{"id":105671,"date":"2021-02-08T13:30:14","date_gmt":"2021-02-08T06:30:14","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=105671"},"modified":"2021-02-08T12:47:59","modified_gmt":"2021-02-08T05:47:59","slug":"review-all-quiet-on-the-western-front-tiada-yang-riang-di-masa-perang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/review-all-quiet-on-the-western-front-tiada-yang-riang-di-masa-perang\/","title":{"rendered":"Review &#8216;All Quiet on the Western Front&#8217;, Tiada yang Riang di Masa Perang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tiba-tiba berkeinginan untuk menulis sebuah artikel setelah mendengar tentang peristiwa kudeta kekuasaan yang dilakukan oleh pihak militer di Myanmar serta melihat gonjang-ganjing jagat dunia perwibuan<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">yang diramaikan oleh pembunuhan tokoh Sasha Blouse oleh Gabi Braun di episode terbaru dari anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Attack on Titan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Invasi yang dilakukan oleh pasukan militer pulau Paradis ke kota tempat tinggal para Marleyan memperlihatkan adegan penduduk lokal serta tamu-tamu penting dari mancanegara diinjak-injak secara bengis oleh Eren Yaeger. Kejadian itu menunjukkan betapa kejamnya masa perang, bahkan di anime sekalipun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sangatlah sulit bagi para penonton untuk menentukan pendirian moral atas kejadian mengerikan tersebut. Perihal Gabi bersalah atau tidak karena sudah menembak Sasha sudah sering diperdebatkan oleh sobat penulis lain di Terminal Mojok. Namun, di artikel ini saya ingin membahas tentang brutalnya perseteruan antara suatu negara dan negara lain melalui perspektif peristiwa Perang Dunia I yang saya dasarkan kepada salah satu novel klasik yang pernah saya baca berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">All Quiet on the Western Front<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karya Erich Maria Remarque.<\/span><\/p>\n<h4><b>Sedikit uraian<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Novel ini menceritakan tentang Paul B\u00e4umer, remaja Jerman berumur 18 tahun yang dihadapkan dengan panggilan untuk melaksanakan kewajiban militer demi menjadi anggota pasukan infanteri di front sebelah barat Jerman yang berbatasan dengan Prancis. Masa Perang Dunia I (1914-1918) merupakan penyebab para pemuda Jerman beserta pemuda dari negara-negara lainnya diwajibkan untuk mengikuti kegiatan pelatihan militer yang pada akhirnya membuat mereka ditempatkan ke kota ataupun sektor di mana pertempuran sedang terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Paul B\u00e4umer tidak sendirian dalam melaksanakan kewajiban militernya, melainkan bersama-sama dengan teman-teman sekelasnya pada saat SMA, seperti Albert Kropp, M\u00fcller, dan Kemmerich. Di sana, ia juga bertemu teman-teman baru seperti Tjaden, Detering, Westhus, serta sahabat terdekatnya yaitu Katczinsky. Teman-teman Paul sangat berperan besar dalam cerita ini. Banyak momen-momen kocak, nakal, dan menyentuh hati dalam pertemanan mereka. Diceritakan juga momen saat Paul ikut dalam misi untuk pergi ke garis depan atau sering disebut &#8220;no man&#8217;s land&#8221;, yang biasanya dipenuhi oleh trenches atau parit-parit buatan guna berlindung sekaligus menekan musuh di seberang. Banyak cerita lainnya yang dapat menguras tawa serta kesedihan saat membaca novel ini.<\/span><\/p>\n<h4><b>Sastra dan gerakan pasifisme<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita novel antiperang klasik keluaran 1929 ini sangatlah menakutkan sekaligus menyedihkan. Sebab, kita disuguhi oleh penggambaran tentang bagaimana keadaan di masa perang yang sebenarnya serta bagaimana kehidupan para penduduk sipil dari sudut pandang salah satu prajurit yang terjun langsung ke zona konflik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sangat mengiris hati apabila melihat pemuda-pemuda yang baru saja menikmati dunia dan sedang mempersiapkan kehidupan dewasanya terpaksa menghadapi kegelapan serta kekejaman dunia melalui peperangan. Seakan-akan darah, bunyi ledakan, selongsong peluru, kubangan air, serta pagar berduri menjadi makanan sehari-hari. Kengerian perang juga ditunjukkan dengan fakta bahwa orang-orang yang tak saling mengenal tiba-tiba didorong untuk saling membunuh secara brutal demi menunjukkan semangat (so-called) &#8220;nationalism and patriotism&#8221;. Hal ini oleh para pihak naif diartikan bahwa mengorbankan diri mereka untuk negara dan para saudara setanah air merupakan hal yang mulia. Padahal yang mereka inginkan sebenarnya hanyalah hidup dengan damai antara manusia satu dan manusia yang lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Novel ini menggambarkan secara jelas bahwa perang bukan hanya tentang kehormatan, kejayaan, dan rasa patriotisme, namun juga dengan kebrutalan, ketakutan, dan kehampaan hidup. Para pemuda ini berhadapan dengan masa depan yang tidak jelas karena mereka selalu berada di ambang keadaan antara hidup dan mati. Akankah di esok hari mereka masih bisa membuka mata.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah berhasil selamat dari perang pun, mereka tidak tahu nasibnya akan menjadi seperti apa karena semua pengalaman dan pembelajaran yang telah dilalui di masa pendidikan sebelumnya musnah di masa perang tersebut. Oleh karena itu, para penyintas masa Perang Dunia I ini disebut dengan julukan &#8220;Lost Generation&#8221;. Layaknya perkataan Gertrude Stein saat bercerita kepada Ernest Hemingway.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;That is what you are. That&#8217;s what you all are&#8230; all of you young people who served in the war. You are a lost generation.&#8221;<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/almarhumah-nenek-saya-dan-perang-yang-tak-padam-dalam-ingatan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Almarhumah Nenek Saya dan Perang yang Tak Padam dalam Ingatan<\/a><\/b><b><\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tidak ada yang menginginkan peran!<\/p>\n","protected":false},"author":1090,"featured_media":98018,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[10604,5184],"class_list":["post-105671","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-perang-dunia","tag-sejarah-dunia"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105671","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1090"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105671"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105671\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/98018"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105671"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105671"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105671"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}