{"id":105999,"date":"2021-02-05T09:21:45","date_gmt":"2021-02-05T02:21:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=105999"},"modified":"2022-01-07T16:46:08","modified_gmt":"2022-01-07T09:46:08","slug":"jika-geger-gedhen-dr-tirta-dan-piel-yk-terjadi-di-wakatobi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jika-geger-gedhen-dr-tirta-dan-piel-yk-terjadi-di-wakatobi\/","title":{"rendered":"Jika Geger Gedhen dr. Tirta dan Piel YK Terjadi di Wakatobi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa hari ke belakang saya melihat betapa masyarakat Twitter dihebohkan dengan cuitan ajakan geger gedhen dari dr. Tirta, yang seorang dokter sekaligus influencer kepada pengguna Twitter lainnya, Piel YK. Orang-orang heboh. Bahkan pada hari H rencana eksekusi geger gedhen itu, tagar #gegergedhen itu sampai trending. Tidak main-main, informasi keberadaan dr. Tirta dan Piel YK diburu netizen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai pada akhirnya ternyata malah zonk, dr. Tirta yang menurut warga Twitter adalah underdog dan akan kicep dengan tantangan geger itu datang dan ke lokasi yang rencananya jadi TKP. Pun dengan Piel YK. Namun, rasa kasihan muncul dari hati paling dalam dr. Tirta. Blio yang punya privilese khusus demi pernah geger gedhen dengan Jerinx SID di masa lalu itu merasa iba melihat tangan Piel YK bermasalah malam sebelumnya. Gagal sudah rencana tarung yang bahkan sudah masuk ranah taruhan warganet itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sendiri sangat menyayangkan geger itu gagal terlaksana. Padahal, walau tidak terlalu suka dengan segala hal mengenai perkelahian, demi melihat hal-hal yang rame semacam ini, saya selalu tidak mau ketinggalan cerita. Saya jadi membayangkan, satu hal. Bagaimana jadinya jika dr. Tirta dan Piel YK, dua manusia yang penuh dengan amarah itu adalah warga Wakatobi asli? Lalu saling tantang macam yang juga dilakukan keduanya tempo hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama-tama yang akan menjadi sudut pandangnya, tentu bukan antara seorang dokter dengan warga biasa. Keduanya berangkat dari latar yang berbeda. Salah satunya dari seorang yang bersekolah tinggi, macam universitas dengan sejuta pengalaman belajar di sekolah dan kampus yang menjadikannya serba tahu dari ujung dunia bagian selatan sampai bagian utara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kubu lain dari geger gedhen ini berangkat dari masyarakat biasa. Seorang nelayan yang oleh sebagian masyarakat lainnya dianggap besar namanya karena dialah sebaik-baik nelayan yang sungguh nelayan. Rasa-rasanya sangat mudah menemukan orang dengan gambaran ini di Wakatobi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkara besar lain yang akan tercipta, tentu bukan usaha untuk menutupi lokasi geger gedhen agar tidak diketahui. Selain desakan warganet (bagi yang punya hape, terlebih akun Twitter), geger keduanya dirasa akan kurang jika hanya melibatkan dua orang. Rasanya tidak akan lega. Masa iya, \u201cmakanan enak\u201d untuk sendiri. Kan, asyik kalau bisa bagi-bagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak akan ada rasa sungkan untuk berbagi lokasi perkelahian kedua orang ini tadi. Anda mungkin merasa bahwa itu hanya akan jadi konten jika mereka berani share loc tempat bertemu. Namun, percayalah, Anda sedang salah menilai hal itu. Mereka akan berani menampilkan lokasi pertarungan demi orang lain dari dua kubu berbeda pendukung mereka masing-masing bisa ikutan geger juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, tentu saja tetap akan jadi bahan konten. Akan tetapi, tidak akan dilakukan oleh mereka yang nanti akan terlibat perkelahian. Mereka akan dengan senang hati dan penuh suka cita menyambut geger gedhen itu dengan riang seperti anak kecil mendapat mainan baru. Padahal perkelahian ya emang barang yang biasa mereka temukan di keseharian mereka di kampung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, ada yang bertanya, gimana jika salah satu dari mereka ada yang malamnya kecelakaan sehingga terlihat seperti orang yang sudah kalah sebelum bertarung? Sorry sorry nih, mau kamu patah tangan bahkan kaki sekalipun, tantangan tetaplah tantangan. Dan satu hal yang akan menyelesaikannya adalah berkelahi secara jantan. Mungkin hanya ketika salah satu dari mereka yang geger itu ada yang datang ke TKP dengan diusung tandu, perkelahian akan bisa dikompromikan atau bahkan bisa dihindari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkelahian itu akan berakhir dengan kemenangan salah satu. Untuk siapa yang jadi pemenang, saya tidak terlalu yakin. Tapi saya mengunggulkan si orang pintar yang ilmunya dari sekolah dan kuliah sudah terpenuhi. Saya memilih si orang pintar yang bersekolah sebagai pemenang geger gedhen bukan tanpa alasan. Seperti halnya yang dipercayai masyarakat Wakatobi, atau Indonesia pada umumnya, blio yang serba tahu segala hal ini akan bisa mengerti kekurangan dan kelebihan lawan. Analisisnya akan kuat soal calon lawannya hingga tidak akan ada yang terlewat barang satu hal pun. Termasuk kemiskinan si nelayan yang akan jadi momok menakutkan. Sekali si pintar menyebutkan hal itu sebagai kenyataan, down sudah mental si nelayan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi bicara perihal kurangnya pendidikan si nelayan. Ia yang masuk ceruk terdalam itu seketika kicep karena terintimidasi omongan si pintar. Misal saja, \u201cKamu mau coba konfrontasi dengan saya?\u201d Atau misal, \u201cSekolahmu cuma sampai SD, bisa apa kamu untuk negara ini?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seketika, rencana geger yang sudah matang tinggal eksekusi itu selesailah sudah tanpa perlu berlumur darah atau benjol sana sini. Kasihan!<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rekomendasi-lokasi-geger-gedhen-di-jogja-selain-rumah-sakit-sardjito\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Rekomendasi Lokasi Geger Gedhen di Jogja selain Rumah Sakit Sardjito<\/strong> <\/a><b><\/b><b>dan\u00a0<\/b><b>tulisan\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/taufik\/\"><b>Taufik<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><b><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><b><i>ini<\/i><\/b><\/a><b><i>\u00a0ya.<\/i><\/b><\/h6>\n<h6><b><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i><\/b>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\"><b><i>di sini.<\/i><\/b><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagaimana jadinya jika dr. Tirta dan Piel YK, dua manusia yang penuh dengan amarah itu adalah warga Wakatobi asli?<\/p>\n","protected":false},"author":50,"featured_media":106028,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[10563,10522,8817],"class_list":["post-105999","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-dr-tirta","tag-geger-gedhen","tag-wakatobi"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105999","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/50"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105999"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105999\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106028"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105999"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105999"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105999"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}