{"id":103609,"date":"2021-01-26T14:16:43","date_gmt":"2021-01-26T07:16:43","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=103609"},"modified":"2021-01-26T14:16:43","modified_gmt":"2021-01-26T07:16:43","slug":"saya-disuntik-vaksin-covid-19-dan-nggak-jadi-buaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-disuntik-vaksin-covid-19-dan-nggak-jadi-buaya\/","title":{"rendered":"Saya Disuntik Vaksin Covid-19 dan Nggak Jadi Buaya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat isu vaksin Covid-19 gencar di seluruh penjuru dunia akhir 2020 hingga kini, hoaks dan tuduhan untuk menggagalkannya pun turut mengikuti. Tak terkecuali di Indonesia, dengan segala dugaan-dugaan anehnya. Mulai dari anggapan sebagai kelinci percobaan sampai dugaan vaksin ini dipasangi microchip.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, tuduhan penolakan paling lucu bin bahlul tetaplah celotehan presiden Brazil, Jair Bolsonaro, yang mengatakan bahwa kalau divaksin bisa mengubah seseorang jadi buaya. Atau, kalau pada perempuan efeknya akan bertumbuh janggut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Duh, duh, duh. Mengerikan sekali, ya. Tapi, nggak heran juga sih wong dia adalah politisi sayap kanan, konservatif, yang anti vaksin-vaksin klub apa pun jenisnya. Juga, di sana nggak jauh beda dengan sini, yang punya khasanah takhayul beragam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, di Senin (25\/01) yang fitri itu, saya berkesempatan membantah semua hoaks ini. Sebab, saya mendapat privilese untuk disuntik vaksin Covid-19. Ya, memang sudah diprioritaskan bagi tenaga kesehatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, di rumah sakit saya untungnya bukan hanya tenaga kesehatan saja, sih. Satpam, OB, bagian laundry, dan hampir semua karyawan ikut divaksin sehingga tidak menimbulkan cemburu sosial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana pun juga, berkesempatan divaksin duluan adalah sebuah kemewahan. Kecuali bagi orang-orang antivaksin ini, yang sekali lagi, punya saja tuduhan terhadapnya dan semuanya nggak terbukti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, boleh juga sih tuduhan tolol mereka diladenin. Toh, mereka emang suka berdebat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, tuduhan bahwa vaksin Covid-19 ini diselundupi microchip sehingga sewaktu-waktu data kita bisa disadap. Lagian data apa yang bisa diambil dari dalam tubuh untuk kepentingan elite global?!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tubuh kan cuma ada data yang terkandung dalam asam nukleat alias DNA dan RNA. Itu pun informasi genetika, yang bagi elite global nggak ada gunanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atau, microchip yang diinstal semacam GPS? Laah, mobilitasmu sepenting apa, cuk? Apa takut bakal ketahuan ya lokasi kalian berkumpul menggagas teori konspirasi? Wqwqwq~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan terlalu sering menganggap dirimu pusat tata surya deh, kurang-kurangin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagian, saya sebelum disuntik ya mengamati wadah vaksin itu nggak ada chip-chipan blas di dalamnya, sama sekali bening. Apa kalian curiga ukurannya sekecil molekul cairan? Masih 2021, Buos, manusia belum mampu secanggih itu. Visioner amat, mending rakit PC.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, tuduhan vaksin bisa bikin manusia jadi buaya. Lah ini sih tergantung kita saja. Kalo masih ngechat perempuan, &#8220;Kamu kenapa sedih? Sini cerita,&#8221; atau &#8220;Kalo aku chat kamu, ada yang marah, nggak?&#8221; Nggak perlu divaksin mah, udah jadi buaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Presiden Brasil itu sudah konservatif, nggak kenal tingkah anak muda pula. Nggak wangun! Apa jangan-jangan beliau ini menghayati banget novel <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Seratus Tahun Kesunyian<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang di dalamnya ada mitos manusia bisa tumbuh ekor babi, ya? Wqwqwq. Nggak mungkin si, tapi. Bacaannya paling artikel blog tentang teori-teori konspirasi elite global.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nih, ya, begitu divaksin alih-alih tumbuh buntut buaya atau moncong kami memanjang, kami cuma disuruh nunggu setengah jam untuk mengetahui ada efek samping apa nggak seperti alergi atau mual. Efek yang wajar kala tubuh kita diinjeksikan sebuah cairan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, semua rekan saya yang divaksin nggak mengalami efek samping apa pun. Wong sebelum divaksin sudah diverifikasi dulu mengenai kondisi dan riwayat kesehatannya. Kalo nggak memungkinkan ya nggak bakal divaksin saat itu juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pun, paling-paling yang dirasakan cuma pegal di bagian lengan kiri seperti kita disuntik vaksin polio saat SD dan malah sakitnya bikin saya nostalgia pada masa itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan, teman saya yang cewek pun nggak tumbuh jenggot atau kumis setelah divaksin, kayak yang dituduhkan Bolsonaro. Halah, lagian ini vaksin, Buos, bukan krim Wak Doyok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari semua itu, saya sih tidak merasa dijadikan kelinci percobaan. Ya, malah diuntungkan, dong. Dengan kata lain, untuk hal-hal baik semacam ini, mari kita mempercayainya sampai terbukti sebaliknya. Gitu aja, repot.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika harus ada yang diragukan, sasarlah pemerintah, yang kebijakannya masih belum jelas perkara vaksin. Penggratisan vaksin Covid-19 kok nggak jelas blas. Tagih tuh mereka!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau jelas kan enak, semua kebagian secara gratis. Saya juga jadi optimis dengan langkah vaksinasi ini jika demikian. Bukan semata-mata karena saya tenaga kesehatan, ya. Lebih jauh lagi, jika kondisi imun kita semua sudah kebal virus menyebalkan ini, kehidupan normal bukan lagi cuma jadi kenangan\u2014yang mana sebelumnya, kita pikir nggak akan ada lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Katanya kangen bioskop? Kangen liburan? Kangen mbaknya? Jangan ragu sama vaksin ya, biar semuanya kembali normal.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/vaksin-covid-19-berhasil-membagi-netizen-menjadi-3-kubu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Vaksin Covid-19 Membagi Netizen Jadi 3 Kubu<\/a> atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/fadlir-rahman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Fadlir Nyarmi Rahman<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282136338016&amp;text&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya kemarin dapat privilise disuntik vaksin covid-19. Syukurlah, sampai sekarang saya nggak jadi buaya.<\/p>\n","protected":false},"author":933,"featured_media":95485,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[7957],"class_list":["post-103609","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-vaksin-covid-19"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/103609","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/933"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=103609"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/103609\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/95485"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=103609"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=103609"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=103609"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}