{"id":106181,"date":"2021-02-06T09:03:25","date_gmt":"2021-02-06T02:03:25","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=106181"},"modified":"2021-02-07T23:18:05","modified_gmt":"2021-02-07T16:18:05","slug":"pengin-jodoh-kayak-hinata-hyuga-emang-kamu-bisa-kayak-naruto","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengin-jodoh-kayak-hinata-hyuga-emang-kamu-bisa-kayak-naruto\/","title":{"rendered":"Pengin Jodoh Kayak Hinata Hyuga? Emang Kamu Bisa Kayak Naruto?"},"content":{"rendered":"<p><em>Apakah kamu salah satu kaum Adam yang menginginkan memiliki jodoh seperti Hinata Hyuga?<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkara Kartu Keluarga, saya belum pernah punya sendiri, masih di-backing orang tua. Kolom status di KTP saya masih mengisyaratkan manualan, masih belum kawin. Namun, saya sudah tak risih perkara pledoi yang diberikan pada kaum seperti kami, orang yang belum menikah. Apalagi pertanyaan \u201ckapan nikah?\u201d basi. Hal-hal seperti itu nggak lagi saya anggap sebagai gangguan, tapi sebagai doa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persoalan ketemu jodoh juga nggak bisa diperkirakan datangnya, tapi harus diusahakan, dan kini saya sedang dalam proses berusaha. Saya punya grup WA yang isinya para jomblo sebaya di kampung. Awalnya dibikin untuk berdiskusi sesama jomblo, saling memotivasi, saling curhat, dan membahas hal tabu jadi layak diperbincangkan, setajam arit. Isinya adalah teman-teman dekat, tapi sudah ada yang sudah menikah satu orang. Grup yang aktif manakala lebaran dan saat salah satu anggotanya menikah saja. Grup yang dibentuk 2016 ini, bahkan punya logo tersendiri, sangar pokoknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di grup itu, ada salah satu teman sesama jomblo yang mengutarakan imaji liarnya. Dia pengin punya istri seperti Hinata Hyuga yang asoy sekali menurutnya. Tak hanya di grup itu, pernyataan serupa muncul di mana-mana. Biasanya di akun Instagram fans Naruto atau di komen video bajakan YouTube. Tak banyak omong, penyayang, cantik, bangsawan, pintar masak, tapi sayangnya hanya ada di dunia shinobi. Saya sempat kepikiran juga, gimana kalau sosok seperti Hinata Hyuga ada di dunia kampung pinggiran, mesti jadi primadona kampung saya. Tawuran mungkin hampir tiap hari terjadi, tawur rebutan cewek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi kemudian, saya ingat salah satu teman yang seorang ustaz bilang gini ke saya, \u201cAda ayatnya, perempuan yang baik, untuk laki-laki yang baik, begitu sebaliknya.\u201d Kemudian saya melihat sosok kawan saya yang pengin dapat jodoh Hinata Hyuga tadi. Nggak ada potongan pahlawan semacam Naruto, lebih cenderung ke pemuda tukang nongkrong di depan gang. Begitupun saya, tak mumpuni jika harus dibandingkan Naruto, meski saya lumayan (ahem) saleh. Hahaha.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Punya kriteria jodoh itu nggak apa-apa, boleh saja. Namun, kita tetap harus sadar diri. Poin penting dari hubungan Naruto dan Hinata Hyuga adalah menjadi contoh untuk kita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita harus lihat perjalanan hidup Hinata dulu. Walaupun seorang Hyuga kasta tinggi, dia tetap menjalani hidupnya dengan berat. Kematian ayah Neji juga ikut membuatnya menjadi lebih sengsara karena dia dibenci oleh sepupunya sendiri. Sejak kecil dilatih dengan sangat keras oleh babenya, yang seolah-olah lebih menyayangi adiknya Hinata. Introver parah sehingga sulit punya teman. Suka dengan Naruto sejak kecil, tapi si Naruto tak peduli atau kurang mengerti. Akan tetapi, dia adalah wanita yang tak mudah menyerah dan selalu tak ragu untuk menolong siapapun. Pokoknya wanita yang jos gandos!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu kenapa Naruto bisa disukai Hinata Hyuga? Padahal dia bloon banget. Oke, kita runut dulu cerita hidup Naruto sesingkat mungkin. Sejak bayi hidup sendiri dengan bantuan dari Hokage ketiga, Sarutobi. Namun, sejak balita sudah harus mengurus dirinya sendiri, bajigur tenan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua orang membencinya, padahal dia bisa dibilang penyelamat mereka. Kalau Kyuubi tak dimasukkan ke tubuhnya, dijamin remuk Konoha gakure. Semua nilainya jelek, tak punya teman, payah dalam berbagai bidang, sampai pada akhirnya jadi bucin karena Sakura.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sini peran dari guru Iruka sangat besar untuk perkembangan Naruto. Lantaran guru Iruka, Naruto menjadi anak kecil yang lebih bisa menerima keadaan dan mau membantu semua orang. Sampai pada akhirnya, Naruto menjadi Sannin dan menyelamatkan penduduk desa Konoha. Semua itu bisa dilaluinya dengan keringat dan penuh darah perjuangan. Penghinaan, kesendirian, terlantar, dibenci semua orang, dan masih mau memaafkan, bahkan membantu orang-orang yang menyakitinya. Sehingga, jika Hinata naksir Naruto, itu wajar sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Naruto nggak mungkin misuh hanya karena nggak dibeliin HP, apalagi mabok kalau ditolak cewek, yo wagu. Sebego-begonya Naruto, dia nggak pernah menyerah dan menyimpan dendam, meski bucinnya nggak ketulungan, njelei (untuk hal ini saya merasa lebih unggul, kayane). Nggak mungkin juga cowok yang nggak gumunan sama cewek (padahal guru Jiraiya mesumnya minta ampun, tapi Naruto nggak ikut-ikutan) alias nggak mesum, nggak dapat jodoh wanita baik-baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya, sebagai manusia, boleh kok punya kriteria dan impian soal jodohnya nanti. Namun, daripada pusing mikirin kelakuan jodoh yang bahkan belum kelihatan, mending mikirin kelakuan diri sendiri dulu. Biar kita nggak wagu dan manualan terus saben hari.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber Gambar: <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=Wgd1gGdaFTk\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">YouTube Kim_ Hyuga<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/naruto-dan-hinata-pernikahan-mereka-bikin-saya-iri-saja-ini-3-alasannya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Naruto dan Hinata: Pernikahan Mereka Bikin Saya Iri Saja, Ini 3 Alasannya<\/a><\/strong> <strong>dan\u00a0<\/strong><strong>tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/bayu-kharisma-putra\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Bayu Kharisma Putra\u00a0<\/a><\/strong><strong>lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di sebuah grup WA, ada salah satu teman sesama jomblo yang mengutarakan imaji liarnya. Dia pengin punya istri seperti Hinata Hyuga yang asoy sekali menurutnya.<\/p>\n","protected":false},"author":1151,"featured_media":106247,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[10568,1677,2778],"class_list":["post-106181","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-hinata-hyuga","tag-jodoh","tag-naruto"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106181","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1151"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106181"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106181\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106247"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106181"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106181"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106181"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}