{"id":105701,"date":"2021-02-09T06:44:04","date_gmt":"2021-02-08T23:44:04","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=105701"},"modified":"2021-08-29T22:15:43","modified_gmt":"2021-08-29T15:15:43","slug":"harta-takhta-dan-sinetron-ikatan-cinta-yang-menyatukan-kita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/harta-takhta-dan-sinetron-ikatan-cinta-yang-menyatukan-kita\/","title":{"rendered":"Harta, Takhta, dan Sinetron &#8216;Ikatan Cinta&#8217; yang Menyatukan Kita"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belakangan warga Indonesia sedang dihebohkan dengan tayangan sinetron<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Ikatan Cinta.\u00a0 <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, setelah sekian lama kita kembali menemukan sinetron lainnya yang tak kalah menarik dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tersanjung <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Cinta Fitri<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sinetron <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ikatan Cinta<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memang lagi viral. Berkali-kali trending di media sosial. Di YouTube yang nonton jutaan, di Twitter bolak-balik jadi trending, di Facebook sampai ada grup Facebooknya loh. Bahkan ketika malam perayaan tahun baru, stasiun televisi RCTI khusus menayangkan sinetron ini selama 3 jam. Bayangin, mereka tayang selama tiga jam! Ini kalau produser film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Avengers: End Game<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tahu, bisa minder dia.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ikatan Cinta<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bercerita tentang seorang tokoh utama wanita bernama Andin yang ingin melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya Nino. Namun, ternyata adiknya Andin, Elsa, juga menyukai orang yang sama. Oleh karena hal tersebut, ibu Andin pun memaksa Andin untuk membatalkan pernikahannya. Takut pernikahannya tersebut malah menjadi pemicu putusnya tali persaudaraan kakak adik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berhubung Andin orang yang keras kepala, ia tetap melangsungkan pernikahan tersebut. Tapi, tak lama setelah pernikahan itu, Andin ditangkap polisi atas tuduhan pembunuhan Roy. Roy yang merupakan mantan pacarnya Andin tewas. Bukannya membantu, Elsa, malah memberi\u00a0 kesaksian palsu dan menunjuk Andin sebagai pelaku pembunuhan. Andin pun masuk penjara. Bak jatuh tertimpa tangga, tak lama setelah itu Andin diceraikan Nino dan terpaksa harus melahirkan anak mereka di dalam penjara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah keluar dari penjara, Andin dilamar oleh Aldebaran. Tanpa sepengetahuan Andin, ternyata Aldebaran merupakan saudara kandungnya Roy. Andin tidak tau kalau pernikahan tersebut hanyalah kedok bagi Aldebaran untuk membalaskan dendam kematian saudara kandungnya, Roy. Melalui pernikahan tersebut, Aldebaran ingin membuat kehidupan pernikahan mereka sengsara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tipikal sinetron Indonesia, cerita dimulai dari konflik cinta segitiga, dilanjut dengan masalah keluarga, lalu adegan pembunuhan, tak lama balas dendam dan berakhir dengan bahagia karena tokoh antagonisnya tobat. Selanjutnya hanya tinggal menunggu waktu untuk tokoh jahat lainnya muncul lalu cerita pun berlanjut. Begitu terus sampe kiamat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keberhasilan sinetron <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ikatan Cinta<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tak lepas dari budaya orang Indonesia yang pada dasarnya emang suka nonton sinetron. Namun, jika diulik dari sisi psikologis, terdapat beberapa alasan mengapa seseorang bisa gemar bahkan kecanduan menonton tayangan sinetron.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dilansir dari laman <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cnnindonesia.com<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, mengutip ucapan Psikolog klinis Veronica Adesla, menonton sinetron, serial drama Korea, bagi rakyat Indonesia sudah menjadi sebuah sarana hiburan. Seseorang menonton sinetron karena ia ingin merasa terhibur. Perasaan terhibur itu bisa didapat melalui konten maupun alur cerita di dalam sinetron yang ia tonton.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain menjadi sarana hiburan, sinetron juga dapat membantu mereka dalam meluapkan emosi dan isi hati. Penonton akan ikut merasa bahagia bila melihat sang pemeran utama berhasil menikahi kekasihnya, dan penonton juga akan ikut merasa kesal, sedih, bahkan marah apabila melihat sang tokoh utama mati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, Veronica juga menyebut seseorang bisa menjadi kecanduan menonton sebuah sinetron karena para penonton merasa dekat dan terhubung dengan pemain. Hubungan emosional ini berasal dari adegan dan cerita yang ditampilkan. Melalui cerita dan adegan yang ditampilkan, penonton bisa ikut merasakan emosi dan perasaan dari para pemain. Dari situlah muncul rasa kedekatan tersebut.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Ditambah tensi cerita sinetron yang naik turun dan selalu mengakhiri setiap episodenya dengan cerita yang nanggung. Itulah yang membuat mereka tanpa sadar menjadi candu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan menonton acara televisi ini juga mulai merambah ke platform-platform digital dan salah satunya adalah YouTube. Dilansir dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kata Data<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, penonton acara televisi kini sudah banyak yang beralih ke platform digital untuk menonton acara televisi kesukaan mereka<\/span><b>. <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Data pencarian tahunan alias Year In Search 2019 yang dirilis Google Indonesia mencatat bahwa pencarian acara televisi di YouTube tumbuh menjadi dua kali lipat. Pencarian kata kunci \u201csinetron\u201d di YouTube pun tumbuh 1,2 kali lipat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Head of Large Customer Marketing Google Indonesia, Muriel Makarim, mengatakan bahwa peningkatan pencarian itu terjadi karena adanya perubahan tren menonton televisi dari cara konvensional beralih menjadi digital.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sinetron Ikatan Cinta berhasil membuktikan kepada kita bahwa ia tak hanya sukses di layar kaca namun juga media sosial. Di tengah karut-marutnya kehidupan, banyaknya bencana alam, selain doa, sinetron Ikatan Cinta-lah yang menyatukan kita. Semoga kisah cinta Mas Aldebaran dan Andin dapat selalu menghibur dan menguatkan kita semua.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sms-penipuan-makin-meresahkan-apalagi-bagi-pengangguran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"> SMS Penipuan Makin Meresahkan, Apalagi bagi Pengangguran<\/a> dan tulisan\u00a0<span data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Rizali Rusydan&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:513,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;12&quot;:0}\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/rizali-rusydan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Rizali Rusydan<\/a>\u00a0<\/span>lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sinetron Ikatan Cinta berhasil menyatukan kita di tengah karut-marutnya kehidupan. Tetaplah gayeng dan menonton televisi!<\/p>\n","protected":false},"author":1221,"featured_media":92767,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13082],"tags":[9649,1134],"class_list":["post-105701","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sinetron","tag-ikatan-cinta","tag-sinetron"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105701","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1221"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105701"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105701\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/92767"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105701"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105701"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105701"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}