{"id":104293,"date":"2021-01-30T09:14:21","date_gmt":"2021-01-30T02:14:21","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=104293"},"modified":"2022-01-07T16:56:27","modified_gmt":"2022-01-07T09:56:27","slug":"wawancara-produser-suci-ix-kompetisi-stand-up-comedy-yang-terimbas-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wawancara-produser-suci-ix-kompetisi-stand-up-comedy-yang-terimbas-covid-19\/","title":{"rendered":"Wawancara Produser SUCI IX: Kompetisi Stand Up Comedy yang Terimbas Covid-19"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pemirsa yang menggemari acara stand up comedy, kehadiran program SUCI IX (dibacanya Suci wan ex) di 2021 cukup bikin saya sukacita. Akhirnya program ini eksis lagi setelah vakum dua tahun. Namun, saya tidak menyangka virus Covid-19 pun nggak mau ketinggalan \u201cmenunjukkan eksistensinya\u201d di program ini. Memang, terasa ada \u201catmosfer\u201d yang berbeda dengan gawean SUCI IX. Terutama karena tidak adanya penonton di studio.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keresahan saya akhirnya terjawab setelah ngobrol dengan Mas Parno, selaku Produser SUCI IX. Blio sudah mengerjakan program SUCI Kompas TV sejak musim ketiga, tahun 2013. Khatam, so pasti!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mas Parno menjelaskan, betapa merepotkannya proses penyelenggaraan SUCI Kompas TV di masa pandemi ini. Masalahnya, Covid-19 bukan data Nielsen yang bisa di-review. Wabah ini datang suka-suka. Dan yang bisa tim produksi lakukan hanyalah melakukan upaya pencegahan dengan penerapan prokes yang super duper ketat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap minggu, para komika, juri, mentor, host, dan kru harus melakukan tes swab agar terpantau kesehatannya, dan proses syuting bisa berlangsung aman dan nyaman. Bisa dibilang, 50 persen fokus kami adalah berusaha agar Covid-19 ini tidak sampai menyambangi panggung SUCI IX. Lima puluh persennya lagi, barulah memikirkan konten.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dibandingkan musim-musim sebelumnya, SUCI IX memang memperlihatkan jurang pembeda konsep yang lebih lebar. Hampir semua berubah drastis karena harus beradaptasi dengan situasi. Proses audisi tatap muka yang sudah sempat terselenggara di beberapa kota, harus dihentikan. Alhasil, proses audisi untuk Jakarta dan Surabaya dilaksanakan secara daring.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Mas Parno, kesulitan terbesar dalam audisi daring ini justru timbul dari masalah sambungan sinyal peserta. Solusinya, semua juri audisi didatangkan ke studio. Jadinya mereka memiliki spek alat dan koneksi jaringan yang sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Item krusial lain yang akhirnya \u201cdikalahkan\u201d adalah kehadiran penonton. Ya, saya sendiri sebagai pemirsa merasakan betapa \u201ckosongnya\u201d SUCI IX tanpa penonton. Pada saat masih bekerja sebagai kru produksi dulu, kami dari tim produksi biasanya malah menghadirkan (bisa secara on air maupun off air), beberapa orang yang bertugas sebagai pemancing tawa pada program-program komedi. Kehadiran mereka tentu saja untuk memberikan semangat para pengisi acara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika hal ini saya utarakan pada Mas Parno, blio pada dasarnya sepakat. Penonton dalam sebuah acara stand up comedy adalah \u201cbahan bakar\u201d komika untuk lebih bersemangat. Selain itu, penonton bisa dibilang sebagai juri keempat, yang walaupun penilaiannya subjektif, tapi mampu memberikan aura kebahagiaan selama proses syuting. Namun, kita kan juga nggak mau sampai ada cluster penonton di SUCI IX. Amit-amit, deh!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya termangu. Saya membayangkan, keputusan meniadakan penonton yang memiliki peran krusial dalam acara ini, jelas tidak mudah. Ini adalah bentuk pengorbanan dari tim produksi, yang harus dicari solusinya. Tidak cuma sekadar ditiadakan dan \u201cya sudah hilang\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa program komedi yang pernah saya kerjakan, sangat terbantu dengan adanya penonton \u201cpemancing tawa\u201d ini. Apalagi umumnya mereka tidak jaim, dan tidak sekadar mengeluarkan bunyi \u201chahaha\u201d. Kelakuan dan tawa mereka yang heboh biasanya justru bisa bikin kita ikut tertawa, bahkan untuk materi yang sebenarnya tidak lucu. Kebayang, kan, betapa berartinya kehadiran mereka kala syuting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mas Parno menjelaskan, \u201cSebenarnya SUCI IX bisa saja menarik penonton untuk datang. Cukup diundang melalui medsos, bisa terpilih 20 orang tanpa bayaran. Tapi kembali lagi, mereka kan harus tes swab. Dan kalau kita yang mengundang, berarti biaya kita yang tanggung. Effort inilah yang dirasa terlalu besar. Toh, di panggung SUCI IX, kebijakan pemerintah melarang kami untuk melibatkan banyak dalam satu ruangan. Jadi setelah kami hitung, lebih banyak kekurangannya bila harus memaksa penonton hadir di studio.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sepakat. Tapi saya masih penasaran, apakah konsep tanpa penonton ini pernah mendapat penolakan baik dari peserta maupun juri? Ini kan kompetisi. Pastinya para komika ingin menunjukkan kemampuan terbaiknya, dengan \u201cbantuan\u201d penonton.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata, menurut Mas Parno, konsep tanpa penonton ini sebenarnya juga didukung oleh para juri. Peserta pun memahami hal ini. Dengan adanya karantina yang berlangsung setiap minggunya, jangan sampai pada saat show justru terbuka celah carrier di penonton.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya manggut. Nurut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untungnya, akhirnya SUCI IX pun \u201cmenghadirkan\u201d penonton secara daring, melalui aplikasi Zoom. \u201cWalaupun tanpa suara, paling tidak para komika bisa melihat puluhan kepala yang sedang cengengesan pada saat perform,\u201d jelas Mas Parno.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diharapkan, para komika SUCI IX dalam perjalanannya dapat menjadi komika dengan mental sekuat baja, bila suatu saat harus melakukan stand up comedy melalui daring, atau minim penonton. Satu hal yang lumrah dilakukan pada saat pandemi ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMudah-mudahan SUCI IX yang penuh tantangannya ini, bisa diterima semua penonton baik penikmat kompetisi stand up comedy nasional, maupun penonton awam,\u201d tutup Mas Parno.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/8-komika-stand-up-comedy-indonesia-di-suci-kompas-tv-dengan-opening-paling-ikonis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">8 Komika Stand Up Comedy Indonesia di SUCI Kompas TV dengan Opening Paling Ikonis <\/a>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dessy-liestiyani\/\">Dessy Liestiyani<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282136338016&amp;text&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penonton dalam sebuah acara stand up comedy adalah \u201cbahan bakar\u201d komika untuk lebih bersemangat. Bahkan mereka bisa jadi juri keempat.<\/p>\n","protected":false},"author":680,"featured_media":104589,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[1565,10455],"class_list":["post-104293","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-stand-up-comedy","tag-suci-ix"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104293","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/680"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=104293"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104293\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/104589"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=104293"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=104293"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=104293"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}