{"id":106144,"date":"2021-02-07T12:11:42","date_gmt":"2021-02-07T05:11:42","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=106144"},"modified":"2021-02-07T03:26:39","modified_gmt":"2021-02-06T20:26:39","slug":"menggugat-fenomena-nama-anak-zaman-sekarang-yang-susahnya-minta-ampun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menggugat-fenomena-nama-anak-zaman-sekarang-yang-susahnya-minta-ampun\/","title":{"rendered":"Menggugat Fenomena Nama Anak Zaman Sekarang yang Susahnya Minta Ampun"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiap buka status Whatsapp, isinya bayi. Pindah ke Instagram, isinya bayik juga. Ke Facebook apalagi. Sudah mah paling banyak temennya di situ, terus isine foto-foto bayi, bocah cilik doang yang pada menuhin beranda. Wadoooh, ini saya temenan sama bayik apa gimana dah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nasib, nasib. Wayahnya temen udah pada bereproduksi, saya malah masih nontonin Upin-Ipin dari pagi ampe ke besoknya lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngomongin soal bayi, saya jadi kepengen nyinggung soal \u201cnama\u201d. Iya, nama anak zaman sekarang pada trendi, edgy, dan indie sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu dulu saya sempet ngajar les dan ekskul di SD swasta, pas liat absen bocahnya, saya cengo, Men. Perasaaan saya nggak jadul-jadul amat, dah. Lagu-lagu yang bocah SMA sekarang ngerti, perasaan\u2026 saya juga ngerti dah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya waktu nengok absen yang penuh nama anak zaman sekarang, mulut saya dibikin njelimet tiap kali nyebut nama anak-anaknya. Banyak yang namanya lebih dari dua-tiga kata lah, pake huruf dobel, lah. Namanya panjang dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ribet<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> unik, Shay. Saya nggak begitu ada masalah sih dengan panjangnya nama. Soalnya, nama saya sendiri juga panjang. Tapi, yang cukup jadi pertanyaan adalah, kenapa njelimet gitu lho. Pake dabel e, pake Q pake H, pake Y, pake ASHDKJDZXCB. Harus banget apa gemana, dah~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini nama anak apa password WiFi bawaan modem sih?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yang harusnya ngabsen, malah dibikin introspeksi diri. \u201cBahasa Indonesia aja masih nggak jago. Lah ini bahasa baru apa lagi?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya ngerti bahwa tiap orang tua pasti memiliki tujuan dan harapan kepada anak yang diselipkan melalui namanya. Nama adalah doa. Kira-kira begitu anggapannya. Namun, nama yang njelimet ribet belibet itu teh termasuk ke dalam salah satu rukunnya? Itu bisa jadi poin plus untuk mengijabah doa kepada si anak yang diwujudkan pada bentuk nama? Betul begitu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sendiri nggak yakin apakah betul diijabahnya doa pada si anak bisa dimaksimalkan usahanya melalui nama yang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ribet<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> unik itu. yang jelas sih satu, ya karena orang tuanya adalah manusia masa kini. Iya masa kini nan trendi\u2026<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi trendi dan memiliki segudang referensi apik untuk nama si bayi masih terbilang baik sampai ketika muncul pengucilan nama teman yang tidak terasa senada. Di saat nama-nama anak menjadi lebih dari dua kata, panjang, dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ribet<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> unik, tidak menutup kemungkinan untuk senyum menyeringai dan ber-hah ria ketika mengetahui ada nama anak yang hanya terdiri dari satu kata. \u201cHah, Budiman, doang?\u201d \u201cSerius namanya Suci aja?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski memang sudah waktunya, tapi kok jadi gini amat, ya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Percayalah yeorobun yang baru, sedang, dan akan punya anak. Nama panjang dan njelimet itu nggak menjamin \u201creturn-nya\u201d bakal baik. Justru pola asuh lebih berpengaruh untuk mendukung perkembangan fisik, emosional, intelektual si anak. Nama anak zaman sekarang emang terkesan keren, tapi ya lebih keren mendidik anak secara benar, bukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat buanyak sekali nama-nama \u201cedgy\u201d digandrungi orang tua saat ini, saya cuma nggak kepikiran aja. Bisa-bisanya orang lain dibikin lima menit buat ngebaca terbata-bata, mengulang-ulang ejaannya, berusaha memahami, kemudian bertanya kepada si orang\u00a0 tua apakah benar penyebutannya terhadap nama si anak. Di saat manusia zaman sekarang kalo kena sinyal jelek atau hape ngelag pas lagi nonton video TikTok 60 detik aja ngamuknya bisa setengah mati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Halo, Phutery, Qweenzhasyah, Rhasqeen. Ziersha, Melcha, Yasheentya. Awas ya kalo ternyata panggilannya cuma Put, Eca, Aki, Mel, Ica. Tante congkel nih pipinya. Eh anu, cubit maksudnya, cubit zeyenggg.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Eh, ngomong-ngomong, pada kepikiran sih kalau anaknya nanti udah gede bakal dipanggil nama bapaknya? Udah susah-susah ngasih nama kebarat-baratan, dipanggilnya Bambang, misale.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-rekomendasi-nama-anak-yang-nyentriknya-setara-nama-anak-elon-musk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">6 Rekomendasi Nama Anak yang Nyentriknya Setara Nama Anak Elon Musk<\/a>\u00a0dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/nuriel-shiami-indiraphasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Nuriel Shiami Indiraphasa<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nama kek orang Yunani, gedenya dipanggil Bambang.<\/p>\n","protected":false},"author":825,"featured_media":86377,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[10587],"class_list":["post-106144","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-nama-anak-zaman-sekarang"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106144","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/825"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106144"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106144\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/86377"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106144"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106144"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106144"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}