{"id":105017,"date":"2021-02-04T06:27:06","date_gmt":"2021-02-03T23:27:06","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=105017"},"modified":"2021-02-03T14:54:46","modified_gmt":"2021-02-03T07:54:46","slug":"kopi-hitam-tidak-ada-sangkut-pautnya-dengan-kejantanan-seseorang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kopi-hitam-tidak-ada-sangkut-pautnya-dengan-kejantanan-seseorang\/","title":{"rendered":"Kopi Hitam Tidak Ada Sangkut Pautnya dengan Kejantanan Seseorang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya bukan pencinta kopi, bukan pula teh atau susu. Bagi saya, minuman yang paling enak itu ya air putih. Murah, menyehatkan, dan nyambung kalau dipasangkan sama makanan apa saja. Tapi, pada kondisi tertentu, seperti sedang butuh melek atau kepala pusing tapi ogah minum obat, ngopi is my way.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Dan pilihan saya selalu jatuh pada kopi hitam. Tuh, di dapur rumah, ada Nescafe Classic yang sengaja saya beli untuk persediaan. Meskipun kata orang kopi ini rasanya asem kayak ketek, bodo amat!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang kemudian jadi menyebalkan adalah, suara dari orang-orang di sekitar ketika tahu warna kopi saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cWidihhh\u2026 hebat. Kopinya item!\u201d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNgeri, ah. Sangar, nih. Kopinya item!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada pula respons paling unfaedah yang pernah saya dengar, \u201cEdan, ah. Kopi ireng, kayak dukun!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Haduh haduh\u2026 sejak kapan warna kopi itu jadi simbol keberanian, kejantanan, kehebatan dan ke- ke- yang lain? Hih. Ingin rasaku lari ke hutan, kemudian menyanyiku, kulari ke pantai kemudian teriakku.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tahu, nasib kopi hitam di negeri kita nggak sebaik kawan-kawannya yang lain. Sebut saja kopi susu, kopi tarik, dan kopi\u2026kir lah sendiri kopi apa lagi. Di sini, kopi hitam memang identik dengan hal mistis. Bahkan, di aplikasi TikTok, pernah ada video tutorial cara mengetahui apakah kita kena santet atau tidak, yaitu dengan cara meletakkan kopi hitam di bawah kolong tempat tidur kita, lalu biarkan kopi itu semalaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau paginya kopi itu berkurang isinya, berarti kita kena santet. Dan di video itu, kopinya berkurang, Guys. Ngeri, ya? Tapi, berhubung saya ini polos and literally always positive thinking, saya sih mikirnya kopi itu secara iseng diminum oleh anggota keluarga lain. Atau malah diminum sama si pembuat video sendiri! Ya pengangguran banget tho, ya\u2026 Bikin kopi kok nggak diminum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kembali ke soal warna kopi. Jika minum kopi hitam selalu dikaitkan dengan kejantanan dan kebetinaan seseorang, trus mereka yang kopinya nggak item bagaimana, dong? Dianggap cemen? Hanya karena mereka memutuskan untuk menambahkan sesuatu di kopi mereka? Kok dangkal, ya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memahami kopi hitam tidak ada sangkut pautnya dengan kejantanan seseorang adalah sesederhana memahami bahwa kita punya selera yang berbeda. Kopimu kopimu, kopiku kopiku. Jangan nilai kopiku hanya karena warna kopi kita tidak sama. Melihat kepribadian seseorang dari kopi yang ia minum? Prettt lah. Apa-apa kok serba cocokologi. Tinggal sruput ae kok repot.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu lagi. Bisa jadi bagi sebagian orang, kopi hitam adalah solusi. Ada orang-orang tertentu yang justru merasa eneg ketika kopi dicampur dengan bahan yang lain. Misalnya, saya. Dulu, waktu masih kinyis-kinyis saya suka kopi apa pun, kecuali kopi hitam. Good Day dengan banyak varian rasa, jadi merek favorit saya. Sekarang, setelah tak lagi kinyis-kinyis, tapi tetap manis, saya justru merasa eneg kalau minum kopi yang begituan. Jadi dilema, deh. Pengin ngopi, tapi males dengan efek yang ditimbulkan. Sampai kemudian, ketika saya iseng nyoba kopi item, elah kok nggak eneg. Ya, sudah. Sejak itu saya hijrah.<\/span><\/p>\n<p>Bagaimanapun kita tumbuh dan berproses. Bisa jadi sebagian orang dulunya suka banget kopi hitam pekat tanpa gula, sekarang justru beralih ke kopi susu gula aren yang manisnya bikin pabrik gula jadi minder. Yang jelas, mau apa pun warna kopinya, pastikan tubuhmu menerimanya dengan baik. Jangan maksa minum kopi hitam, tapi maag datang setelahnya. Jangan sok-sokan nggak mau kopi hitam, padahal minum kopi gula aren langsung sugar rush dan diabetes.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi sudah jelas kan, ya? Kalau warna kopi itu blas nggak ada hubungannya dengan kejantanan seseorang. Sebab sekali lagi, ini soal selera dan ketahanan lambung seseorang, Mylov~<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dari-semua-kopi-saset-nescafe-classic-adalah-kopi-hitam-terbaik-yang-pernah-ada\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Dari Semua Kopi Saset, Nescafe Classic Adalah Kopi Hitam Terbaik yang Pernah Ada<\/a> dan<\/b><b>\u00a0artikel\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dyan-arfiana-ayu-puspita\/\"><b>Dyan Arfiana Ayu Puspita<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ini soal selera dan ketahanan lambung seseorang. Kopi hitam bukan perlambang kejantanan, kopi susu gula aren bukan perlambang cemen.<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":77283,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[4526,438],"class_list":["post-105017","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-kopi-susu","tag-kuliner"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105017","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105017"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105017\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/77283"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105017"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105017"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105017"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}