{"id":106132,"date":"2021-02-09T14:02:48","date_gmt":"2021-02-09T07:02:48","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=106132"},"modified":"2021-02-09T13:25:40","modified_gmt":"2021-02-09T06:25:40","slug":"dalam-bahasa-madura-hijau-memang-disebut-biruh-dan-tak-perlu-diganti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dalam-bahasa-madura-hijau-memang-disebut-biruh-dan-tak-perlu-diganti\/","title":{"rendered":"Dalam Bahasa Madura, Hijau Memang Disebut &#8216;Biruh&#8217; dan Tak Perlu Diganti"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahasa Madura memang unik dan memiliki ciri khas tersendiri. Salah satunya adalah perbedaan penyebutan kata untuk mendeskripsikan warna hijau. Jika dalam bahasa Inggris warna hijau disebut green, dalam bahasa Jawa warna hijau disebut ijo, tapi dalam bahasa Madura berbeda. Penyebutan kata hijau dalam adalah \u201cbiruh\u201d. Banyak yang mengira penyebutan biruh ini salah karena menganggap bahwa biruh itu merujuk pada warna biru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, beberapa hari yang lalu saat ada tetangga main ke rumah, seperti biasa karena kami memang berkomunikasi dalam bahasa Madura jadi kita menyebut warna hijau dengan kata biruh atau \u201cbiruh deun\u201d. Hal ini terdengar oleh kakak ipar saya. Kakak ipar saya ini memang bukan orang Madura dan bahkan nggak ada darah Madura sama sekali dalam dirinya. Ketika mendengar kata biruh, dia protes dan mengoreksi perkataan tetangga saya agar diubah menjadi hijau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelakuannya yang protes jika ada orang bilang biruh ini sudah menjadi kebiasaan sejak dulu. Dulu saat masih kecil, saya juga berpikir \u201cKok dalam bahasa Madura nggak ada kata hijau?\u201d saya pun mengubah kebiasaan menyebut biruh menjadi hijau. Tapi, semakin dewasa saya sadar bahwa tidak ada yang salah, hanya orangnya saja yang tidak mengerti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengenai kelakuan kakak ipar awalnya saya pikir hanya bercanda, tapi lama-lama kok ya nyebelin juga. Kenapa dia sampai memaksakan standarnya kepada orang lain, toh kami berkomunikasi dalam bahasa Madura dan sama-sama mengerti apa yang dimaksud. Jadi nggak ada masalah kita pakai kata biruh, justru yang masalah adalah dia yang gak ngerti dan tidak mencoba mengerti tapi malah memaksakan standarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, perbedaan penyebutan kata hijau ini menjadi suatu ciri khas yang spesial. Saya justru bangga dengan perbedaan penyebutan kata hijau dalam bahasa Madura. Yang keliru sebenarnya bukan khazanah bahasa daerah tu sendiri dan kurang bijak memang jika dibandingkan dengan bahasa Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oke mungkin kalian mengira bahwa kata \u201cbiruh\u201d itu sebenarnya biru dalam bahasa Indonesia, padahal tidak, memang biruh dalam bahasa Madura itu ya hijau, sama seperti green dalam bahasa Inggris. Sedangkan untuk warna biru biasanya digunakan kata \u201cbunguh\u201d atau \u201cgeddung\u201d. Perbedaan penyebutan seperti ini memang wajar sekali, terlebih di Indonesia yang memang terdiri dari banyak suku dan ras. Bahkan mungkin di bahasa daerah lain juga ada penyebutan kata yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, sayangnya kebanyakan anak muda Madura malah malu atau setidaknya enggan menggunakan bahasanya sendiri. Di Jember yang mayoritas sebenarnya orang Madura jika di lingkungan kampus atau sekolah yang ada di kota bahasa sehari-hari antarteman lebih dominan menggunakan bahasa Jawa. Meskipun obrolan itu terjadi di antara dua orang Madura. hanya di kampung-kampung orang berbicara bahasa Madura tanpa canggung. Itu sebabnya, lebih banyak orang Madura yang bisa bahasa Jawa dibanding orang Jawa yang bisa bahasa Madura.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita tidak perlu malu, layaknya bahasa lain, bahasa Madura juga kaya dan termasuk salah satu budaya. Justru kalau malu, penutur bahasa Madura yang baik dan benar di masa depan akan semakin berkurang dan hilang. Sekarang saja memang masih banyak penuturnya, tapi kebanyakan bahkan tidak menguasai bahasa halus. Yang dikuasai hanya bahasa kasar yang biasa digunakan sehari-hari bersama teman. Padahal ada tingkatan (ondegga basa). Terdapat tiga tingkatan dalam bahasa Madura.<\/span><\/p>\n<p><b>Pertama<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah enja\u2019 iya, tingkatan ini biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari misalkan bersama teman, atau orang yang lebih tua terhadap yang lebih muda. Yang<\/span><b> kedua<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, tingkatan enggi enten, tingkatan ini adalah tingkatan yang lebih halus, namun dalam situasi yang non formal. Biasanya digunakan kepada seorang yang seumuran atau lebih tua sedikit. <\/span><b>Ketiga <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">adalah tingkatan enggi bunten. Tingkatan ini merupakan tingkatan yang paling halus dan tinggi, digunakan dalam situasi formal dan saat berbicara dengan orang tua, guru, kyai atau siapa pun yang jauh lebih tua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak masalah menyebut kata biruh sebagai arti dari kata hijau dengan sesama orang Madura. Yang salah adalah jika kita berkomunikasi dalam bahasa Indonesia, tapi kita mengatakan biru untuk mempresentasikan warna hijau. Ya sudah pasti itu salah. Yang pasti harus bisa menempatkan penggunaan bahasa dengan baik dan benar.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/akui-saja-kita-ini-iri-dengan-madura\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Akui Saja, Kita Ini Iri dengan Madura<\/a>\u00a0dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/sigit-candra-lesmana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sigit Candra Lesmana<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><b><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i><\/b>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><b><i>di sini.<\/i><\/b><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Biruh deun bukan maksudnya biru daun ya, Lur!<\/p>\n","protected":false},"author":1001,"featured_media":98684,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[2519,1976],"class_list":["post-106132","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bahasa-daerah","tag-orang-madura"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106132","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1001"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106132"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106132\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/98684"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106132"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106132"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106132"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}