{"id":102729,"date":"2021-01-22T12:02:37","date_gmt":"2021-01-22T05:02:37","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=102729"},"modified":"2026-01-06T22:44:57","modified_gmt":"2026-01-06T15:44:57","slug":"melihat-sepak-bola-amerika-serikat-bikin-saya-sedih-sama-negeri-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/melihat-sepak-bola-amerika-serikat-bikin-saya-sedih-sama-negeri-sendiri\/","title":{"rendered":"Melihat Sepak Bola Amerika Serikat Bikin Saya Sedih sama Negeri Sendiri"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak dapat dimungkiri jika Amerika Serikat merupakan negara superpower alias adidaya di muka bumi ini. Hampir segala bidang kehidupan mereka kuasai, termasuk dalam olahraga sekalipun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada bidang olahraga, kedigdayaan Amerika Serikat bisa dilihat pada ajang sekelas Olimpiade. Tercatat negara ini menjadi yang tersukses di ajang olahraga terakbar di dunia dengan total perolehan medali mencapai<\/span><a href=\"https:\/\/www.topendsports.com\/events\/summer\/medal-tally\/all-time.htm\"> <span style=\"font-weight: 400;\">2,520<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> hingga saat ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun demikian, bukan berarti Amerika Serikat itu jago di segala bidang olahraga. Di sub bidang olahraga sepak bola, Amerika Serikat bukan negara yang begitu diperhitungkan.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Timnas Amerika Serikat Medioker<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi eh tapi, bukan berarti timnas Amerika Serikat itu benar-benar medioker lho. Sejarah mencatat bahwa mereka pernah menjadi<\/span><a href=\"https:\/\/www.foxsports.com\/soccer\/fifa-world-cup\/history\"> <span style=\"font-weight: 400;\">juara ketiga di ajang Piala Dunia 1930<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Tentu saja dengan format kompetisi serta jumlah peserta yang sangat berbeda dengan Piala Dunia yang kita kenal sekarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, cukup wajar bila sepak bola Amerika Serikat tak sedigdaya negara-negara di Amerika Latin maupun Eropa. Dari segi popularitas saja, olahraga ini hanya berada di<\/span><a href=\"https:\/\/sportsshow.net\/most-popular-sports-in-america\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">peringkat kelima<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah ketidaktertarikan masyarakat Amerika Serikat akan sepakbola, talenta-talenta muda asal negeri Paman Sam justru mulai menginvansi beberapa klub top di Eropa. Ada Christian Pulisic di Chelsea, Sergino Dest di Barcelona, serta Weston McKennie di Juventus. Belum lagi kalau nama-nama seperti Giovanni Reyna, Conrad de la Fuente, dan lainnya dimasukkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari segi usia, mereka masih tergolong muda bahkan sangat muda. Selama memiliki arah yang tepat serta jam bermain yang cukup, bukan tidak mungkin para pemain muda ini bisa membawa timnas Amerika Serikat berbicara banyak di pentas dunia, khususnya di Piala Dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi yang sedemikian rupa tersebut membuat nurani ini tergelitik. Sebagai rakyat yang mencintai sepak bola, saya juga ingin melihat pemain-pemain Indonesia bisa bermain di klub-klub top Eropa seperti mereka. Kemudian membawa dampak terhadap timnas Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, ada banyak kendala yang mungkin harus dihadapi dan diatasi. Salah satunya terkait dengan peringkat<\/span><a href=\"https:\/\/www.fifa.com\/fifa-world-ranking\/ranking-table\/men\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">FIFA<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Per Desember 2020, Indonesia terjebak di peringkat 173 bersamaan dengan Kamboja. Sementara Amerika Serikat berada di peringkat 22.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Bukan Sekedar Peringkat<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peringkat ini bukan hanya sekadar angka saja. Liga seperti Premier League memandang serius terhadap hal ini. Agar pemain bisa memperoleh izin kerja di Inggris,<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">negara asal pemain tersebut minimal harus berada di peringkat 50 besar versi FIFA<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Plus,<\/span><a href=\"https:\/\/www.danielgeey.com\/post\/the-foreigner-debate-the-fas-new-work-permit-regulations-explained\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">ada aturan persentase minimum penampilan internasional selama 24 bulan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> bagi pemain tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">ada aturan persentase minimum penampilan internasional selama 24 bulanMeskipun demikian, sebenarnya ada setitik celah yang mungkin bisa dimanfaatkan untuk mentas di Premier League.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Pemain bisa saja mengajukan banding untuk mendapatkan izin kerja<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Tapi, metode ini akan jauh lebih rumit daripada dengan mengikuti aturan sesuai paragraf sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini juga yang kabarnya membuat<\/span><a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/tren\/read\/2019\/10\/31\/153456165\/batal-direkrut-arsenal-karena-peringkat-indonesia-berikut-profil-bagus?page=all\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Bagus Kahfi gagal main di Arsenal<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Meskipun sempat menarik perhatian dari klub tersebut, peringkat Indonesia yang berada jauh di bawah standar Premier League\u2014yang waktu itu masih berpatokan pada 70 besar versi FIFA\u2014membuat klub London Utara tersebut mengurungkan niatnya. Beruntung, kegagalan ini masih bisa membawanya bermain di klub Eropa lainnya,<\/span><a href=\"https:\/\/bola.kompas.com\/read\/2020\/12\/28\/10000068\/resmi-ke-fc-utrecht-bagus-kahfi-saya-dulu-hanyalah-anak-kecil?page=all\"> <span style=\"font-weight: 400;\">FC Utrecht<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kegagalan Bagus Kahfi seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi para pengurus PSSI. Sudah sering kritikan masuk namun belum ada perubahan yang berarti. Lebih banyak polemik yang terdengar daripada prestasi atau perkembangan positif sepak bola.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Masih Ada Harapan untuk Bangkit<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun demikian, selalu ada harapan agar Sang Garuda bisa bangkit dan terbang setinggi mungkin. Sejauh ini, ada sosok seperti Shin Tae-yong yang menangani timnas Indonesia. Beliau bukan pelatih sembarangan. Coach Shin Tae-yong pernah menangani Korea Selatan di ajang Piala Dunia 2018 meskipun gagal di fase grup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harapan ini memang terdengar klise alias basi. Namun, sebagai orang Indonesia asli, tentu ada harapan agar Indonesia bisa mentas di Piala Dunia. Bosan juga rasanya kalau terus-menerus mendukung timnas lain di ajang tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan tanpa alasan jika sepakbola perlu diperhatikan. Perlu diingat bahwa<\/span><a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/sports\/read\/2020\/09\/25\/10000058\/survei-nielsen-pastikan-badminton-jadi-olahraga-terpopuler-di-indonesia?page=all#:~:text=KOMPAS.com%20%2D%20Survei%20yang%20dilakukan,olahraga%20nomor%20satu%20di%20Indonesia.\"> <span style=\"font-weight: 400;\">sepak bola merupakan olahraga terpopuler kedua<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> setelah badminton. Kalau melihat peringkat popularitas tersebut dengan Amerika Serikat yang saya bahas sebelumnya, tentu hal ini bisa menjadi tamparan keras.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Plus ada faktor sejarah yang berbicara. Meskipun tak sementereng Amerika Serikat, setidaknya Indonesia\u2014lebih tepatnya Hindia Belanda\u2014pernah mencicipi<\/span><a href=\"https:\/\/www.fifa.com\/worldcup\/news\/dutch-east-indies--asias-first-world-cup-participants-3073794\"> <span style=\"font-weight: 400;\">kompetisi Piala Dunia di tahun 1938<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Bahkan Indonesia diakui secara resmi oleh FIFA sebagai negara pertama dari benua Asia yang pernah mentas di ajang Piala Dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang tak mudah untuk memperbaiki sekaligus meningkatkan kualitas sepakbola Indonesia. Banyak hal yang perlu dibenahi. Mulai dari sistem kompetisi hingga fisik para pemain yang sempat dikeluhkan oleh Coach Shin tae-Yong. Pekerjaan rumah ini tentu bukan hanya menjadi milik PSSI saja, melainkan juga menjadi milik seluruh insan yang menggeluti sepak bola di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-salah-kaprah-tentang-mabuk-perjalanan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">3 Salah Kaprah tentang Mabuk Perjalanan<\/a><\/b>\u00a0<b><\/b><b>dan tulisan\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-fariz-kurniawan\/\"><b>Muhammad Fariz Kurniawan<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<h6><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/h6>\n<h6><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6282136338016&amp;text&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/h6>\n<h6><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemajuan sepak bola Amerika Serikat bikin saya miris saat melihat timnas Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"author":960,"featured_media":10672,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[3480,10319,711,10318],"class_list":["post-102729","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-amerika-serikat","tag-pulisic","tag-sepak-bola","tag-sergino-dest"],"modified_by":"Anggi Thoat Ariyanto","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102729","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/960"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=102729"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102729\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10672"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=102729"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=102729"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=102729"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}