{"id":104893,"date":"2021-02-01T11:55:03","date_gmt":"2021-02-01T04:55:03","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=104893"},"modified":"2021-02-01T11:55:03","modified_gmt":"2021-02-01T04:55:03","slug":"salah-kaprah-tes-covid-19-dan-usulan-julukan-lord-untuk-airlangga-hartarto","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/salah-kaprah-tes-covid-19-dan-usulan-julukan-lord-untuk-airlangga-hartarto\/","title":{"rendered":"Salah Kaprah Tes Covid-19 dan Usulan Julukan Lord untuk Airlangga Hartarto"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto adalah salah satu orang paling kuwat di Indonesia. Kekuatan ini terbukti karena dia bisa sembuh dari Covid-19 dan kemungkinan besar telah menjalani banyak swab test. Apakah kamu bakal kuwat kalau hidungmu dicolok berkali-kali?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan, bukan hanya dua atau lima kali. Tapi, dugaan saya, belio bisa swab test sampai total 180 kali. Kok bisa segitu banyak?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum saya jabarkan perhitungannya, perlu saya sampaikan dulu pernyataan jujur nan mengejutkan dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait salah kaprahnya tes Covid-19\u00a0 di Indonesia. Menurut Menkes Budi, tes Covid-19 seharusnya menyasar pada orang-orang yang suspek Covid-19, tetapi selama ini tes justru banyak dilakukan terhadap orang yang sekadar ingin memeriksakan diri untuk perjalanan atau keperluan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menkes Budi mencontohkan dirinya sendiri. Ia harus menjalani swab test setiap kali hendak bertemu Presiden Joko Widodo. Atas dasar itu, ia tidak heran jumlah tes Indonesia bisa memenuhi standar WHO, tapi menurutnya itu tidak ada gunanya karena tidak menyasar pada suspek Covid-19.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTestingnya banyak, tapi kok (jumlah kasusnya) naik terus. Habis, (yang) dites orang kayak saya. Setiap kali mau ke Presiden dites, (ke) Presiden dites. Barusan saya diswab. Seminggu bisa 5 kali swab karena masuk Istana. Emang bener gitu? Testing kan nggak gitu harusnya kan,&#8221; <\/span><a href=\"https:\/\/epicentrum.co.id\/read\/politik\/4782\/menkes-secara-epidemiologi-testing-corona-di-ri-salah-?fbclid=IwAR2gDA7lWdLfPv65TFnXO1KKVtrQq_jGX1cv3vMdkinJDDuhn7x4vc6Xr7s\"><span style=\"font-weight: 400;\">kata Menkes Budi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam sebuah diskusi daring belum lama ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Testing itu kan, testing epidemiologi ya aku diajarin tuh sama temen-temen dokter, bukan testing mandiri. Yang dites tuh orang yang suspek, bukan orang yang mau pergi kayak Budi Sadikin mau ngadep Presiden. Nanti 5 kali (dites) standar WHO dipenuhi tuh, 1 (tes) per 1.000 (penduduk) per minggu, tapi nggak ada gunanya testingnya secara epidemiologi,&#8221; imbuh dia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terkait pengalaman Budi Sadikin yang selama menjabat menteri kesehatan bisa jalani swab test lima kali seminggu hanya untuk menemui Presiden Jokowi, saya punya pertanyaan khusus untuk belio. Apakah hidung Anda dan menteri-menteri lain tidak apa-apa ataukah lubangnya telah bertambah besar, Pak?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang kita ketahui bersama, swab test atau tes usap adalah cara deteksi Covid-19 dengan mengambil sampel lendir dari hidung dan\/atau tenggorokan, tapi lebih seringnya dari hidung. Nah semakin sering Anda swab test, otomatis bagian dalam hidung Anda jadi lebih sering dicolok dan dikorek-korek dengan menggunakan lidi kapas agar lendirnya bisa terusap dan terambil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika saat ini Budi Sadikin sudah menjabat sebagai sebagai menkes selama tiga minggu dan setiap minggu jalani swab test lima kali, berarti hidungnya sudah pernah dikorek-korek 15 kali, dong? Wow, sebuah pengalaman yang menarik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, saya yakin kok ada orang-orang yang jauh lebih sering swab test dibanding Menkes Budi. Siapa? Ya, jelas Airlangga Hartarto yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sejak sebelum wabah datang sekaligus jadi Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPPEN) yang bertugas untuk menangani pageblug ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kita asumsikan bahwa Menko Airlangga sudah mulai rutin jalani swab test tiap mau ketemu Presiden setidaknya sejak awal Mei 2020. Itu artinya sudah ada sembilan bulan yang terlewati. Itu artinya sudah ada 36 minggu yang dilalui. Jika Menko Airlangga juga harus swab test sampai lima kali seminggu seperti Menkes Budi, itu maknanya belio sangat mungkin sudah jalani swab test sebanyak 36 kali 5.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, hidung belio sudah sudah dicolok 180 kali? Wow!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atas kekuatan hidungnya ini, saya ingin mengusulkan bahwa layak kiranya Airlangga Hartarto juga mendapat julukan Lord seperti Opung Luhut Binsar. Apalagi belio juga sudah terbukti kuat bisa kalahkan virus corona, sembuh dari Covid-19, dan kemudian mendonorkan plasma darahnya untuk pasien Covid-19 yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi soal kekuatan kekuasan belio dalam kebijakan perekonomian di Indonesia. Termasuk juga dalam perancangan UU Cilaka, eh, maksudnya UU Cipta Kerja di Indonesia. Maka sungguh sangat pantas bila kita usulkan agar belio dipanggil sebagai Lord Airlangga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi, belakangan ini Lord Airlangga juga lebih banyak membuka suara untuk memberi pernyataan mengenai kondisi negara dan berbagai kebijakan yang diambil kubu pemerintahannya ketimbang Lord Luhut. Teranyar, menteri yang juga menjabat Ketua Umum Partai Golkar itu bilang bahwa perekonomian Indonesia sudah mulai pulih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejujurnya saya ragu kalau perekonomian Indonesia ini dibilang mulai pulih. Soalnya, kasus Covid-19 di Indonesia kan masih menanjak terus kayak lagu anak-anak. Naik-naik ke puncak gunung, mana.. mana puncaknya..<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kasus Covid-19 di negeri ini belum turun-turun, tapi kok bisa ya Lord Airlangga pede ekonomi mulai pulih. Lha wong penyebab ambruknya ekonomi kita kan pandemi Covid-19. Jadi, cara memulihkannya ya harus kendalikan terlebih dulu penyebaran virus corona ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan sejujurnya saya juga agak ragu apakah Lord Airlangga pernah swab test sebanyak 180 kali sejak Mei 2020. Sebab, saya kurang yakin apakah belio juga diharuskan untuk selalu swab test tiap kali mau bertemu dengan Presiden Jokowi. Soalnya, pihak istana menyatakan tidak pernah tahu bahwa Pak Airlangga pernah positif Covid-19. Nah lho, bingung juga kan Anda.<\/span><\/p>\n<p>Intinya tuh, kita itu sebenarnya bingung sama bagaimana negara ini mengatasi pandemi. Tapi, lebih bingung lagi kenapa bisa hidung Pak Airlangga Hartarto baek-baek aja. Heran akutu.<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengenal-kegunaan-masker-transparan-yang-dipakai-teman-tuli-hingga-artis-korea\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mengenal Kegunaan Masker Transparan yang Dipakai Teman Tuli hingga Artis Korea <\/a><\/b><b><\/b><b>dan tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/utomo-priyambodo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Utomo Priyambodo<\/a><\/b><b><\/b><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282136338016&amp;text&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em>di sini.<\/em><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Otot kawat balung wesi hidung vibranium.<\/p>\n","protected":false},"author":1353,"featured_media":105023,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[10487,5468,9076],"class_list":["post-104893","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-airlangga-hartarto","tag-covid-19","tag-tes-swab"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104893","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1353"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=104893"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104893\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105023"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=104893"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=104893"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=104893"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}