{"id":103928,"date":"2021-01-29T11:22:03","date_gmt":"2021-01-29T04:22:03","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=103928"},"modified":"2021-01-29T11:21:32","modified_gmt":"2021-01-29T04:21:32","slug":"membayangkan-proses-brainstorming-kisah-nyata-indosiar-episode-tiktok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membayangkan-proses-brainstorming-kisah-nyata-indosiar-episode-tiktok\/","title":{"rendered":"Membayangkan Proses Brainstorming &#8216;Kisah Nyata&#8217; Indosiar Episode Tiktok"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hari saya begitu ceria karena melihat postingan ramai di media sosial mengenai FTV <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah Nyata<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Indosiar. Potongan FTV itu diramaikan sebab dari segi penceritaan dibilang sangat absurd atau apalah itu saya kurang paham. Saya kali ini tidak mau membahas isi FTV-nya, tapi saya sedikit berpikiran liar. Kira-kira proses menjadikan FTV itu seperti apa ya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alkisah ada sebuah meeting yang terjadi di kantor. Terlihat ada tiga orang sedang sibuk merapatkan sesuatu. Tiga orang itu antara lain sutradara, penulis skenario, dan asisten Produser. Sutradara sedang akan menjelaskan produk FTV yang nanti akan dibuat, tentu kalau lolos pitching di hadapan produser hari itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cEmm, selamat pagi, Pak. Ini Pak Produser dimana ya kok belum dateng-dateng?\u201d Sutradara memulai pembicaraan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asisten produser yang lagi asyik-asyiknya main hape terkaget ketika mendengar suara si sutradara. \u201cEh iya ini saya baru dikabari kalau Pak Produser lagi ada keperluan mendadak jadi nggak bisa dateng ke sini, dipasrahkan ke saya. Dah mulai aja silakan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sutradara melirik si penulis skenario untuk memberi tanda mulai presentasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJadi begini, Pak, kami sudah selesai membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah Nyata<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, FTV yang akan tayang di tivi Bapak, Indosiar. Kisah ini berfokus kepada istri yang lalai terhadap suami. Kan dari dulu suami mulu nih, Pak, yang nyeleweng, nah dari kami menyarankan untuk diganti sudut pandangnya ke si istri.\u201d Sutradara mulai memaparkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAh iya boleh-boleh bisa jadi penyegaran kisah nantinya.\u201d Asisten produser menanggapi. Penulis skenario agak tersenyum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBaik, kami juga sudah melakukan riset mengenai kisah-kisah nyata yang pernah terjadi yang diakibatkan oleh si istri yang menyeleweng. Dari cerita kami ini premisnya adalah si istri yang menelantarkan suami dan anaknya karena sibuk bergaul dengan teman-temannya, istilahnya sosialita begitu\u2026.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPffft&#8230; ee terus-terus.\u201d Asisten Produser menaruh hapenya yang sedari tadi dibawa dan mulai konsentrasi dengan pemaparan sutradara. Penulis skenario makin melebarkan senyumannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOke, untuk konflik yang ditonjolkan dari FTV ini adalah perdebatan suami karena istrinya jarang pulang. Sebab\u2026\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiba-tiba asisten produser menyela, \u201cEee jangan yang itu udah sering dipake di tivi lain. Yang lain coba.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOke, kami sudah menyiapkan alternatif lain untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah Nyata<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Indosiar, dari konfliknya yaitu mengacuhkan anak yang ingin bermain bersama ibunya\u2026.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNggak bisa ini nanti bisa kena tegur Komisi Perlindungan Anak.\u201d Asisten produser menyela lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOke, Pak, kami juga menyiapkan alternatif tambahan yaitu konflik dengan tetangga\u2026\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi-lagi disela asisten produser, \u201cAnak saya nggak suka konflik dengan tetangga.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTenang pak kami juga sudah menyiapkan alternatif tambahan lagi yaitu istrinya yang ketahuan selingkuh akibat terlalu banyak bergaul dengan teman sosialitanya\u2026\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya kurang suka yang dengan selingkuh-selingkuh gitu. Saya nggak cocok nih sama semua cerita kalian. Gini kamu kan milenial ya, kids zaman now, kamu ngerti lah konflik-konflik bagus itu kek gimana, kek hollywood atau korea-korea gitu. Cobalah kamu bikin yang baru.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLoh pak bukannya ini terinspirasi dari kisah nyata lalu bisa tayang di Indosiar?\u201d Si sutradara bingung, penulis skenario apalagi. Ia hanya bergumam, \u201cDuh menyimpang dari konteks acara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah Nyata<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Indosiar dong ini.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBisalah bisa, dari milenial untuk milenial. Lagian siapa yang mau runut cerita ini beneran apa nggak. Percayalah kita sama kamu, kreatif. Lanjut-lanjut.\u201d Asisten produser mencoba menenangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOke, Pak, untuk klimaksnya ini menceritakan si tokoh sedang di rumah sakit ya, Pak. Jadi si istri diceritakan koma lalu karena doa support dari suami dan anak akhirnya si istri sadar\u2026\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNggak bisa, kalau kalian pengin buat plot di rumah sakit sekarang lagi penuh. Banyak orang kena wabah. Nggak bisa kalau kita maksa sewa. Bikin aja sendiri di mana gitu atau perlu buat CGI gitu aja. Ini by the way kita buat FTV <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah Nyata<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Indosiar ini buat dapet penghargaan ya, diikutkan kompetisi Oscar ini, jadi serius ini.\u201d sela asisten produser.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBaik, Pak, untuk yang terakhir mengenai timeline produksi setelah kita hitung-hitung memakan waktu kurang lebih\u2026\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSebulan-sebulan.\u201d Penulis skenario membisikkan ke sutradara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c&#8230;sebulan, Pak, untuk jadiin film ini\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cEh, nggak bisa minggu depan nih?\u201d Asisten produser menimpali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMaaf. Gimana, Pak..?\u201d Sutradara tampak kaget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIya seminggu buat dikasih ke tivi, soalnya sutradara-sutradara lain pada mengundurkan diri. Sebab cerita-ceritanya absurd menurut Pak Produser, tidak ada pesan moralnya, terlalu mainstream. Jadi kita butuh ngebut untuk mengisi acara ini biar tetep jalan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suara dering telepon berbunyi, berasal dari hape asisten produser. Dia mengangkatnya pelan \u201cHalo, oh iyaaa, Pak, oke oke. Hmm begitu, jadi harus ada TikToknya, Pak. Oke oke, Pak ini saya lagi sama sutradaranya, nanti saya sampaikan ke dia. Terima kasih, Pak, selamat siang.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asisten produser memandang sutradara dan berbicara, \u201cEmmm nggak usah banyak babibu lagi lah yaaa, kalian pasti udah tahu kalau yang menang pitching ini kalian.\u201d Terlihat ekspresi bahagia dari si sutradara dan penulis skenario.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asisten produser menambahkan, \u201cTapi gini, ini dari Pak Produser tadi bilang kalau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah Nyata <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Indosiar kali ini kalian harus tonjolkan aplikasi TikTok. Kata beliau ini aplikasi lagi happening banget jadi biar menarik penonton milenial, kalian fokusin di TikTok ini. Soalnya dulu pernah make yang K-Pop itu kurang menarik, ya walaupun sempat diributin banyak orang juga.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cGabungin aja sama cerita awal kalian tadi, tapi inget catatan-catatan dari saya sebelumnya ya jangan sampai lupa.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYa gimana, Pak, maaf niiih&#8230;\u201d Sutradara sedikit menyela.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSeminggu jadi bisa kan? Bisalah, yok bisa yok, milenial kok. Orang kreatif kek kamu pasti bisa lah. Kita bebasin kok, tapi itu ya notes saya dan Pak Produser jangan sampai lupa. Dah ya. Selamat.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOke, Pak, terima kasih.\u201d Sutradara dan penulis skenario berdiri. Bersalaman dengan asisten produser dan mengela napas panjang. Seminggu kemudian FTV-nya jadi seperti yang saya tonton pagi ini.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tanggapan-saya-sebagai-penulis-skenario-ftv-kisah-nyata-indosiar-atas-protes-k-popers\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Tanggapan Saya sebagai Penulis Skenario FTV Kisah Nyata Indosiar Atas Protes K-Popers<\/a>\u00a0dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/kevin-winanda-eka-putra\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Kevin Winanda Eka Putra<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">\u00a0<i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya kali ini tidak mau membahas isi FTV Kisah Nyata Indosiar, tapi saya sedikit membayangkan, proses cari ide ceritanya gimana ya?<\/p>\n","protected":false},"author":1324,"featured_media":70295,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[1132,1134],"class_list":["post-103928","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-ftv","tag-sinetron"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/103928","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1324"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=103928"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/103928\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/70295"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=103928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=103928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=103928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}