{"id":102981,"date":"2021-01-28T06:23:35","date_gmt":"2021-01-27T23:23:35","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=102981"},"modified":"2021-01-27T22:03:37","modified_gmt":"2021-01-27T15:03:37","slug":"jodi-adalah-lagu-wali-paling-dark-tapi-bisa-dijogetin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jodi-adalah-lagu-wali-paling-dark-tapi-bisa-dijogetin\/","title":{"rendered":"&#8216;Jodi&#8217; Adalah Lagu Wali Paling Dark tapi Bisa Dijogetin"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiap kita dengar sebuah jokes yang kesannya tak patut dibercandain, namun tetap lucu, kita akan bilang, \u201cWah, dark.\u201d Yang gelap-gelap ini cenderung bisa mengundang kontroversi. Sebab, saat kita ngomongin dark jokes, tak semua orang bisa memandangnya sebagai jokes, bisa-bisa malah dianggap menghina dan melecehkan. Tapi, berbeda dengan lagu Wali yang judulnya \u201cJodi\u201d yang akan kita bahas nanti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sisi \u201cdark\u201d sendiri, sebenarnya tak hanya ada di jokes. Bahkan ada juga di meme. Dikit-dikit dark. Sisi gelap bisa ditemui di lagu, film, puisi, cerpen, novel, leher, jidat, dan dengkul. Tak banyak yang tahu, jika ada musisi Indonesia yang lagu-lagunya tergolong suram. Bukan band metal apalagi hardcore, mereka ini salah satu band warnet kesayangan kita semua, siapa lagi kalau bukan Wali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Band yang digawangi Apoy di gitar, Faank di vokal, Nunu pada bass, Ihsan Bustomi di drum, dan Hamzah di keyboard, adalah band yang para personelnya teman satu pesantren. Cah pondok, Coy. Band yang naik berkat lagu bertajuk \u201cDik\u201d ini, hingga kini masih beken dan memiliki fans yang banyak bin militan. Mereka biasa disebut \u201cPara Wali\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk masalah lagu, mereka ini kental akan musik pop melayu yang mendayu-dayu. Lirik-lirik jenaka dan catchy menghiasi album-album mereka. Namun, mereka punya sebuah lagu yang menurut saya teramat dark, gelap, suram pokoknya. Lagu itu adalah \u201cJodi\u201d singkatan dari jomblo ditinggal mati. Iya, Anda tak salah, jadi jomblo karena ditinggal mati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mantap, pasangannya mati malah tetap dibawa joget. Tak seperti musisi lain yang membuat lagu melow dan sedih perihal kematian, lagu Wali yang satu ini malah punya lirik \u201cAku jodi jomblo ditinggal mati\u201d dengan musik yang asyik banget buat ngibing. Bisa banget dijogetin lah.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bicara tentang cinta, bicara manusia, bicara tentang setia. Setia yang kualami, setia sampai mati, sampai buat ku begini<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lirik di atas tampak normal dan lumrah. Seorang pria yang tengah membicarakan tentang kesetiaan. Namun, di ujungnya, ada sedikit yang bisa membuat dahi berkerut. Apa yang membuatnya jadi begitu, \u201cbegini\u201d yang dimaksud itu gimana sih?<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dan aku begini karena kekasih hatiku telah pergi dan takkan kembali, ia telah mati, kenalkan namaku&#8230;<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gila kan, lagu yang enak dijogetin begitu ternyata menyimpan berita dan kisah kematian. Di situ terlihat jelas bahwa Faank and the gang, tengah menceritakan kepergian kekasih untuk selamanya. Sang cowok yang setia, kehilangan kekasih, tapi diekspresikan dengan musik yang membuat jiwa-jiwa dangdut organ tunggal hajatan bergejolak. Saya yakin, saat dulu abang-abang kopi sachet goyang, mereka nggak nyadar jika sedang menjogeti sebuah kisah kematian. Kita ke chorusnya.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aku Jodi, jomblo ditinggal mati, jadi pacarku tak rugi. Aku Jodi jomblo ditinggal mati, pokoknya buy one get one free. Aku jodi, jomblo ditinggal mati, yang pasti ku setia sampai mati<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, rupa-rupanya sang cowok sedang berusaha nyari pengganti, sudah move on ternyata. Tapi, kok ada buy one get one free-nya segala? Sialan bener, apakah jangan-jangan si cowok ini sudah punya anak?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal pasangannya baru saja meninggal, ya nggak papa sih move on, tapi kok kesannya barbar banget. Nilai plus yang dia tunjukan ke orang-orang adalah, dia setia bahkan sampai sang pujaan hati mati dan dia jadi jomblo sekarang. Pokoknya nyebelin banget, kayak nggak punya perasan aja, pasangan meninggal malah digituin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengambil sebuah petuah dari filsuf Ojan Sketsa, \u201cNggak gitu juga kaleee\u201d. Lagu Wali yang seceria ini, bisa dibilang tak menunjukan rasa hormat kepada dia yang telah meninggal. Namun, kita jangan melihat ke arah sana, kan namanya dark memang begitu, suka mancing-mancing. Intinya, selain dark dan barbar, lagu ini menunjukkan betapa move on itu asyik. Entah jika yang dengar lagu ini adalah seseorang yang benar-benar ditinggal kekasih untuk selama-lamanya, mungkin bukan kesan lucu, fun, dark dan barbar yang didapat, lebih ke perasaan jengkel, bisa jadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maksud saya, saya sendiri masih bingung saat akhirnya mengetahui lirik lagu Wali yang judulnya \u201cJodi\u201d ini. Saya jadi bingung untuk bersikap saat dengar lagu ini lagi. Dijogetin enak, tapi dengar liriknya kok nggak cocok buat ngibing, serbasalah jadinya. Dark mangkeli tipis-tipis ini, sempat berjaya di panggung koplo Sera dan Monata. Saya ingat betul, beberapa kali lagu ini diaransemen lebih menggebu-gebu dan penuh eksploitasi ketipung, beda dengan lagu biasanya yang cenderung ke dangdut tipis-tipis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya juga nggak ngeh saat pertama kali dengar lagu Wali ini, baru-baru ini saja saya tahu liriknya yang komplet. Jadi tanpa bisa dibantah, lagu ini adalah salah satu lagu dark ngibing-able terbaik di tata surya. Terima kasih Wali, we love you.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: YouTube <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?app=desktop&amp;v=mF7GL1TtXOA\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Nagaswara Official Video<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ampun-dah-memahami-dark-joke-coki-pardede-emang-susah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"> Ampun Dah, Memahami Dark Joke Coki Pardede Emang Susah<\/a>\u00a0dan\u00a0<\/strong><strong>tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/bayu-kharisma-putra\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Bayu Kharisma Putra\u00a0<\/a><\/strong><strong>lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lagu Wali yang berjudul \u201cJodi\u201d adalah singkatan dari jomblo ditinggal mati. Iya, Anda tak salah. Dark banget kan?<\/p>\n","protected":false},"author":1151,"featured_media":103984,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[10407,248,9932],"class_list":["post-102981","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-dark-jokes","tag-musik","tag-musik-melayu"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102981","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1151"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=102981"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102981\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/103984"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=102981"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=102981"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=102981"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}