{"id":105978,"date":"2021-02-05T12:14:10","date_gmt":"2021-02-05T05:14:10","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=105978"},"modified":"2021-08-29T22:26:10","modified_gmt":"2021-08-29T15:26:10","slug":"bisnis-angkringan-bisa-punah-kalau-distribusi-vaksin-covid-19-tak-kunjung-ditingkatkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bisnis-angkringan-bisa-punah-kalau-distribusi-vaksin-covid-19-tak-kunjung-ditingkatkan\/","title":{"rendered":"Bisnis Angkringan Bisa Punah Kalau Distribusi Vaksin Covid-19 Tak Kunjung Ditingkatkan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Vaksin Covid-19 yang masih tidak jelas penyebarannya ini tak hanya akan bikin kita makin lama dicengkeram ketakutan, tapi juga ekonomi yang tak akan membaik. Yang saya takutkan, bisnis angkringan yang jadi ujung tombak romantisisasi Jogja ini tinggal menunggu waktu untuk kukut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lho, saya serius ini. Kalau vaksin Covid-19 memang harus disebarkan secara cepat. Negara nggak usah kebanyakan fafifu, wong India aja bisa ngevaksin sepuluh juta orang per hari. Bukan apa-apa, banyak kota yang terdampak jika penyebaran vaksin lelet. Yang paling parah kena, menurut kacamata saya sebagai bakul angkringan, adalah Jogja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya gimana Jogja nggak kena? Jogja itu\u2014diakui atau tidak\u2014begitu bergantung dengan turis dan mahasiswa. Coba nanya ke pebisnis yang ada di Jogja, vape store misalkan. Saya yakin mereka pasti bilang kalau kembalinya mahasiswa ke kos adalah momentum yang mereka amat tunggu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Vape store aja butuh mahasiswa, apalagi bisnis angkringan. Coba, mana ada yang bisa melebihi angkringan perkara kedekatannya dengan mahasiswa? Angkringan itu sedekat nadi, Bos. Mahasiswa yang sedang miskin atau miskin beneran bakal melirik angkringan. Di negara yang nggak sadar perkara kesenjangan upah, angkringan adalah sahabat terbaik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Angkringan adalah tempat di mana kalian, mahasiswa yang kenal quote Joko Pinurbo baru pas kuliah, berkontemplasi. Pun, angkringan jadi tempat kalian pura-pura romantis secara kere dengan mengajak (calon) pasangan makan di situ. Kalian berpikir kalau diajak ke angkringan mau, pasti idaman kan? Ngaku kalian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita akan tiba ke korelasi antara vaksin dan angkringan. Jadi begini, angkringan adalah tempat yang\u2014menurut saya, sebagai bakul, wis percoyo ae\u2014mengharuskan kita intim dalam berinteraksi. Maksudnya begini, kita kudu duduk berdekatan, ngobrol secara hangat, dan meriah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah ini kan masa pandemi. Kalau cara interaksinya kayak gitu, nggak bener. Bisa disemprot Satgas, terus diancam PSBB, terus suruh tutup jam tujuh. Yang kasian kalau kayak gini ada dua pihak. Pertama, bakul dan pembeli, yang harus terganggu hajatnya. Kedua, petugas yang grebek tempat-tempat gini. Soalnya, mereka minta warung tutup jam tujuh malam, tapi siang dibiarin begitu aja. Kalau gitu, sama aja ngira coronavirus baru muncul jam tujuh malam nggak sih?<\/span><\/p>\n<p>Terus, kalau orang-orang nggak segera divaksin, mereka makin takut kumpul-kumpul. Lha bisnis angkringan kan bisnis yang menciptakan kerumunan, ha nek do ra ngumpul, siapa yang beli, Bos? Aku kon nguntal daganganku dewe? Edan opo kulon he. Tanpa kerumunan, berarti tiada keuntungan. Tiada keuntungan, tiada pemasukan. Tiada pemasukan, tiada tabungan. Tiada tabungan, kapan le aku rabi, Buos?<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, jika vaksin tidak segera disebarkan secara merata, maka penjual angkringan akan punah sedikit demi sedikit. Total kerugian yang besar menurut saya. Bahkan ada seorang teman saya yang rela menjual gerobaknya agar dapat bertahan hidup. Dan gerobak itupun hanya diberikan dengan harga murah. Karena kondisi keuangan dan blio teman saya ini dirumahkan sejak satu tahun yang lalu. Saking kepepetnya perekonomian hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sangat disayangkan jika para penjual angkringan kukut gara-gara kehilangan banyak konsumen dan pelanggan setia. Lalu, para bakul angkringan yang sudah mempunyai keluarga mau makan pakai apa, jika penghasilan utamanya mengalami kebangkrutan? Bagaimana jika sang bakul angkringan ini mempunyai balita yang harus diberikan susu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika bakul angkringan mempunyai pekerjaan tetap, dan menjadikan bisnis angkringan sebagai penghasilan tambahan saja, menurut saya nggak masalah. Karena disisi lain, masih ada pemasukan untuk hidup yang berkecukupan. Lha tapi kalau pekerjaan utamanya adalah real, benar-benar nyata seorang bakul angkringan? Dan mana bukti kerja nyata pemerintah soal &#8220;Memajukan kesejahteraan umum?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus apanya yang jadi masalah buat Jogja?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lha ini, kalian ini mbok kurang-kurangin pantengi Lambe Turah. Gini deh, kalian pasti sering dengar kalau Jogja itu identik dengan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">KTP MANA BOS<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> angkringan. Lha kalau bisnis angkringan kukut, nasib akun romantisisasi Jogja bagaimana?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau apalagi yang mereka romantisisasi? Tugu yang direnovasi? Lha itu udah ada yang rusak padahal baru selesai beberapa waktu lalu. Mau romantisisasi ayam geprek? Itu mah urusannya Mas Javafoodie, akun romantisisasi Jogja nggak usah ikut-ikut lapak orang ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, sebagai bakul angkringan\u2014meski gerobaknya diangkut Satpol PP\u2014tapi saya memandang distribusi vaksin yang lambat ini masalah yang tidak bisa dianggap sepele. Demi kelangsungan bisnis angkringan dan bisnis-bisnis lain di Jogja, lebih lagi Indonesia, vaksin Covid-19 harus segera didistribusikan dalam waktu cepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhir kata, bojo muring tinggal ngangkring!<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kemampuan-terpendam-bakul-angkringan-adalah-jadi-pendengar-yang-baik-bagi-pelanggan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Kemampuan Terpendam Bakul Angkringan Adalah Jadi Pendengar yang Baik bagi Pelanggan\u00a0<\/a><\/strong><strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/grantino-gangga-ananda-lukmana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Grantino Gangga Ananda Lukmana&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:4737,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;10&quot;:2,&quot;12&quot;:0,&quot;15&quot;:&quot;Arial&quot;}\">Grantino Gangga Ananda Lukmana<\/span><\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau vaksin covid-19 nggak segera disebarkan secara merata, bisnis angkringan bisa punah.<\/p>\n","protected":false},"author":1166,"featured_media":56936,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12911],"tags":[10564,7957],"class_list":["post-105978","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-loker","tag-bisnis-angkringan","tag-vaksin-covid-19"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105978","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1166"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105978"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105978\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56936"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105978"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105978"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105978"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}