{"id":104374,"date":"2021-01-30T07:44:14","date_gmt":"2021-01-30T00:44:14","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=104374"},"modified":"2022-01-07T16:54:50","modified_gmt":"2022-01-07T09:54:50","slug":"review-film-the-white-tiger-dan-seberapa-relate-ceritanya-sama-orang-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/review-film-the-white-tiger-dan-seberapa-relate-ceritanya-sama-orang-indonesia\/","title":{"rendered":"Review Film &#8216;The White Tiger&#8217; dan Seberapa Relate Ceritanya sama Orang Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film India yang judulnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The White Tiger<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini, amboi, sedang banyak banget dibicarakan. Selain karena orang-orang kaget lagi sama pesona Priyanka Chopra Jonas, tentu karena formula kemiskinan dan privilege orang kaya lagi enak-enaknya digoreng.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak yang menyamakan film ini dengan napas yang coba disampaikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Parasite<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, iya yang tiba-tiba menang Oscar itu. Bahkan adegan tokoh Balram Halwai lagi jongkok itu nuansanya kayak Joker yang joget-joget psikopat sambil turun tangga. Memang betul. Film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The White Tiger<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menghidupkan kembali keriaan nontonin film yang sekaligus menamparmu dengan kenyataan begitu pahit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum lebih jauh ngebacot, saya tekankan bahwa spoiler level ringan akan Anda dapatkan dari ulasan ini. Saya rasa jangan terlalu anti begitu sama spoiler, nggak apa-apa kok. Makin kena bocoran, Anda bakal makin penasaran sama cerita, asliiik!<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">The White Tiger <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">diangkat dari sebuah novel dengan judul yang sama. Setelah menilik siapa orang-orang di balik film ini, saya nggak bisa bilang ini adalah film Bollywood murni, ada sentuhan-sentuhan baratnya lah. Jadi tenang saja, nggak akan ada Amitabh Bachchan joget-joget di tengah derasnya hujan buatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari film ini kita bisa menyaksikan berbagai tipikal orang kaya dan orang miskin. Orang kaya korup, orang kaya yang aslinya nggak niat korup tapi terjebak korup, orang kaya semena-mena, dan orang kaya berpendidikan yang so called open minded karena kuliahnya aja di Amerika. Sedangkan orang miskin ya gitu. Orang miskin ada yang pintar juga, ada yang ndeso dan close minded, ada yang tulus (nggak tahu tulus apa bodoh). Stereotip macam ini sudah tidak perlu dijelaskan lagi, kepala kita sudah punya konstruksi si kaya dan si miskin memang begini dari dulu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagusnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The White Tiger <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mampu memberikan alur yang menyenangkan untuk menjelaskan latar belakang tokoh. Mulai tokoh utamanya masih sekolah, latihan nyetir, sampai jadi sopir keluarga pengusaha kaya. Isu yang sebenarnya amat berat dan bikin stres dibungkus dengan kemasan ringan dan mudah dicerna. Enteng banget ditonton selepas kerja saat lagi sebel-sebelnya sama bos yang kapitalis itu. Bahkan metafora ndakik-ndakik juga jadi mudah diterima karena dinarasikan dengan jelas. Orang miskin layaknya ayam di dalam kandang yang menyaksikan kawan-kawannya disembelih. Mereka tahu suatu saat mereka bakal mati juga, tapi bahkan nggak berusaha kabur dari kandang, selain karena susah juga sih. Maklum di dalam kandang nggak ada ahli duplikat kunci yang bisa diajak mbobol kandang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lho sek sek, judulnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The White Tiger<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, tapi kok metaforanya ayam? Ini film soal fauna apa gimana? Saya pikir awalnya begitu, tapi nggak deng. Macan putih adalah hewan yang dibilang langka, hanya lahir satu ekor setiap generasi. Begitulah Balram Halwai sebagai orang miskin ingin menjadi sesosok macan putih itu. Dia sempat mendapat pencerahan dari orang-orang berpikiran terbuka seperti Pinky (diperankan Priyanka Chopra Jonas) dan bosnya sendiri Ashok. Hingga Balram yang awalnya bermental budak menyadari bahwa setiap waktu yang ia habiskan penting, setiap rupee yang ia hasilkan berharga, setiap orang miskin itu punya harkat dan martabat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan membutuhkan pengorbanan, dan saksikanlah sendiri bagaimana Balram kemudian memutuskan untuk menjadi \u201cmacan putih\u201d versi dirinya. Walau film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The White Tiger<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> layaknya film-film festival pada umumnya yang diselesaikan dengan datar-datar saja, tapi saya rasa memang begitulah yang pengin disampaikan. Kemiskinan, kesempatan, privilege, kecurangan, rasisme, dan tatanan kacau kehidupan memang begitu adanya. Hidup akan berjalan tetap begitu walau macan putih sudah lahir. Yang hidupnya dipenuhi kemalangan mungkin bisa menjadi sangat beruntung, eh tapi ada syaratnya, Bos. Enak aja, masa nasib berubah begitu saja tanpa Anda tahu. Ngadi-ngadi!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di luar sentilan soal hidup yang begitu taek yang berusaha disampaikan film ini, saya gemas sekali sama aktingnya Adarsh Gourav. Konon Mas Adarsh itu aktor yang terhitung baru di industri ini, tapi penampilannya bikin banyak cast director pengin kayang. Kalau dia nggak dapat satu pun penghargaan atas hasil kerjanya di film ini, mbok yakin lah jurinya mesti lagi oleng atau disogok. Aku padamu, Mas Adarsh!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gini aja, saya akan kasih skor buat film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">White Tiger. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Silakan gunakan penilaian ini untuk memutuskan apakah Anda mantap menonton film ini atau nggak.<\/span><\/p>\n<p><strong>Skor: 8\/10<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Skor di atas ditimbang berdasarkan plot, mise en scene, dan menyenangkan atau tidaknya film untuk ditonton masyarakat yang bodo amat sama teori film. Selain, saya juga mengapresiasi DOP yang merekam bobroknya India, ketidaknyamanan daerah kumuh kemiskinan, dan betapa glamornya lampu-lampu hotel di Delhi. Ini jelas bikin saya deja vu sama sebuah negara yang itu. Negara yang petingginya korup, rakyat miskin bayar pajak, dan orang kaya hobi nyogok. Betul, mana lagi kalau bukan Ba Sing Se.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: <a href=\"https:\/\/www.netflix.com\/title\/80202877\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Netflix<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangan-jangan-negara-yang-sering-disindir-film-india-itu-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Jangan-jangan Negara yang Sering Disindir Film India Itu Indonesia?<\/a>\u00a0dan artikel\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/penulis\/ajr\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Ajeng Rizka<\/a> di laman Mojok.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Akan ada skor buat film White Tiger. Silakan gunakan penilaian ini untuk memutuskan apakah Anda mantap menonton film ini atau nggak.<\/p>\n","protected":false},"author":530,"featured_media":104376,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13081],"tags":[7860,773],"class_list":["post-104374","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-film","tag-bollywood","tag-review-film"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104374","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/530"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=104374"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104374\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/104376"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=104374"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=104374"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=104374"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}