{"id":102585,"date":"2021-01-27T08:24:50","date_gmt":"2021-01-27T01:24:50","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=102585"},"modified":"2021-01-26T12:44:14","modified_gmt":"2021-01-26T05:44:14","slug":"tokoh-protagonis-tidak-selalu-baik-dan-hal-abu-abu-dari-plot-attack-on-titan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tokoh-protagonis-tidak-selalu-baik-dan-hal-abu-abu-dari-plot-attack-on-titan\/","title":{"rendered":"Tokoh Protagonis Tidak Selalu Baik dan Hal Abu-abu dari Plot &#8216;Attack on Titan&#8217;"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari bodoh atau pintar, berkemampuan luar biasa atau tidak, banyak sekali tokoh protagonis dalam anime yang dicitrakan sebagai orang yang benar-benar baik. Ini memunculkan semacam asumsi bahwa tokoh protagonis dan rekan-rekannya adalah pihak yang benar dan baik, sedangkan musuh-musuhnya adalah pihak salah dan buruk. Artinya semenjak awal pembuatan cerita memang memakai pola hitam-putih (baik-buruk, benar-salah) sebagai titik utama untuk mengembangkan cerita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> misalnya, Luffy beserta anggota bajak laut topi jerami beserta para sekutunya adalah pihak yang benar dan baik. Musuh-musuhnya pihak yang salah dan buruk. Kendati mereka semua bajak laut, dan menjadi buronan pemerintah dunia, mereka selalu membantu sebuah negeri bebas dari penindasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pola cerita semacam itu menunjukkan bahwa pemerintah dunia dalam dunia <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pada dasarnya adalah antagonis utama karena begitu misterius dan tidak jarang menjadi dalang kekacauan. Walaupun kata \u201cpemerintah\u201d sebagaimana yang kita ketahui dan kita pahami sering kali dianggap pihak protagonis. Sebab, di dalam kenyataan pemerintahlah pihak yang selama ini kita anggap memberikan pelayanan dalam banyak hal bagi masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Naruto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> hal ini sudah sangat gamblang. Naruto yang menjadi pahlawan utama perang dunia shinobi keempat yang menggagalkan antagonis utama Kaguya Otsutsuki untuk menyedot seluruh cakra penduduk bumi adalah pihak baik. Sedangkan musuh-musuhnya yang segala tindakannya bermuara pada kebangkitan Kaguya pada perang dunia shinobi keempat\u2014sebagaimana yang sudah direncanakan Zetsu Hitam\u2014adalah pihak buruk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pola hitam-putih itu secara tidak langsung menjadi semacam nilai utama yang dipahami oleh penikmatnya. Kalau penikmat anime tersebut tidak dewasa, dalam keseharian ia akan memandang sesuatu secara hitam-putih. Kita semua tahu bahwa permasalahan utama dalam kehidupan manusia di zaman Kiwari, yang menyebabkan banyak kegaduhan di negeri ini, adalah cara berpikir sumbu pendek yang serba hitam putih itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak menuduh siapa-siapa\u2014termasuk para penikmat anime\u2014sebagai pihak utama yang menyebabkan populernya cara berpikir sumbu pendek yang serba hitam-putih. Tetapi, saya kira cerita-cerita anime dengan pola hitam-putih semacam itu sedikit banyak memberikan sumbangsih atas lestarinya cara berpikir keliru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, saya sangat senang ketika menyaksikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Attack On Titan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> maraton dari season 1-3 dan sekarang sudah sampai di final season. Kalau hanya melihat season 1-3, kita akan menganggap bahwa Eren Yeager beserta rekan-rekannya adalah pihak yang benar, Eren Yeager adalah tokoh protagonis. Siapa saja yang memusuhi mereka adalah pihak antagonis. Tetapi, di final season ini, Eren yang sebelumnya dikenal sebagai magnet berkumpulnya tokoh-tokoh protagonis utama, kini seakan jadi antagonis utamanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Zeke Yeager, saudara tiri Eren Yeager merencanakan membuat semua bangsa Eldian yang masih hidup mandul. Supaya di masa depan tidak ada orang Eldia lagi yang bisa menjadi Titan. Itu masih mending, setidaknya Zeke ingin memusnahkan suatu bangsa secara alami. Dibiarkan hidup, tapi di masa depan akan punah sendiri karena tidak bisa melanjutkan keturunan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Eren Yeager justru sangat gila. Berencana memusnahkan seluruh umat manusia selain yang berada di pulau Paradise, atau orang-orang di dalam tembok, dengan rumbling. Rumbling adalah membangkitan ribuan titan kolosal yang sebelumnya menjadi tembok di pulau Paradise, membawa mereka keliling dunia, dan menginjak-injak siapapun saja yang ada di depannya sampai tak ada satupun manusia\u2014kecuali di dalam tembok\u2014yang tersisa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukankah Eren Yeager di final season ini sangat bertolak belakang dengan Eren Yeager di season 1-3?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimanapun ini akan memaksa para penonton<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Attack On Titan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, terutama yang benar-benar mencintai tokoh Eren Yeager, untuk tidak lagi mudah mencintai siapa pun dalam anime tersebut. Sebab, cerita ini memungkinkan untuk membuat tokoh yang tadinya dianggap baik dan benar berubah menjadi musuh yang kejam dan mengerikan, begitu juga sebaliknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Attack On Titan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga mengajarkan kita untuk tidak berpikir macam sumbu pendek dan hitam putih. Kompleksnya cerita anime seharusnya juga membuat kita sadar bahwa dalam cerita anime saja bisa sekompleks itu permasalahannya. Sampai tidak bisa ditebak mana yang seharusnya kita bela. Apalagi di kehidupan nyata di luar anime. Tentu saja jauh lebih kompleks dan rumit. Membiasakan diri hidup dengan berpikir sumbu pendek secara hitam-putih sudah pasti akan menimbulkan banyak masalah dalam hidup. Tokoh protagonis tidak selamanya baik dan antagonis tidak selamanya jahat. Keduanya hanyalah sudut pandang dalam penceritaan. Dunia ini dipenuhi dengan berbagai hal abu-abu yang tidak bisa dilihat secara hitam-putih.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: YouTube <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=2bbsNTOvP80\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Eren Yeager<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mappa-dan-deadline-gila-yang-diberikan-kepada-mereka-dalam-mengerjakan-attack-on-titan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"> MAPPA dan Deadline Gila yang Diberikan kepada Mereka dalam Mengerjakan \u2018Attack on Titan\u2019\u00a0<\/a>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dani-ismantoko\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Dani Ismantoko<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<h6><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h6>\n<h6><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/kontakmojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tokoh protagonis tidak selamanya baik dan antagonis tidak selamanya jahat. Keduanya hanyalah sudut pandang dalam penceritaan.<\/p>\n","protected":false},"author":774,"featured_media":103678,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[2775,5917],"class_list":["post-102585","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-anime","tag-attack-on-titan"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102585","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/774"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=102585"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102585\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/103678"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=102585"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=102585"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=102585"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}