{"id":10381,"date":"2019-09-19T12:45:26","date_gmt":"2019-09-19T05:45:26","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=10381"},"modified":"2019-09-19T13:55:16","modified_gmt":"2019-09-19T06:55:16","slug":"serba-serbi-ragam-tipikal-penonton-bioskop","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/serba-serbi-ragam-tipikal-penonton-bioskop\/","title":{"rendered":"Serba Serbi Ragam Tipikal Penonton Bioskop"},"content":{"rendered":"<p>Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga, pasangan, atau teman. Kita yang seringkali mengikuti perkembangan perfilman Indonesia, seringkali menjadikan <a href=\"https:\/\/tirto.id\/spider-man-far-from-home-raup-580-juta-pada-pekan-pertama-edRc\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">nonton bioskop<\/a> salah satu alternatif untuk menghabiskan akhir pekan. Apalagi bagi pasangan muda. Nonton bioskop bareng tiba-tiba menjadi sebuah rutinitas yang wajib dijadwalkan saat akhir pekan tiba.<\/p>\n<p>Bioskop menawarkan film-film pilihan yang biasanya menjadi <em>trending topic <\/em>kawula muda di berbagai media sosial. Kita masih ingat bagaimana fantastisnya keboomingan Dilan 90 dan 91. Keboomingan film hasil adaptasi novel karya Pidi Baiq tersebut bahkan mengantarkan sosok Iqbal Ramadhan yang menjadi pemeran utama Dilan\u2014naik daun. Atau film-film asal Hollywood seperti Avengers \u2018The End Game\u201d yang <em>booming<\/em> beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p>Kemunculan-kemunculan film tersebut menjadi daya tarik sendiri bagi penggemar setia film yang selalu menantikan kelanjutan per <em>chapter<\/em> film. Sehingga dengan adanya kemunculan film-film tersebut, tidak jarang bangku-bangku bioskop terisi penuh oleh penonton. Seperti peresmian dirilisnya film \u2018Bumi Manusia\u2019 adaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer. Film ini digadang-gadang akan menduduki rating tinggi karena lagi-lagi\u2014Iqbal aktor utamanya.<\/p>\n<p>Bebeberapa kejadian pun pasti permah kalian alami saat menonton bioskop\u2014apalagi ketika studio bioskop terisi penuh dan suasana ruang bioskop pun jadi kurang dramatis. Ya memang sih, kalian sedang menikmati film di bioskop komersil yang pasti untuk umum. Kalian bukan sedang nonton drakor di laptop, dan sendirian dengan tenang bisa ketawa, nangis, jejingkrakan di kamar. Akhirnya kalian pun harus menerima konsekuensinya.<\/p>\n<p>Tapi apakah kalian tau, jika penonton bioskop memiliki tipikal yang bermacam-macam? Atau jika kalian menyadari, sebenarnya saat kalian menonton di bioskop, kalian juga termasuk dari salah satu tipikal penonton bioskop. Tapi sebelum itu, tipikial-tipikal penonton bioskop yang akan ditulis adalah berdasarkan pengalaman pribadi dan pendapat subjektif. Jangan terlalu diambil serius yha, <del>karena dia aja cuma main-main sama kamu.<\/del><\/p>\n<p><strong>Penonton sotoy\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Penonton jenis ini biasanya orang-orang yang sudah menonton film di bioskop namun memilih untuk menontonnya kembali demi menjadi \u2018orang yang maha tau\u2019 bagi temannya yang baru menonton bioskop. Saat film diputar, penonton tipikal ini akan membuat keributan\u2014eh nggak ribut juga sih, soalnya nggak sampe teriak-teriak. Pokoknya mereka ini akan melakukan blunder berupa spoiler. Kita yang nggak sengaja denger, gemes juga kan jadinya?<\/p>\n<p>Niat hati ingin memuaskan rasa penasaran dengan ending film, penonton dengan tipikal sotoy ini malah bikin hati kita jengkel setengah mati. Buat apa dong kita bayar nonton bioskop yang agak mahal berkat waktu nonton kami adalah weekend. \u00a0Cara mengatasi penonton seperti ini bisa dengan memberikan peringatan halus. Katakan, \u2018Sssttt\u2026\u2019. Dia tetap spoiler? Katakan \u2018Mohon maaf jangan spoiler mz, mb\u2019. Masih spoiler juga? Lempar sepatu kalian. <em>wqwq<\/em><\/p>\n<p><strong>Penonton budiman dan penuh perhatian<\/strong><\/p>\n<p>Penonton bioskop dengan tipikal ini merupakan penonton idaman. Maksud saya, ya mereka ini jadi penonton yang budiman, karena dapat bersikap seharusnya di dalam ruangan bioskop. Mereka dengan tipikal ini biasanya mereka-mereka yang sudah menantikan film kesayangannya muncul di layar lebar. Maka saat film diputar, mereka akan memperhatikan dengan baik filmnya. Kita sebagai penonton lain juga merasa damai, aman, dan tenteram.<\/p>\n<p><strong>Penonton nomophobia<\/strong><\/p>\n<p>Sebutan nomophobia, diperuntukkan bagi mereka yang mempunyai sindrom tidak bisa jauh dari ponselnya. Mereka juga tidak bisa kehilangan ponsel dalam jangka waktu lama. Sedangkan penonton dengan tipikal ini sering kita temui saat di ruang bioskop. Mereka akan jadi penonton yang tidak kalah mengganggunya dari penonton bertipikal lain.<\/p>\n<p>Saat film sedang diputar, jika kita melihat pancaran cahaya \u00a0lumayan terang yang berasal dari sebuah ponsel, maka itulah blunder penonton tipikal ini. Mereka seolah-olah jadi manusia tersibuk di antara manusia-manusia lain yang ada di dalam ruang bioskop. Jika menemui tipikal penonton ini, ambil paksa ponselnya, lalu injak beberapa kali. Eh nggak, maksudnya diingatkan dengan baik-baik ya gais..<\/p>\n<p><strong>Penonton alay<\/strong><\/p>\n<p>Penonton dengan tipikal alay adalah penonton dengan kelakuan heboh yang bisa bikin terganggu seisi ruangan. Kelakuan menyebalkan mereka membuat mereka dikatai <em>toxic<\/em>. <em>Toxic<\/em> merupakan sebuah tindakan yang tidak bermanfaat dan cenderung merugikan orang lain.<\/p>\n<p>Penonton dengan tipikal ini biasanya bersandingan dengan penonton bertipikal sotoy. Penonton alay berperan sebagai penonton yang minim pengetahuan sekilas tentang film yang akan ia tonton. Penonton ini hanya memenuhi hasratnya untuk mengikuti arus kekinian seputar film bioskop yang sedang naik angkot daun. Sesekali mereka mengunggah foto tiket bioskop mereka ketika berada di dalam ruang bioskop.<\/p>\n<p>Penotnon bioskop dengan tipikal sotoy akan bertugas untuk mengendalikan atau bahkan menambahi sisi ke-alay-an penonton ini. Pada saat film diputar, penonton dengan tipikal imi dapat merspon adegan secara berlebihan, misalnya tertawa terbahak-bahak. Membalas dialog tokoh utama secara lantang di dalam bioskop.<\/p>\n<p><strong>Penonton full kepo<\/strong><\/p>\n<p>Penonton bertipe ini juga paling cocok untuk bersanding dengan penonton bertipikal sotoy. Ada si kepo, di situlah ada si kepo. Mereka yang bertipikal penonton full kepo biasanya selalu menanyakan per adegan yang memancing rasa penasaran mereka. Penonton ini akan selalu bertanya tentang sequel film kepada penonton bertipika sotoy,<\/p>\n<p>Mereka adalah perpaduan yang pas jika ingin membuat penonton satu ruangan terganggu dengan kehadiran mereka. Tapi kalian juga bisa menerapkan hal yang sama seperti yang dilakukan untuk mengambil tindakan represif pada mereka. Ya apalagi kalau bukan agar suasana ruang bioskop kodusif?<\/p>\n<p>Sekarang kalian sudah tau kan apa saja ragam tipikal penonton bioskop? Jika kalian pergi nonton bioskop, coba amati penonton-penonton yang duduk dalam satu ruangan bioskop dengan kalian. Dan klasifikasikan mereka ke dalam lima macam tipikal penonton bioskop yang telah saya tuliskan dalam artikel ini. Selamat mencoba, <em>bosquuee<\/em>.\u00a0(*)<\/p>\n<p>BACA JUGA <a class=\"bump-view\" href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nasihat-untuk-fresh-graduate-dari-driver-grabcar-yang-sebenarnya-bos-besar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" data-bump-view=\"tp\">Nasihat Untuk Fresh Graduate dari Driver GrabCar yang Sebenarnya Bos Besar<\/a>\u00a0atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/ade-vika-nanda-yuniwan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Ade Vika Nanda Yuniwan<\/a>\u00a0lainnya.<\/p>\n<p>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tipikial-tipikal penonton bioskop yang akan ditulis adalah berdasarkan pengalaman pribadi dan pendapat subjektif. Jangan terlalu diambil serius yhaaa~<\/p>\n","protected":false},"author":208,"featured_media":14116,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[1774,3460,27,2097,3459],"class_list":["post-10381","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-gebetan","tag-nomophobia","tag-nonton-film","tag-pacar","tag-penonton-bioskop"],"modified_by":"Zahroh Ayu","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10381","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/208"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10381"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10381\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14116"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10381"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10381"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10381"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}