{"id":105715,"date":"2021-02-05T12:02:51","date_gmt":"2021-02-05T05:02:51","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=105715"},"modified":"2021-02-05T11:18:40","modified_gmt":"2021-02-05T04:18:40","slug":"kalau-agama-dilihat-dari-cara-berpakaian-orang-ateis-akan-telanjang-selamanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kalau-agama-dilihat-dari-cara-berpakaian-orang-ateis-akan-telanjang-selamanya\/","title":{"rendered":"Kalau Agama Dilihat dari Cara Berpakaian, Orang Ateis Akan Telanjang Selamanya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebetulan sekali saya menonton acara Mata Najwa Edisi Rabu, 3 Februari 2021 yang bertema \u201cSekali Lagi Soal Toleransi<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Hari ini yang dibahas di acara ini adalah salah satu kontroversi tentang kewajiban dan larangan menggunakan atribut keagamaan di sekolah, yang berujung pada diterbitkannya SKB 3 Menteri yang sepakat untuk \u201ctidak boleh ada larangan dan tidak boleh ada paksaan untuk mengenakan atribut keagamaan\u201d, ya kurang lebihnya begitulah mengatur tentang cara berpakaian murid yang sempat ramai di Padang. Sebenarnya bahasan ini agak biasa, mengingat ini adalah masalah toleransi yang pasti telah dan akan terjadi di negara kita, namun entah kenapa ini agak menarik dibandingkan bahasan lainnya mengenai toleransi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seorang bintang tamu pada acara Mata Najwa ini ada yang memberi sebuah argumen, kira-kira seperti ini, \u201cNegara kita adalah negara religius, dibuktikan dari sila pertama dalam Pancasila yang menyatakan bahwa negara ini adalah negara Ketuhanan Yang Maha Esa. Maka dari itu, kita mendidik anak-anak kita untuk berpakaian sesuai agamanya masing-masing agar anak-anak kita menjadi anak yang religius.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sini saya menganut keyakinan bahwa pendapat semua orang adalah benar menurut dirinya masing-masing, jadi di sini saya tidak mengatakan bahwa opininya tentang cara berpakaian itu salah, hanya saja saya memiliki opini yang lain. Sedikit menggarisbawahi juga beberapa pernyataan yang beliau ucapkan.<\/span><\/p>\n<p><b>Pertama<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, pernyataan bahwa negara kita adalah negara religius. Ya, tidak salah bahwa negara ini adalah negara yang membebaskan keyakinan rakyatnya selama yang mereka percaya adalah Tuhan, atau setidaknya sebuah kepercayaan yang menganut adanya \u201cSang Pencipta\u201d. Ya meski belum ada kebebasan untuk tidak percaya pada Tuhan, yang membuat saya jadi penasaran apakah para penganut ateisme, satanisme, atau mereka yang menyembah tokoh anime bisa hidup dengan tenang di negara ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang benar, negara ini adalah negara religius, namun kita juga perlu mengingat bahwa terdapat Undang-Undang Dasar yang menyebutkan bahwa seluruh Warga Negara Indonesia kebebasan untuk menganut agama dan keyakinannya masing-masing. Masalahnya lagi, satu agama saja sudah dapat menimbulkan paham yang berbeda dari setiap kelompok individunya. Mereka, pemuja<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Attack on Titan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> saja memiliki pemahaman berbeda tentang keputusan Eren Yeager untuk menghancurkan dunia, apalagi masalahnya agama. Dan sebagai pencinta kebebasan, saya rasa keputusan terbaik dari masalah ini adalah membebaskan bagi rakyat dalam cara berpakaian, selama itu masih dapat diterima secara moral.<\/span><\/p>\n<p><b>Kedua<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, pernyataan bahwa cara berpakaian menjadikan seseorang religius. Sebenarnya ini debatable<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tapi berdasarkan pemahaman saya mengenai eksistensialsime Kierkegaard, wilayah religi adalah wilayah yang menyatakan hubungan antara seorang hamba dengan Tuhan yang dia yakini. Dan kita sebagai sesama hamba, sesama manusia tidak dapat memutuskan seberapa religius seseorang, apalagi dengan cara melihat cara berpakaian. Sebab alih-alih masalah keagamaan, sebenarnya berpakaian ini lebih condong ke masalah moral. Tidak masalah dia ingin mengenakan jilbab, turban, atau jubah biksu, selama cara berpakaiannya dapat diterima secara moral, masalah berpakaian tidak perlu dipermasalahkan. Percuma jika ia mengenakan atribut keagamaan kalau nggak pakai celana kan?<\/span><\/p>\n<p><b>Ketiga<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, dan terakhir, tidak semua agama memiliki aturan khusus dalam berpakaian, sebab kembali lagi berpakaian adalah urusan moral dan kesopanan. Kalau kita berbicara \u201cberpakaian sesuai agama\u201d mengacu pada kultur suatu agama tertentu, masa iya kita harus menyuruh umat Hindu untuk berpakaian serba putih seperti Pandita di Bali saat melaksanakan upacara keagamaan? Apa kita mewajibkan teman-teman beragama Budha untuk memakai jubah kemana-mana? Apa mereka yang mempercayai arwah nenek moyang seperti di Papua perlu memakai pakaian adat setiap saat? Tentu tidak kan? Tapi, sebenarnya kalau dipikir-pikir asyik juga, pawai Hari Kartini yang mulai jarang diadakan sekarang bisa kita lihat setiap hari, hehe.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oh iya, lalu mereka-mereka yang ngaku-ngaku ateis kalian suruh pakai apa coba? Apa mereka yang tidak percaya Tuhan tidak perlu berpakaian? Apa nanti para cosplayer akan dituduh menyembah karakter anime? Mari nanti kita tanyakan pada mereka yang menilai agama seseorang dari pakaiannya.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/riuh-rendah-mereka-yang-mengaku-ateis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Riuh Rendah Mereka yang (Mengaku) Ateis<\/a> atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/fransciscus-wishwa-shakti-pranadata\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Fransciscus Wishwa Shakti Pranadata<\/a> lainnya.<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wilayah religi adalah wilayah yang menyatakan hubungan antara seorang hamba dengan Tuhan yang dia yakini, bukan cara berpakaian.<\/p>\n","protected":false},"author":897,"featured_media":25526,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[78,7627],"class_list":["post-105715","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-agama","tag-ateis"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105715","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/897"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105715"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105715\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25526"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105715"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105715"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105715"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}