{"id":102851,"date":"2021-01-24T12:04:25","date_gmt":"2021-01-24T05:04:25","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=102851"},"modified":"2021-01-24T09:38:22","modified_gmt":"2021-01-24T02:38:22","slug":"lakukan-5-hal-ini-agar-prithil-kacang-tanah-jadi-kegiatan-yang-menyenangkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lakukan-5-hal-ini-agar-prithil-kacang-tanah-jadi-kegiatan-yang-menyenangkan\/","title":{"rendered":"Lakukan 5 Hal Ini Agar Prithil Kacang Tanah Jadi Kegiatan yang Menyenangkan"},"content":{"rendered":"<p>Ibu saya baru saja panen kacang tanah dan anak-anaknya harus terlibat dalam proses pemanenan kacang tersebut. Namun, karena kami juga memiliki kesibukan masing-masing, tak seluruh proses kami ikuti. Saat proses pencabutan contohnya, semua dilakukan ibu saya sendiri. Hebat kan ibu saya? Gek koe ngopo Nduk mung nontoni ra ngewangi jan nggateli!<\/p>\n<p>Sek to jangan marah-marah dulu, saya punya tugas lain yang akan saya jelaskan. Proses kedua setelah pencabutan kacang tanah adalah membawa pulang kacang dari sawah ke rumah. Kakak kedua saya jadi garda terdepan dalam proses itu. Sampai di rumah, giliran saya yang diberi tugas untuk prithil kacang, yakni kegiatan memisahkan biji kacang dari batangnya, sederhananya gitu, Gaes.<\/p>\n<p>Nah sering kali saat kegiatan prithil kacang itu timbul rasa bosan, makanya kadang saya malas melakukannya dan mencari cara untuk<span style=\"text-decoration: line-through;\"> lari dari tanggung jawab <\/span>membuat kegiatan itu menjadi hal yang menyenangkan. Berbekal riset ala kadarnya dan beberapa telah saya praktikkan sendiri, setidaknya ada lima hal yang bisa dilakukan agar prithil kacang menjadi kegiatan yang menyenangkan.<\/p>\n<h4>#1 Berhitung<\/h4>\n<p>Selama pandemi, proses pembelajaran dilakukan di rumah, kan? Nah, prithil kacang bisa jadi media alternatif untuk tetap belajar selama di rumah. Gini, saat kalian memisahkan biji kacang dari batangnya, kalian bisa sambil berhitung. Katakan satu, dua, tiga, empat, dan seterusnya dengan suara yang lantang atau cukup dalam hati saja. Selain mampu melatih konsentrasi dan ingatan, kegiatan ini bisa jadi hal yang patut untuk dibanggakan.<\/p>\n<p>\u201cBuk, aku mau prithil kacang entuk 3187 biji. Weeloook to?\u201d \u00a0Ibumu langsung menempelkan tangannya ke keningmu lalu mengatakan, \u201cSehat to, Nduk? Opo ncen nganggur, prithil kacang kok mbok itungi.\u201d Wesss ra mashoook.<\/p>\n<h4>#2\u00a0 Mendengarkan musik dan bernyanyi<\/h4>\n<p>Musik itu sudah sangat melekat di hati masyarakat Indonesia, dalam kegiatan apa saja dan di mana saja tanpa musik rasanya hampa. Hajatan yang ditunggu itu selain siapa yang dinikahkan, tapi juga siapa yang bakal diundang untuk mengisi dangdutan. Begitupun di tempat-tempat umum seperti mal, toserba, kedai makanan atau minuman, bahkan sekecil \u201cWarung Dik Gembul\u201d itu ada musiknya.<\/p>\n<p>Makanya saya juga menggunakan rumus itu untuk mengusir kebosanan saat prithil kacang tanah. Kalau kalian suka bernyanyi, nggak apa-apa loh sambil nyanyi. Jadikan batang kacang itu sebagai mic, lalu bayangkan kamu sedang berada di panggung yang megah dilihat ribuan orang. Lambaikan tanganmu dan layangkan cium jauh bak penyanyi profesional, lalu sebar biji-biji kacang itu ke depan seolah-olah sedang menyebar bunga ke penonton.<\/p>\n<p>Saat sedang menikmati momen itu tiba-tiba tangan ibu kalian datang menjewer kuping kalian, \u201cMbok nek prithil kacang ki seng bener, wong wes dikei adah malah disebar-sebar. Ora ngewangi malah ngrusuhi!\u201d Ampuuun, Bu Jago!<\/p>\n<h4>#3 Streaming YouTube atau nonton film<\/h4>\n<p>Biar mata nggak sepet lantaran cuma lihat kacang tanah saja, nonton film atau streaming YouTube bisa jadi alternatif hiburan saat prithil kacang. Anggap saja cuci mata, ya tho? Misal, kemarin malam kalian ketinggalan episode <em>Ikatan Cinta<\/em>, akhirnya kamu memutuskan untuk nonton sambil prithil kacang. Gara-gara kamu kesel sama Mas Al, energi yang ada dalam diri kamu bertambah kuat dan itu akan berdampak pada saat tanganmu memisahkan kacang dari batangnya, istilahnya lebih greget gitu, loh~<\/p>\n<p>Ibumu yang melihat itu langsung mengatakan, \u201cNek wegah ngewangi ibu yowes rasah ngewangi. Dikon pisan we raine rapenak diulati!\u201d Mas Al, Bu, Mas Al&#8230;<\/p>\n<h4>#4 Bercerita<\/h4>\n<p>Saat prithil kacang ternyata juga bisa menjadi media untuk saling bertukar perasaan. Kadang, saya yang memulainya dengan menanyakan masih banyak tidak kacang yang harus dipanen? Berlanjut dengan cerita masa kecil saya, cerita kuliah saya, orang-orang yang dekat dengan saya, sampai cerita yang menimbulkan konflik, yaitu ketika ibu saya membanding-bandingkan saya dengan anak tetangga. Mungkin maksud ibu baik biar hati saya tergugah dan mencontohnya, tapi kan tetap saja saya kesal.<\/p>\n<p>Nah, kekesalan itu saya lampiaskan dengan melempar kacang ke wadahnya dengan agak keras dan membuat bunyi cletak cletak<em>. <\/em>Ibu saya langsung bertanya, \u201cNgopo?\u201d Saya hanya nyengir kuda.<\/p>\n<h4>#5 Yang-yangan<\/h4>\n<p>Sekarang pacaran itu tidak perlu sembunyi-sembunyi dari orang tua, kalau bisa malah dikenalkan langsung ke orang tua. Nah, prithil kacang bisa jadi media agar proses perkenalan pacar kalian dengan orang tua bisa mashoook. Coba bayangkan saja pacar kalian datang ke rumah kalian bukan untuk ngajak main, tapi membantu pekerjaan kalian di rumah. Itu sudah membuktikan kalau pacar kalian menerima kalian apa adanya dan dia orang yang mau diajak hidup sederhana.<\/p>\n<p>Terus, kalian berdua duduk saling berhadapan sambil prithil kacang. Sesekali mencuri pandang, kalau ketahuan, tersenyum malu. Pacar kalian tiba-tiba ngegombal, \u201cDek, walaupun tanganmu ora alus meneh mergo prithil kacang, aku tetap cinta padamu.\u201d Refleks kalian melempar kacang ke pacar tepat mengenai dadanya yang bidang. \u201cAh Mas, sampeyan bisa saja!\u201d<\/p>\n<p>Wes, saya jamin yang kelima ini bakalan bikin hati kalian berbunga-bunga sepanjang sejarah. Tapi ya pastikan dulu kalau kalian punya pacar, kalau nggak punya ya jangan halu, Mblo!<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-hal-yang-bisa-dilakukan-saat-antre-di-bank-selain-mainan-hp\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">4 Hal yang Bisa Dilakukan Saat Antre di Bank selain Mainan HP<\/a> atau<\/strong><strong> tulisan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/denies-vey\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"> Denies Vey<\/a> lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"http:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat ibu panen kacang tanah, saya diberi tugas oleh blio untuk prithil kacang. Lakukan 5 hal ini agar kegiatan prithil kacang menyenangkan!<\/p>\n","protected":false},"author":1072,"featured_media":103020,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[10353,10354],"class_list":["post-102851","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-kacang-tanah","tag-prithil-kacang"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102851","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1072"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=102851"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102851\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/103020"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=102851"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=102851"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=102851"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}