{"id":105960,"date":"2021-02-05T09:07:40","date_gmt":"2021-02-05T02:07:40","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=105960"},"modified":"2021-02-05T07:25:03","modified_gmt":"2021-02-05T00:25:03","slug":"orang-yang-nggak-suka-buah-durian-bukan-malang-tapi-emang-nggak-cinta-aja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-yang-nggak-suka-buah-durian-bukan-malang-tapi-emang-nggak-cinta-aja\/","title":{"rendered":"Orang yang Nggak Suka Buah Durian Bukan Malang, tapi Emang Nggak Cinta Aja!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemarin Mas <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Muhammad Iqbal Habiburrohim menulis bahwa <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sungguh-malang-nasib-orang-yang-nggak-doyan-makan-durian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span style=\"font-weight: 400;\">orang yang nggak suka durian<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> itu punya nasib yang malang. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pernyataan Mas Iqbal tersebut berangkat dari opini bahwa buah durian adalah \u201cking of fruit\u201d yang mana betapa tidak beruntungnya orang jika belum makan si \u201cking\u201d itu dengan rasanya yang manis pekat, daging tebal, dan legit. Baru baca sampai pembahasan yang ini saja saya sudah mau ngoceh. Tapi, saya tahan. Kali aja di akhir tulisan ada yang bener-bener bikin saya ngerasa \u201cmalang\u201d sebagai orang yang nggak suka durian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya Mas Iqbal ini beranggapan bahwa cara makan unik dan suasana hangat yang diciptakan oleh buah durian ini nggak ada duanya alias cuma durian yang bisa. Tahu? Pas baca bagian ini, alis saya udah mengkeruuut banget kayak karet kancut baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak berhenti di situ. Katanya, buah durian juga bisa bikin sensasi mabok. Wh-what? Oke masih saya lanjut scroll ke bawah. Pas di-scroll lagi, lahhh kok entek? Semene, tok? Segini, doang???<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Well, kalau begitu sih, maaf-maaf, nih. Saya nggak jadi nyesel nggak suka durian, dah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begini, Mas Iqbal. Nasib seseorang menjadi malang gara-gara nggak suka buah durian itu salah besar. Coba ulangi, Mas Iqbal suka durian itu karena menurut mas rasa buah durian itu enak, dapat menyenangkan suasana, dan bikin sensasi aduhai, ya tho? Berkat 3 hal itu, sampeyan jadi memiliki kesan indah terhadap durian untuk kemudian suka yang dalam kata lain, Mas memutuskan untuk jatuh cinta dengan durian. Namun, begini, loh, Mas.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Pertama, <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">katanya durian ini \u201cking of fruit\u201d dengan rasa yang manis, dan daging tebal. Buah durian memang manis. Saya pernah nyobain tipis-tipis. Dagingnya tebel dan empuk. Ya, saya juga ngerasain pakai lidah sendiri. Tapi baunya? Wah, ini nusuk banget ke hidung. Seger nggak, nyegrak iya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semanis, selembut, dan setebal apa pun daging, bahkan dengan titelnya \u201cSi Raja Buah\u201d sekalipun, nggak lantas mempan buat saya seketika jatuh cinta dengan buah durian. Hati saya udah ketutup sama baunya yang bikin kepala puyeng. Daripada diterusin tapi bikin klenger, mending saya mundur alon-alon.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Kedua,<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> katanya buah durian ini unik dan juga dapat mencairkan suasana, \u201c\u2026durian sendiri cenderung sulit untuk dikupas karena memiliki duri yang menyelimuti.\u201d Mengutip dari penggalan kalimat tersebut, parameter keunikannya ini seolah-olah berdasarkan \u201ckesulitan\u201d mengupasnya. Nah, nanas gimana, tuh? Atau, nangka? Jika durian dianggap \u201cpengecualian\u201d karena durinya, kayaknya saya belum bisa 100% nge-iyain, deh. Nangka itu gede, lho. Guede banget. Malah kalau lagi gede-gedenya, nangka bisa mirip kayak bayi gembrot lagi geletak..<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika karena keunikannya itu dapat mencairkan suasana, ya nangka juga sama. Sama-sama ngerepotin yang ujungnya mungkin bisa bikin haha-hihi ngetawain nasib, \u201cMau makan ae\u2026 uangel.\u201d Namun, saya jelas lebih suka nangka, sih.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Ketiga,<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> katanya orang yang nggak suka buah durian ini nggak bisa ngerasain enaknya mabuk durian. Ya Allah, boro-boro dah mau mabok. Gua mah inget deadline-deadline kerjaan sama denger kabar temen-temen yang pada gercep banget nikah aja udah sempoyongan bat ini gua\u2026 mabok woi mabok\u2026 tolong\u2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, nggak perlu deh, ngasihanin atau nganggep orang-orang yang nggak suka durian ini bernasib malang. Kami bukan malang, Bro. Emang dasarnya nggak cinta aja. Apalagi kecanduan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekian, terima gaji.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teruntuk,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mas Iqbal dan manusia lain yang sehati dengannya. Cieee~<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sungguh-malang-nasib-orang-yang-nggak-doyan-makan-durian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sungguh Malang Nasib Orang yang Nggak Doyan Makan Durian <\/a>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/nuriel-shiami-indiraphasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Nuriel Shiami Indiraphasa<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282136338016&amp;text&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em>di sini.<\/em><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semanis, selembut, dan setebal apa pun daging, bahkan dengan titelnya \u201cSi Raja Buah\u201d sekalipun, nggak lantas buat saya seketika jatuh cinta dengan buah durian.<\/p>\n","protected":false},"author":825,"featured_media":106027,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[10558,10557],"class_list":["post-105960","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-buah-durian","tag-nggak-suka-durian"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105960","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/825"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105960"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105960\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106027"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105960"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105960"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105960"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}