{"id":105657,"date":"2021-02-09T09:01:07","date_gmt":"2021-02-09T02:01:07","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=105657"},"modified":"2021-02-09T07:44:05","modified_gmt":"2021-02-09T00:44:05","slug":"kedapatan-baca-komik-doraemon-di-usia-hampir-kepala-tiga-dan-saya-bangga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kedapatan-baca-komik-doraemon-di-usia-hampir-kepala-tiga-dan-saya-bangga\/","title":{"rendered":"Kedapatan Baca Komik &#8216;Doraemon&#8217; di Usia (Hampir) Kepala Tiga dan Saya Bangga!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita semua tentu tahu bahwa birokrasi di Indonesia itu benar-benar berbelit-belit. Banyak hal mengharuskan kita mengantre sejak pagi hingga siang hari. Untuk itu, sambil menunggu antrean perpanjangan SIM sekaligus perpanjangan STNK, saya pun duduk manis sambil membaca sejumlah komik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Doraemon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sengaja saya bawa dari rumah untuk mengisi waktu ketika menunggu. Komik <em>Doraemon<\/em> tersebut berusia lebih dari 20 tahun, yang kerap kali saya beli ketika saya SD ketika pulang sekolah. Kala itu, akhir 90-an dan awal 2000-an, masih banyak penjual komik dan majalah di depan sekolah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa peserta memandang saya ketika mengeluarkan dan membaca komik <em>Doraemon<\/em> tersebut. Mungkin, beberapa peserta yang sama-sama mengantre tersebut merasa heran melihat seorang pemuda berusia 29 tahun seperti saya yang membaca komik anak-anak. Alih-alih malu, saya justru merasa sangat bangga!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya memiliki sebuah kepercayaan bahwa lebih baik menunggu antrean di tempat umum dengan membaca, baik itu buku, majalah, novel, maupun komik ketimbang membaca dari layar smartphone masing-masing. Terkesan lebih seksi dan lebih intelektual saja. Selain itu, lebih baik membaca buku secara fisik selama berjam-jam daripada membaca versi e-booknya, bukan? Lebih menyehatkan mata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain perkara teknis tadi, secara subjektif saya menilai bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Doraemon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah pahlawan nasional Jepang. Dan faktanya, secara resmi Pemerintah Jepang telah menetapkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Doraemon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai Duta Besar Budaya Animasi Jepang karena karakter dan jalan cerita yang disuguhkannya telah dianggap melambangkan persahabatan dan budaya Jepang. Berbagai nilai positif, seperti persahabatan, arti dari keluarga, dan bagaimana cara menghormati orang tua diajarkan melalui kisah-kisah yang tertuang dalam Doraemon.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jauh sebelum perkembangan manga dan anime seperti sekarang, para penggemar manga dan anime Jepang ini pasti membaca dan menonton manga dan anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Doraemon <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">terlebih dahulu saat anak-anak sebelum membaca cerita-cerita seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Naruto, Bleach, Hunter x Hunter<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, maupun manga dan anime lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi generasi 90-an seperti saya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Doraemon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah sebuah lambang dari hari Minggu yang menyenangkan. Meskipun banyak acara anak yang disuguhkan di hari Minggu seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dragon Ball, Shinchan, Ninja Hatori,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan acara lainnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Doraemon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah tontonan yang wajib ditonton. Teman saya yang beragama Kristen pun bercerita pada saya bahwa dia bela-belain nonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Doraemon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dulu sebelum pergi ke Gereja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya cerita intinya, lagu pembuka dan penutup versi Indonesia-nya menurut saya jauh lebih bermakna daripada lirik lagu zaman sekarang. Terutama pada lagu penutupnya yang berjudul \u201cBokutachi Chikyuujin\u201d ini, yang pada waktu kecil kita hanya menikmati iramanya, dan ternyata saat didengarkan ketika kita sudah dewasa memiliki makna yang sangat dalam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan generasi saat ini yang bisa menonton acara anak-anak apa pun, di mana pun, dan kapan pun, saat itu generasi saya hanya bisa menonton acara anak-anak seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Doraemon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di Minggu pagi. Ketika tidak ada beban apa pun tentang hidup, ketika saya terburu-buru mandi di pagi hari di sela-sela iklan sebelum <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Doraemon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tayang, membaca dan menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Doraemon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> saat ini begitu membuka ingatan lama saya tentang itu semua. Sangat terkesan dan membekas di ingatan saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Doraemon telah mengajarkan banyak pelajaran kepada anak-anak di seluruh dunia tentang arti persahabatan, keluarga, serta sejarah dan kebudayaan Jepang melalui sajian komik dan animenya yang saya yakini akan terus menginspirasi tidak hanya generasi saya, tapi generasi-generasi setelah saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, tidak perlu malu jika kita kedapatan membaca komik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Doraemon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di tempat umum. Banggalah karena telah membaca sebuah cerita yang begitu menginspirasi jutaan anak di seluruh dunia.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber Gambar: <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=oa_13oxXc5k\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">YouTube Bandai Namco Entertainment America<\/a><\/em><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/doraemon-itu-nggak-lucu-blas-seram-begitu-kok-banyak-fans\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>Doraemon Itu Nggak Lucu Blas. Seram Begitu kok Banyak Fans<\/strong><\/a> <b><\/b><b>dan tulisan\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/raden-muhammad-wisnu\/\"><b>Raden Muhammad Wisnu<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282136338016&amp;text&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tidak perlu malu jika kedapatan membaca komik &#8216;Doraemon&#8217; di tempat umum. Banggalah karena telah baca cerita yang menginspirasi anak di seluruh dunia.<\/p>\n","protected":false},"author":272,"featured_media":106853,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[1213,1212,10613],"class_list":["post-105657","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-jepang","tag-kartun","tag-komik-doraemon"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105657","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/272"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105657"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105657\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106853"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105657"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105657"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105657"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}