{"id":104268,"date":"2021-02-06T12:50:17","date_gmt":"2021-02-06T05:50:17","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=104268"},"modified":"2021-02-06T12:48:22","modified_gmt":"2021-02-06T05:48:22","slug":"melihat-realitas-pahit-kehidupan-lewat-the-uncanny-counter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/melihat-realitas-pahit-kehidupan-lewat-the-uncanny-counter\/","title":{"rendered":"Melihat Realitas Pahit Kehidupan lewat &#8216;The Uncanny Counter&#8217;"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk pecinta drama Korea tak lengkap rasanya jika belum menonton drama aksi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Uncanny Counter<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Uncanny Counter<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menceritakan tentang sekelompok pembasmi roh jahat yang disebut dengan counter. Mereka mendapat tugas untuk membasmi para roh jahat yang berkeliaran dan mengirim mereka ke neraka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Empat anggota counter terdiri dari Chu Mae Ok, Ga Mo Tak, Do Hana, dan So Moon. Sebagai counter mereka memiliki kemampuan yang berbeda beda. Nona Chu Mae Ok, merupakan seorang yang bisa mengobati luka, Ga Motak sangat ahli dalam bertarung, Hana dapat merasakan kehadiran iblis dari jarak yang sangat jauh, sedangkan So Moon mampu menciptakan wilayah yang dapat melipatgandakan kekuatan mereka saat bertempur melawan roh jahat. Saat sedang tidak menjalankan tugas sebagai counter, mereka menjalankan bisnis dengan membuka sebuah warung mi, kecuali So Moon yang merupakan seorang siswa SMA biasa. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Uncanny Counter<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dipenuhi adegan-adegan aksi yang memukau, namun sarat dengan realitas kehidupan masyarakat yang terjadi dalam masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang pertama adalah pembulian. Sebelum bergabung menjadi counter, So Moon merupakan seorang siswa SMA yang memiliki cacat pada salah satu kakinya akibat kecelakaan yang menimpanya sejak kecil, sehingga membuatnya agak mengalami kesulitan dalam berjalan. Gara-gara kekurangan inilah ia dan dua orang temanya kerap menjadi target bullying oleh beberapa temannya di sekolahan. Hal in menggambarkan bahwa orang cenderung untuk menyerang orang yang lemah dan tak bisa melawan. Seperti yang dialami So Moon dan teman-temannya. Sepertinya di sekitar kita juga masih sering terjadi hal-hal semacam ini, seperti pada kasus seorang nenek menjadi korban jambret oleh lelaki yang pura-pura menanyakan alamat. Walaupun berbeda kasus, namun konteksnya sama yaitu, orang cenderung lebih menargetkan kejahatan pada orang yang dianggap lebih lemah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Uncanny Counter<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> diceritakan bahwa roh jahat mampu menguasai tubuh seseorang yang memang sejak awal memiliki sifat yang jahat. Sehingga dengan mudah roh jahat melakukan aksi jahatnya dengan menggunakan tubuh inangnya. Semakin banyak orang yang mereka bunuh, maka akan semakin kuat roh jahat dan tubuh manusia yang ditumpanginya. Pada akhir cerita, roh jahat diceritakan bersekutu dengan tokoh antagonis yang berperan sebagai walikota di Kota Junjin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam cerita ini, sang wali kota telah banyak melakukan hal-hal jahat yang merugikan warga kota. Ia tak segan-segan membunuh orang yang dianggap mengancam kedudukannya sebagai wali kota dan menghalangi langkahnya mencalonkan diri sebagai presiden. Ia juga memberikan izin pembuangan limbah secara ilegal sehingga mencemari lingkungan pemukiman masyarakat dan menyebabkan masyarakat menderita berbagai penyakit, serta masih banyak kejahatan-kejahatan lainnya. Perbuatan yang sungguh tidak pantas dilakukan oleh seorang pemimpin. Bisa dibilang, perbuatannya bahkan lebih jahat dari roh jahat. Cerita tentang pemimpin yang memanfaatkan kedudukannya demi kepentingan pribadi juga masih kerap terjadi di negara kita.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir adalah kerjasama dan rasa kekeluargaan yang mengagumkan. Meskipun keempat anggota counter berasal dari generasi yang berbeda, mereka mampu menunjukan rasa persaudaraan yang layak dipuji. Nona Chu adalah seorang wanita paruh baya yang sangat penuh perhatian dan kasih sayang terhadap anggota yang lain. Ia dengan tulus mengobati So Moon saat ia terluka. Walaupun mereka tidak memiliki hubungan kekerabatan, namun persaudaraan mereka melebihi sebuah keluarga. Begitupun dengan Ga Motak, meskipun terlihat liar dan sulit diatur, ia sebenarnya merupakan seorang yang penuh kasih sayang. Saya harap kita masih bisa menjumpai orang-orang yang tulus menolong seperti mereka di lingkungan tempat kita.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: YouTube <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=gN6nTllFfYI\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Paradox Drama Channel<\/a>.<\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/simbiosis-mutualisme-perusahaan-e-commerce-dan-k-popers-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Simbiosis Mutualisme Perusahaan E-Commerce dan K-Popers Indonesia<\/a>\u00a0atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dini-aziz-nasution\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Dini Aziz Nasution<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>The Uncanny Counter menceritakan tentang sekelompok pembasmi roh jahat yang disebut dengan counter.<\/p>\n","protected":false},"author":1361,"featured_media":106280,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[9019,9813,10576],"class_list":["post-104268","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-masyarakat","tag-realitas","tag-the-uncanny-counter"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104268","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1361"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=104268"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104268\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106280"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=104268"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=104268"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=104268"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}