporan \u201corang hilang, terakhir terlihat di sebelah kelas XII A2, masih mengenakan seragam OSIS. Menurut saksi, korban pamit pengen pergi ke toilet sendirian\u201d. <em>Jiiaannn ramashook blas!<\/em><\/p>\n<p>Sudahlah ya, pergi ke toilet yang cuma 50 meter dari kelas kok pake dianter segala. Kecuali memang butuh satpam buat menjaga pintu toilet yang rusak. Loh, tapi kan udah tau kalo pintunya rusak, ngapain masuk ke situ. Toilet sekolah kan nggak cuma satu.<\/p>\n<p>Atau mungkin kalian butuh teman ngobrol sewaktu melakukan kawajiban panggilan alam. Kali aja, saking deketnya, saking <em>bro<\/em>-nya kalian dengan teman hingga mau dan berani masuk satu bilik toilet untuk menjadi teman ngobrol saat seorang teman melakukan ritual hariannya.<\/p>\n<p>Percayalah, menunggui teman di toilet adalah cara membuang waktu paling buruk yang pernah ada. Kalau cuma mau membuang waktu karena bosan dengan pelajaran, kan bisa <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kantin-kejujuran-dan-perilaku-darmaji-dahar-lima-ngaku-siji\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">pergi ke kantin<\/a>, mewawancarai ibu kantin, atau sekedar <em>ngegombalin<\/em> anaknya yang kebetulan libur sekolah karena sudah selesai Ujian Nasional.<\/p>\n<p>Pernah juga teman saya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-alasan-siswa-meninggalkan-kelas-yang-ada-ada-saja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">izin keluar kelas<\/a>, sakit katanya. Dengan sedikit akting dia berhasil mengelabui guru untuk kemudian pergi ke UKS dan tidur siang. Padahal kami semua tahu persis dia izin karena semalam begadang main voli di turnamen tarkam yang diselenggarakan kampungnya. Bukan berarti ngasih contoh yang buruk, meskipun kenyataanya iya, tapi yang jelas ayolah, masak cuma ke toilet aja takut. Pecundang. Dengan gagah berani naik ke gunung, <em>ngecamp<\/em> di pantai, atau kemah ke hutan tapi ke toilet yang cuma 50 meter dari kelas minta dianterin.<\/p>\n<p>Selain karena hal-hal di atas, saya benci disuruh nganter temen ke toilet karena diluar pintu toilet itulah muncul rasa \u201ckok gini amat sih hidup\u201d. Berasa kek nggak berguna gitu. Apalagi kalau banyak yang lewat, saya yang dengan setia nungguin di depan pintu cuma bisa mengangguk sambil senyum ala iklan pasta gigi. Kalaupun mau main HP, nggak nyaman juga kan baca artikel di Mojok sambil berdiri, sendirian, sambil ketawa ketawa pula. <em>Pokoke<\/em> serba nggak nyaman lah.<\/p>\n<p>Itu kalau nunggu di luar. Sudah sebegitu ngggak nyamannya. Kalau ikut masuk takutnya malah timbul fitnah. Dikiranya kaum pelangi, padahal kan ini bentuk <a href=\"https:\/\/tirto.id\/cemas-saat-ditinggal-sahabat-menikah-ecyu\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">mesranya persahabatan<\/a>.<\/p>\n<p><em>Fyi <\/em>\u00a0aja nih, saya termasuk orang yang selalu menolak ketika disuruh nganter ke toilet. Kalau ke kantin, baru saya mau. Misal ya, disuruh nganter ke kantin. Kan lumayan masih ada harapan ditraktir gorengan atau jajanan lain. Lha kalau disuruh nganter ke toilet, bisa berharap apa coba? Mau gitu tiba-tiba temen bilang, \u201cnih ada sisa sate tadi malem, kalau mau ambil sendiri tuh.\u201d Terus sebagai temen yang ngerasa nggak enak kalau nolak kita jawab, \u201cbaik banget sih kamu, mana aku ambil sisa satemu. Semoga dicatat sebagai amal baikmu ya. Amiin\u201d. Awowkwokwok kok jadi absurd gini ceritanya.<\/p>\n<p>Jadi intinya, buat seluruh pembaca tulisan ini. Berhentilah meminta teman kalian untuk nganter plus nungguin kalian di toilet. Sadarlah bahwa nungguin kalian itu merepotkan dan barang siapa menyusahkan orang lain, maka kelak akan disusahkan Allah di akhirat.<\/p>\n<p>Lagipula pergi ke toilet sendirian membuat pikiran dan perasaan menjadi lebih tenang karena tak harus memikirkan orang yang sedang berdiri di depan pintu. Dan bagi saya pribadi, menuntaskan panggilan alam akan terasa lebih <em>plong<\/em> ketika tak ada yang mengganggu pikiran sehingga yang ada tinggal kedamaian dan ketenangan yang ikut mengalir bersama hajat menuju ke tempat yang semestinya.\u00a0(*)<\/p>\n<div>\n<div><\/div>\n<div><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>.<\/em><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kenapa sih harus ditemenin? Kenapa nggak sendiri saja? Takut tersesat? Mau ke toilet tiba-tiba nyasar ke Keraton Nyi Roro Kidul gitu?<\/p>\n","protected":false},"author":221,"featured_media":10651,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[383,2686,2685,249,1904],"class_list":["post-10643","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-curhat","tag-ke-toilet","tag-nganterin","tag-pertemanan","tag-sahabat"],"modified_by":"Zahroh Ayu","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10643","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/221"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10643"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10643\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10651"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10643"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10643"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10643"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}